The Book of Lost Thing

Image

The Book of Lost Thing

By John Connoly

Copyright © John Connoly 2006

All rights reserved including the right to reproduce this book or portions thereof in any from whatsoever

Kitab Tentang Yang Telah Hilang

Alih bahasa : Tanti Lesmana

Ilustrasi sampul : Rob Ryan

Diterbitkan pertama kali oleh

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan keempat : April 2010

472 hlm; 20 cm

Dongeng ini diperuntukkan bagi orang-orang dewasa, terutama yang masih ingat saat-saat ketika masih kanak-kanak mulai berlalu dan jalan menuju kedewasaan telah terbentang.

Ini dongeng tentang anak lelaki bernama David yang tersesat ke sebuah negeri dimana Snow White, Putri Tidur, dan si Tudung Merah bukanlah seperti yang kita kenal dalam buku-buku cerita. Negeri ini diperintah oleh seorang Raja yang menyimpan rahasia-rahasianya dalam sebuah kitab misteri : Kitab Yang Telah Hilang.

Sang Raja yang kian hari kian tua belum juga menemukan penggantinya. Dan kepadanyalah David mesti menghadap, supaya bisa menemukan jalan pulang ke dunianya. Namun jalan menuju kastil Raja penuh rintangan dan bahaya. Kawanan serigala tidak rela manusia menjadi raja, dan mereka siap berperang untuk mengambil alih kekuasaan.

Ini adalah buku hadiah saya dari Tim No Reveiw HOAX . Saya adalah pemenang bulan April dan saya meminta buku ini ^^

Berawal dari kematian sang Ibu yang membuat David tidak bisa menerima kenyataan. Kenyataan bahwa betapa hidup tidaklah enak tanpa seorang ibu, mendapatkan kenyataan bahwa ayahnya akan menikah lagi dan menpunyai ibu tiri. Kenyataan dia akan mempunyai adik tiri dan kasih sayang ayahnya bukan untuk dirinya lagi.

Semua anak yang mengalami itu, pasti sepikiran David, pikirku juga begitu.

Sampai David harus tinggal di rumah Ibu tirinya dan mendapati kenyataan seperti yang dibayangkannya, dan petualangannya memasuki dunia lain bermula dari dimasukinya hutan dibelakang rumah barunya itu, untuk mencari Raja-yang katanya bisa membawanya pulang kedunia nyata-

Membaca novel fantasy ini sendiri membuatku serasa berada di dunia nyata dan mimpi juga sekaligus. Kadang mengangguk pelan mengetahui apa yang tertulis sangat masuk akan didunia nyata dan kembali berpikir, “Ahh, ini hanya fantasy.”

Saya sangat menikmati membaca novel ini. Satu yang saya sangat kesankan, dan ingin seperti itu walau mustahil. David mampu mendengar buku-buku berbicara, buku tebal dengan suara berat, buku tua yang mulai terbatuk-batuk.

Image

Seperti sinopsisnya diatas, didalam novel ini, semua kehidupan di dongeng-dongeng yang happy ending itu bertolak belakang. Dan mungkin pemikiran dewasamu mulai menyutujui bahwa beginilah seharusnya hidup.

Di dunia yang dimasuki David berisi ketakutan-ketakutan yang tercipta dari pikiran Raja yang menjabat. Serigala yang ingin merampas kekuasaannya hanya tercipta dari pikirannya yang tidak ingin dikalahkan. Dalam novel ini banyak mengajarkan kepada kita bahwa kita harus menklukkan keegoisan kita dan ketakutan-ketakutan kita sendiri, juga harus selalu waspada terhadap serangan yang selamanya tidak menguntungkan.

Kita menghadapi apa yang harus dihadapi dan ada saat-saat kita harus memilih untuk bertindak demi kepentingan orang banyak, meski untuk itu kita harus mengorbankan diri sendiri, tapi bukan berarti kita mesti mempertaruhkan nyawa kalau tak ada perlunya – Roland

Raja yang menjabat sudah tua dan menginginkan David untuk menggantikannya, dan kembali novel ini menyeruakkan sedikit fakta nyata, bahwa setiap raja tidak bergelimang harta dan suka cita. David malah tidak ingin menjadi Raja, melihat Raja yang menjabat kini perawakannya tidaklah menjamin.

Pada akhirnya, yang membebaskan David dari hutan dan kerajaan yang sesat itu adalah dirinya sendiri. Ketika dia berhasil belajar untuk tenang, berani menguasai rasa takutnya sendiri dan tidak suka mencemburui hal apapun. Dan kitapun harus belajar seperti itu.

Yang paling mengesankan dari novel ini adalah bab terakhir, dimana David diceritakan sampai tua dan meninggalkan dunia mengikuti jejak-jejak orang yang telah mendahuluinya dan menemuinya kembali di alam kekal itu.

Setiap orang memimpikan surganya sendiri. Semua yang pernah hilang kini telah ditemukannya kembali. Hlm 472

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s