Kembalinya Sherlock Holmes

img0002-12

Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Ilustrasi cover : Staven Andersen
Penerjemah : Dra. Daisy Dianasari
Tebal : 544 hlm
Penerbit Gramedia Pustaka Utama

Sherlock Holmes telah tiada, tewas dalam duel maut di Air Terjun Reichenbach. Semua terkelabuhi, semua mengira Holmes benar-benar sudah tiada, sampai-sampai sahabatnya sendiri, yakni Dr. Watson juga mengira dia tewas. Tetapi Holmes kembali dan memecahkan misteri-misteri lainnya.

Saya sebetulnya terkecoh dengan buku ini, saya kira isinya akan membahas ketika Sherlock Holmes meninggal dan ternyata bangkit lagi hingga tuntas, ternyata hanya satu bab. Tetapi saya tetap suka dengan cerita Holmes. Saya suka sikapnya yang tenang saat menyelesaikan masalah yang rumit sekalipun, bagaimana dia dengan rendah dirinya tidak ingin digembor-gemborkan saat setelah memecahkan kasus. Bagaimana dia dengan baiknya menerima rentetan kasus meski dia tengah sibuk-sibuknya. Ahh saya suka Holmes.

Di dalam buku ini ada beberapa deretan cerita yang kasusnya dipecahkan Mr. Holmes, tetapi hanya beberapa yang membuat saya tertarik diantaranya Petualangan di Rumah Kosong sepenggal cerita tentang orang-orang yang menginginkan Mr. Holmes mati. Tetapi Mr. Holmes terlalu cerdik menurutku, jadi dia membuat keadaan dimana dialah yang kemudian memata-matai orang yang bermaksud memata-matainya. Dia kemudian berhasil meringkus orang yang ingin membunuhnya.

Cerita lain yang saya suka adalah yang berjudul Gambar Orang Menari. Bagaimana Mr.Holmes memecahkan simbol rahasia yang digunakan oleh seseorang untuk membunuh suami dari mantan tunangannya, dengan tidak mengetahui asal simbol itu sendiri, Mr.Holmes hanya berpikir sendiri dengan acak. Dan akhirnya mampu memecahkan kasus itu.

Dalam judul terakhir buku ini yaitu yang berjudul Kisah Noda Kedua ternyata dalam pengakuan sahabatnya yaitu Dr. Watson bahwa inilah cerita kasus terakhir dari Holmes yang ingin di publikasikan. Mr. Holmes sudah tak ingin ceritanya dipublikasikan.

Kalau seseorang yang bukan Sherlockian mungkin akan mabuk setelah membuka halaman pertama karena tulisannya agak rapat, menggunakan spasi 1 dan mungkin font 11. Saya akui juga sangat pusing ketika membacanya, tapi karena saya penyuka Holmes, saya tetap senang membacanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s