GIRL TALK

girl talk

Judul                             : Girl Talk

Penulis                         : Lala Purwono

Penerbit                       : Stiletto book

Terbit                            : Juni 2012

Tebal                             : 181 hlm.

 

Mereka bicara tentang cinta, tapi juga tentang sakit hati karena cinta yang mengikat terlampau erat. Mereka bicara tentang rahim yang tak pernah menjadi tempat singgah seorang bayi mungil, tetapi juga tentang perut mereka yang membuncit yang bisa berarti akhir dari segalanya. Mereka bicara tentang ketakutan menghabiskan seumur hidup mereka dalam kesendirian. Mereka bicara tentang rasa egois seorang lelaki, tetapi mereka mengakui tak bisa hidup tanpanya.

 

60 perempuan, 30 kisah, yang manakah kisahmu?

 

Setiap orang punya ruang-ruang di hatinya. Tak mutlak hanya diisi oleh satu orang aja kok. Sekalipun sudah menikah, bukan berarti aku lupa kalau dulu pernah ada mantan kekasihku yang meninggal karena sakit. Mereka tetap tinggal di hati, tapi bukan berarti mereka bakal membuat kita berhenti mencintai pasangan kita yang sekarang (hlm 5)

 

Janganlah kamu menikah dengan seseorang yang kamu pikir bisa hidup selamanya bersama,. Tapi, nikahlah dengan seseorang yang tanpanya kamu tak bisa melanjutkan hidup (hlm 7)

 

“Tahu nggak sih, dia sekarang jadi seperti tas Hermes.”

“Maksudmu?”

“Dia udah kayak tas mahal yang ditenteng-tenteng perempuan gila itu kemana-mana. Sok dipamerin ke seluruh jagat raya (hlm 13)

 

Cinta bukan kompetisi, siapa lebih hebat dari siapa. Kalau cinta adalah semacam kompetisi, pada akhirnya nanti akan menghasilkan seorang pemenang. Dan tentu saja, ada seseorang yang akan kalah. Kalu sudah begini, apa itu masih disebut cinta? (hlm 21)

 

Kalau Tuhan bisa percaya sama remaja-remaja tanggung yang hamil diluar rencana, kenapa Tuhan nggak percaya sama mbak coba? (hlm 42)

Dan ketika waktu yang tepat itu tiba, kamu bakal tahu kenapa Tuhan menyuruhmu menunggu (hlm 43)

 

Tapi bukannya hidup adalah soal berpengharapan? Gue berharap, kelak, Nico bakal menganut agama gue dan semuanya bakal lebih mudah (hlm 124)

 

Alih-alih membuat orang lain mengerti perasaan kita, membuat orang lain berhenti bertanya-tanya tentang hal-hal yang membuat kita gerah, mengubah mereka jadi orang-orang yang tidak sering bertanya tentang hal-hal yang sensitif. Kenapa bukan kita aja yang berubah? (hlm 171)

 

Mbak Lala Purwono ngupas habis tentang kejadian cewek-cewek dengan kata-katanya yang JLEB banget. Ada banyak kisah yang memang terjadi disekitar bahkan dikehidupan kita sendiri. Baca deh! :’)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s