The Five People You Meet in Heaven

Image

The Five People You Meet in Heaven

By Mitch Albom

Copyright © 2003 by Mitch Albom

All right reserved

 

Meniti Bianglala

Alih bahasa : Andang H. Suropo

Desain Sampul : Eduard Iwan Mangopang

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan kelima : April 2011

208 hlm; 20 cm

 

Eddie bekerja di taman hiburan hampir sepanjang hidupnya. Memperbaiki dan merawat berbagai wahana. Tahun-tahun berlalu, dan Eddie merasa terperangkap dalam pekerjaan yang dirasanya tak berarti. Hari-harinya hanya berupa rutinitas kerja, kesepian dan penyesalan.

Pada ulangtahun yang ke-83, Eddie tewas dalam kecelakaan tragis ketika mencoba menyelamatkan seorang gadis kecil dari wahana yang rusak. Saat menghembuskan napas terakhir, serasa olehnya sepasang tangan kecil menggenggam tangannya. Ketika terjaga, dia mendapati dirinya di alam baka. Dan ternyata surga bukanlah Taman Eden yang indah, melainkan tempat kehidupan manusia di dunia dijelaskan lima orang yang telah menunggu. Lima orang yang mungkin orang-orang yang kita kasihi, atau bahkan orang-orang yang tidak kita kenal, namun telah mengubah jalan hidup kita selamanya, tanpa kita sadari.

 

Ada lima orang yang akan kau temui di alam baka. Masing-masing dari kami ada di kehidupanmu karena suatu sebab. Kau mungkin tidak tahu alasannya pada saat itu, dan itulah sebabnya ada alam baka . untuk mengerti tentang kehidupanmu di dunia. (hlm 40)

Setelah mengetahui adanya novel ini, saya langsung ingin membeli, tertarik dengan judulnya sendiri. Five People You Meet in Heaven, membuat saya langsung berpikir dengan membaca novel ini sendiri saya akan mendapatkan sedikit bayangan dengan siapa yang akan saya temui juga di surga, walau ini hanya sekedar novel.

Membaca awal dari novel ini sudah beda, penulisnya memulai cerita dari akhir ketika tokoh utama telah meninggal. Alur mundur.

Memang kelihatannya aneh memulai kisah dari akhir. Tapi semua akhir adalah juga permulaan. Hanya saja kita tidak tahu pada saat itu (hlm 7)

Membaca novel ini mengajak kita untuk kembali berpikir untuk terus berbuat baik selama kita hidup, banyak pesan-pesan moral yang terkandung di dalamnya. Membacanya membuat saya berpikir lagi, mengingat-ngingat kejadian serupa yang dialami tokoh dalam novel ini sendiri, yang mungkin saja saya pernah mengalami suatu kejadian dengan seseorang sehingga nantinya dia yang akan saya temui. Tapi sekali lagi, itu hanya rahasia Tuhan.

Tidak ada kisah yang berdiri sendiri. Kadang-kadang kisah-kisah saling bertemu disudut, dan kadang-kadang tumpang tindih bagaikan batu di dasar sungai (hlm 16)

Kisah-kisah Eddie si tokoh ini membuat saya benar-benar teharu, merinding sekaligus tertegun. Salah satu yang membuat saya tersenyum penuh arti ketika bagian dimana Eddie bertemu istrinya di alam baka. Yah, salah satu dari lima orang yang ditemui di surga menurut novel ini adalah orang yang sangat dicintai, Eddie sangat mencintai istrinya.

Pada bab terakhir, saya tiba-tiba teringat lagu Padi – Tempat Terakhir.

Ku ingin kau menjadi bidadariku di sana

Tempat terakhir melabuhkan hidup dikeabadian.

Kehidupan berikutnya itu mempengaruhi kehidupan berikutnya lagi, dan bahwa dunia ini penuh dengan kisah-kisah kehidupan, dan semua kisah kehidupan itu adalah satu (hlm 202)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s