KIKI’S DELIVERY SERVICE – TITIPAN KILAT PENYIHIR

Image

KIKI’S DELIVERY SERVICE

Text © Eiko Kadono 1985

Illustrasion © Aiko Hayashi 1985

Originally published under the tittle of

MAJYO NO TAKKYU BIN

By Fukuinkan Shoten Publisher, Inc., Tokyo, Japan, in 1985

All rights reserved

TITIPAN KILAT PENYIHIR

Alih bahasa: Dina Faoziah & Junko Miyamoto

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Juni 2006

232 hlm; 20 cm

 

Sesuai tradisi penyihir, pada usia ketiga belas tahun, Kiki harus pindah ke kota lain. Dia harus meninggalkan Ibu, Ayah, serta kota kelahirannya. Kiki hanya akan ditemani Jiji si kucing hitam.

Ibu sudah melarangnya tinggal di kota besar, tapi Kiki kepalang suka pada kota Koriko, karena menara jamnya sangat tinggi dan letaknya dekat dengan laut. Tapi astaga… warga kota Koriko tidak menyambut Kiki dengan hangat. Apakah Kiki bakal bisa bertahan di kota ini, padahal dia cuma bisa satu sihir: terbang dengan sapu?

 Image

Kiki, sang penyihir cilik bersama kucing hitamnya, Jiji akhirnya memutuskan untuk meninggalkan rumahnya disaat bulan purnama. Pergi mencari kota yang akan ditinggalinya selama setahun. Sebagai proses pemdewasaan, begitu tradisi di dunia penyihir. Akhirnya Kiki memilih kota Koriko dan menetap di rumah tukang roti selama setahun. Kiki kemudian membuka jasa pengiriman kilat, yaitu mengirimkan benda apa saja dengan menggunakan sapunya, tentu saja ditemani oleh Jiji. Awalnya, penduduk disana tidak ada yang mempercayai Kiki, namun karena keuletan, kejujuran dan keramahan Kiki, akhirnya dia disukai oleh penduduk di kota Koriko. Dia juga kemudian mempunyai teman yang baik-baik. Tentu selama perantauannya, perjalanan hidup Kiki tidak mulus-mulus saja, ada beberapa rintangan yang harus dijalaninya, sapu terbangnya hilang dan patah, ketika mengirim paket ada yang hilang karena kecerobohannya. Nah bagaimana Kiki menghadapi kehidupan di kota tanpa bimbingan orang tua? Baca bukunya saja deh. Buku ini recommended buat yang suka cerita anak-anak dan yang berbau penyihir. Gaya bahasanya ringan, cocok untuk dibaca saat bersantai.

Saya suka tema buku ini, perantauan. Cocok juga untuk dibaca oleh anak-anak yang sudah mulai beranjak dewasa, mengajarkan tentang bagaimana harus belajar mandiri. Dan benar saja, merantau itu adalah salah satu cara untuk mengajarkan bagaimana menjadi anak yang mandiri. Suasana kekeluargaa juga terpancar di buku ini. Saya sangat terharu ketika orang tua Kiki akhirnya melepaskan Kiki untuk merantau.

“Kiki, mungkin ibu memang harus mengulang-ulang ini, tetapi tolong pilih baik-baik kota yang akan kau tinggali. Jangan memutuskan hanya karena melihat kota itu banyak tokonya, ramai, atau alasan semacamnya. Di kota yang besar, orang-orang begitu sibuk dan tidak punya waktu untuk memedulikan orang lain. Lalu waktu tiba di kota jangan merasa gugup yah. Sebisa mungkin tunjukkan senyummu. Yang pertama-tama harus diperhatikan adalah bagaimana supaya orang-orang tidak merasa takut. (hlm 34)

Image

Ah, kalimat itu adalah kalimat khas seorang ibu. Tentulah sebagai orang tua merasa was-was atas kepergiannya apalagi Kiki seorang perempuan. Ah, itu membuat saya mengingat ketika saya pertama kali pergi dari rumah, orang tua saya bahkan menemani saya beberapa hari di tempat yang baru.

Kiki pergi dengan bekal sedanya yang diberikan orang tuanya, katanya dia harus belajar berhemat. Dia juga tidak boleh membawa apa saja yang diinginkannya, bahkan tidak boleh memakai baju yang sangat didambakannya. Katanya, penyihir harus memakai baju berwarna hitam.

“Kiki, jangan suka terpaku pada penampilan luar. Yang terpenting adalah hati.” – Kokiri san, Ibu Kiki.

Kiki yang akhirnya menemukan teman sebaya seorang perempuan, membuatnya sedikit tahu apa yang dinamakan merasa malu kepada teman lawan jenis. Dan dia juga mendapatkan teman lelaki, yang pada saat dia pulang memberikannya hadiah, tanpa disadarinya pula dia diam-diam memikirkan bagaimana cara membalas hadiah itu. Ini bagian yang sangat manis menurutku, jatuh cinta ala-ala gadis kecil.

Image

 

Advertisements

4 thoughts on “KIKI’S DELIVERY SERVICE – TITIPAN KILAT PENYIHIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s