LITTLE WOMEN

Image

LITTLE WOMEN

Diterjemahkan dari Little Women

Karya Louisa May Alcott

All right reserved

Penerjemah: Utti Setiawati

Penyunting: Prisca Primasari

Proofreadaer: Emi Kusmiati

Cetakan I, Maret 2013

Diterbitkan oleh Penerbit Qanita PT Mizan Pustaka

436 hlm.

 

Karya klasik yang tak lekang oleh waktu ini bercerita tentang kehidupan empat bersaudari, suatu masa di Concord, Massachussetts. Meg si cantik, keibuan yang bermimpi menjadi ratu bergaun indah. Jo, si Tomboy yang sangat mencintai buku dan sastra. Beth, si Pendiam yang begitu berbakat memainkan piano. Dan Amy, Michelangelo kecil dengan sketsa-sketsa memaukau di kertas gambarnya.

 

Hari-hari mereka sederhana, tapi dilingkupi kehangatan. Walaupun tak pernah luput dari masalah, kesedihan, ketidakpuasan, bahkan pertengkaran, mereka tak pernah berhenti saling mencintai dan teramat bersyukur memiliki satu sama lain. Sang ibu yang selalu berada di samping mereka member banyak inspirasi dan semangat, sementara bocah laki-laki kaya bernama Laurie, yang ikut serta dalam setiap petualangan keempat gadis itu, membawa keceriaan tak tergantikan.

 

Diterbitkan pada abad ke-19, novel ini disebut sebagai karya paling realis diantara novel-novel sejenis yang lebih menawarkan mimpi dan idealism.lewat Little Women, Louisa May Alcott menyuratkan kebahagiaan dalam kesederhanaan dan menunjukkan bahwa rumah mungil pun dapat menjadi istana indah dengan kehadiran orang-orang tercinta.

 

 

Membaca buku ini membuat siapa saja akan merasakan Home Sick bagi yang memiliki saudara perempuan, terlebih bagi saya yang latar belakangnya sangat mirip dengan tokoh novel ini. Memiliki empat saudara yang adalah perempuan semua. Jadi, ketika membacanya saya begitu terhanyut kedalam kisah-kisah mereka sembari membandingkan apa yang tengah saya kerjakan dengan saudari-saudari saya. Sungguh, keluarga mereka adalah keluarga yang penuh dengan kesabaran dan kasih sayang, sungguh jauh disbanding saya dan adik-adik yang kerjanya hanya bertengkar, mungkin cara kami menyampaikan kasih sayang berbeda-beda, hehe.

               Cerita kekeluargaan yang diangkat penulis sungguh membuat terharu dengan kejadian-kejadian yang biasanya dialami sehari-hari, sehingga kita seperti berada diantara lingkaran keluarga yang diceritakan tersebut. Bahasanya ringan dan mengalir, sehingga sulit bagi saya untuk menutup novel ini, dan saya sangat berterima kasih kepada sang penerjemah.

               Bagi yang merasa kesepian, novel ini sangat cocok untuk dijadikan hiburan, selain itu yang jauh dari orangtua karena kelembutan dan kehangatan sosok Ibu dari keempat gadis dicerita ini sangatlah kuat, banyak nasihat-nasihat yang membuat pembaca menjadi tenang. Dan saya pun merasakan itu. Membuat saya mempertimbangkan kelakuan-kelakuan saya saat ini, dan berniat untuk mencontoh yang baik yang terdapat dalam buku ini.

 

Tak perlu khawatir bakat atau kebaikanmu akan diabaikan, bahkan kalau diabaikan pun, kesadaran bahwa kau memiliki dan memanfaatkannya dengan baik sudah akan memuaskan hati; lagi pula, daya tarik besar dari segala kemampuan adalah kerendahan hati. (Mrs. March hlm. 134)

 

Anakku, jangan biarkan matahari membakar kemarahanmu. Bermaaf-maffanlah, saling menolong, dan besok mulai dari nol lagi. (Mrs. March hlm. 145)

 

Selalu ingat berdoa, Sayang. Jangan pernah bosan berusaha, dan jangan pernah berpikir bahwa mengatasi kesalahanmu itu mustahil. (Mrs. March hlm. 150)

 

Dan yang paling membuat saya terharu adalah saat berada di halaman 155:

 

Anakku, kesulitan dan godaan hidupmu sudah dimulai dan barangkali akan banyak, tapi kau bisa mengatasi dan menanggung semua itu, kalau kau belajar merasakan kekuatan dan kelembutan Tuhan seperti merasakan Ayahmu yang ada di bumi. Semakin besar cinta dan kepercyaanmu pada-Nya, kau akan merasa semakin dekat dengan-Nya, dan semakin kecil pula ketergantunganmu pada ketakutan serta pandangan manusia. Kasih dan perlindungan-Nya tidak pernah berkurang atau berubah, tidak pernah bisa diambil darimu, tapi bisa menjadi sumber kedamian, kebahagiaan dan kekuatan yang abadi. Yakinilah sepenuh hati, dan datanglah pada Tuhan dengan membawa seluruh masalah kecil, harapan, dosa, serta kesedihanmu dengan bebas dan penuh kepercayaanseperti halnya kau mendatangi ibumu.

 

Banyak masalah yang dialami gadis-gadis ini, tapi mereka melawatinya dengan sangat dewasa dan bijaksana sehingga membawa cerita ini menjadi akhir yang bahagia. Ini adalah salah satu buku yang sangat saya sayangkan untuk segera menamatkannya tetapi begitu penasaran untuk tidak segera sampai di halaman terakhir.

 

Setelah ini, aku akan menyuruh ketiga adikku untuk membaca buku ini juga sembari belajar. Semoga kami selalu menjadi saudara yang rukun.

Saya suka semua sampul-sampul buku Little Women ini, semua manis-manis ^^

Image

Image

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s