Misteri Museum Lilin

Goosebumps_Misteri_museum_lilin

GIVE YOURSELF GOOEBUMPSTM #12

WELCOME TO THE WICKED WAX MUSEUM

By R.L. Stine

Copyright©1996 by Parachute Press, Inc.

All right reserved

Published by arrangement with Scholasyic Inc.,

555 Broadway, New York, NY 10012, USA

GOOSEBUMPSTM and logos are registered

Trademark of Parachute Press, Ic.

GOOSEBUMPSTM. SERI PETUALANGAN MAUT #12

MSTERI MUSEUM LILIN

Alih bahasa : L. Ratnayanti

Gm 317 99.189

Hak cipta terjemahan Indonesia

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan I

114 hlm; 20 cm

PANASNYA… SEPANAN API NERAKA

Kalian pasti tahu, pelajaran sejarah itu membosankan bukan? Apalagi kalau gurunya seperti MR. Dunning yang punya julukan Mr. BikBos alias Mr. Bikin Bosan. Tapi kemudian ia bikin kejutan. Ia mengajak kalian mengunjungi museum lilin. Wow, kayaknya sih asyik. Dengan semangat membara kalian menyerbu museum itu. Sampai kalian melhat pintu berwarna merah yang tampak misterius. Ternyata dibaliknya tersembunyi rahasia mengerikan sipemlik museum. Ternyata patung-payung yang dipajang di museum itu tidak dibuat dari lilin asli, melainkan manusia yang hidup-hidup diceburkan ke dalam cairan lilin panas.

Kini kau tahu bagaimana patung=patung iu dibuat. Tapi sudah terlambat. Kau sudah ada di dalam museum, dan pemiliknya punya rencana meambah koleksi patungnya. Kini kau jadi buruannya. Bisakah kau meloloskan diri, atau kau akhirnya merasakan sepanas apa cairan lilin itu?

Serial Goosebumps ini sudah lama sekali, dan saya baru saja mendapatkannya setelah sekian lama menerka-nerka judul serial apa yang halamannya loncat-loncat itu? Saya baru mendapatkan jawaban yaitu serial Goosebumps seri petualangan maut, dan beruntuglah saya masih ada yang menjualnya secara online . Saya penasaran bagaimana rasanya membaca buku yang cara bacanya bukan halaman per halaman, pasti sangat seru.

Diawal buku ini tertulis, AWAS!! JANFAN BACA BUKU INI DARI AWAL SAMPAI AKHIR! Yang membuat buku ini lebih seru lagi adalah penulis dengan kreatifnya membuat alur cerita dengan pembaca sebagai pemeran utamanya.

Ya! Kali ini kau bukan Cuma membaca kisah-kisah horror Gooebumps, tapi kau menjadi tokoh utamanya. Apakah kau masih punya nyali? Apakah sarafmu sekuat baja? Buktikanlah! Kau sendiri yang harus memilih. Pikir dulu sebelum beraksi. Benar atau salah. Kau tanggung sendiri akibatnya.

Benar saja, pembaca sendirilah yang menentukan halaman mana yang akan dibukanya dan kelanjutan cerita seperti apa yang akan dibacanya dan secara tidak langsung dialaminya. Di sampul buku ini tertulis Lebih dari 20 kisah mencekam menantangmu. Saya mengira bahwa 20 kisah tersebut adalah 20 judul buku yang halamannya loncat-loncat, ternyata dalam satu buku ini ada beberapa kisah yang ending-nya berbeda-beda. Nah, itu tadi tergantung pembaca memilih halaman mana yang akan dibacanya dan berakhir seperti apa kisahnya.

Pertanyaan-pertanyaan yang disediakan dibagian footnote buku ini sebagai petunjuk untuk membuka halaman selanjutnya seperti ini. Pilihannya lucu-lucu atau bahkan bias aneh.

–          Kalau kau mencoba membuka pintu yang terkunci itu, bukalah HALAMAN 14. Kalau kau mencoba memajat luncuran itu, bukalah HALAMAN 114

–          Kalau ada cermin di dekat tempatmu membaca buku ini bukalah HALAMAN 60. Kalau tidak bukalah HALAMAN 58

–          Apa yang terjadi selanjutnya tergantung pada hari apa minggu ini. Kalau kau membaca buku ini pada hari kerja atau hari sekolah, kendaraan itu segera berjalan lagi. Bukalah HALAMAN 51. Kalau kau membaca buku ini pada hari Minggu, kau harus turun dari kendaraan itu. Bukalah HALAMAN 25.

–          Kalau tanganmu tidak kidal, bukalah HALAMAN 70. Kalau tanganmu kidal, bukalah HALAMAN 63.

Dari pilihan-pilian itu, maka akhir cerita yang didapat juga berbeda-beda, jika kau salah memilih kisahmu akan berakhir dengan biasa-biasa saja. Sewaktu saya membacanya, setelah menghabiskan satu kisah hasil dari runutan pilihan-pilihan halaman, saya membaca dengan pilihan halaman yang lain. Ada kisah yang berakhir bahwa pemeran utama menjadi patung lilin, ada yang menjadi kecil karena masu ruang penyusutan, bahkan ada yang berakhir Cuma dihukum guru sejarah karena bermain-main di dalam museum.

Yang menjadi kekurangan buku ini adalah saya kurang mendapatkan sisi horror yang berlebihan. Juga kecapaian membaca dan memolak-balik halaman buku. Saya menghabiskan buku ini selama tiga hari. Tapi selebihnya saya menyukai buku ini dan tekagum-kagum dengan penulisnya yang telah membuat buku semacam ini.

Jadi tariklah napas dalam-dalam, berharaplah dirimu bernasib mujur, lalu bukalah halaman 1.

Selamat ber-GOOSEBUMPS-ria!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s