BENABOOK

benabook

Judul                             : Benabook

Penulis                         : Benazio Rizki

Penerbit                       : Bukune

Terbit                           : Maret 2013

Tebal                            : 281 hlm.

 

“Belum baca aja saya udah tahu buku ini bagus!”

Mamoy, ibunya penulis.

 

Begitu kalimat komentar di sampul depan buku ini, dan sebelum saya membaca buku ini saya sangat setuju dengan kalimat tadi. Dan setelah membacanya, buku ini BAGUUUUSS SEKAALIII. Good Job bang @benakribo J

Buku ini sangat cocok bagi kamu-kamu yang nggak mau tidur, mau asah kemampuan dan mau bernostalgia dari zaman lahir. Cerita kehidupan yang hampir semua orang alami tetapi di kemas dengan gaya humoris Bena yang khas. Membuat cerita hidupnya lebih WOW dibanding orang lain. Ditambah isinya yang full colour, jadi nggak mau cepet-cepet nyampe halaman paling belakang. Saya tiba-tiba ngefans dengan dia. Buku ini bisa dibilang banyak bonusnya, hehe. Ada kuis kocak, tips-tips gokil. Pokoknya TeOPe BeGeTe deh. Nggak nyesel kalau beli :p

bena kribo

Ini sedikit kelucuan dalam buku. Tapi, disela-sela kelucuannya, ada juga tersimpan makna yang begitu dalam:

Gue memutuskan untuk naik becak ke sekolah. Dengan naik becak, sepatu gue terbebas dari serangan ranjau darat, kulit gue terhindar dari sinar matahari yang terik, dan wajah terlihat lebih bersinar hanya dalam 7 hari (hlm 16)

–dikiranya iklan pemutih?

Menurut gue, SMP adalah masa yang penuh bahaya. Kenapa? Karena masa alay menghadang di depan mata. Tinggal masalah seleksi alam aja, yang berhasil lolos akan menjadi anak normal lalu yang gagal bisa selamanya menjadi alay (hlm 26)

Dalam hidup, menurut gue, salah satu hal yang paling susah untuk dilakukan adalah menyembunyikan rasa sedih (hlm 120)

Gaul itu butuh perjuangan. Misal, dengan gengantungin kamera SLR di leher. Besoknya leher mereka pada encok gara-gara keberatan ngengantungin kamera SLR (hlm 141)

Apakah aku harus menjadi butiran biru detergen agar aku bersinar tanpa noda dimatamu. Oh seniorku? (hlm 142)

Abis ini mau kemana lagi? Gue tanya baik-baik dengan tutur nada yang halus dan sopan, untung aja waktu itu belum zaman jawab, mau tau, apa mau tau banget? (hlm 191)

Gue belajar bahwa, sesuka apapun kita sama orang, kalau emang gak cocok yah nggak bisa dipaksain karena pilihan hanya 3, friend, love or nothing (hlm 193)

 

Daripada keeksistensian dari kelucuan  buku ini lenyap gara-gara review dari saya, mendingan dibaca aja langsung, hehe..

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s