The Tales Of Beedle The Bard – Kisah-kisah Beedle si Juru Cerita

Image

The Tales Of Beedle The Bard

Text and illustrations copyright © J. K. rowling 2007/2008

All rights reserved

Kisah-kisah Beedle si Juru Cerita

Alih Bahasa: Nina Andiana & Listiana Srisanti

Editor: Ramayanti

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan ketiga: 2010

144 hlm; 17,2 cm

Kisah-kisah Beedle si Juru Cerita menceritakan lima dongeng beragam, dengan karakter magisnya masing-masing, yang menghadirkan kegembiraan, tawa, dan ketegangan bagi para pembaca.

Catatan tambahan untuk setiap cerita yang ditulis langsung oleh Profesor Albus Dumbledore membahas pelajaran-pelajaran moral yang bisa didapat dari kisah-kisah ini, juga membocorkan sedikit informasi mengenai kehidupan di Hogwarts.

Ini adalah buku ajaib, lengkap dengan ilustrasi sang penulis sendiri, J. K. Rowling. Kisah-kisahnya akan kau simpan dalam hati selama tahun-tahun mendatang.

 

Bagi yang senang degan cerita fantasy tentu nama-nama yang ada di dalam buku ini tidaklah asing. Dumbledore, Hogwarts, anak-anak muggle. Yah, ceritanya, cerita yang ada di dalam buku ini sangat popular di kalangan para penyihir, terkhusus bagi anak-anak, sebagai bahan pembelajaran.

Saya sangat senang membaca dongeng-dongeng seperti ini, banyak memberikan pelajaran moral yang tentu lebih mudah diingat karena ditulis dengan menarik dan tidak terlalu menggurui. Buku anak-anak memang mengasyikkan. Saya akan membahas dua saja biar tidak spoiler. Hihi.

Karena memang suka dengan cerita seperti ini, saya suka keseluruhan buku. Hanya satu yang saya sayangkan, kenapa cuma lima? Saya suka sekali dengan sampulnya, serasa membuka buku tua yang benar-benar antik.

  1. Sang Penyihir dan Kuali melompat.

Dikisahkan anak penyihir yang ditinggl mati oleh ayahnya yang sangat baik hati dan pandai meramu obat-obatan untuk semua kalangan di daerah tersebut menggunakan kualinya. Namun setelah dia meninggal, anaknya yang sifatnya sangan bertolak belakang dengan sang ayah enggan meneruskan usha ayahnya itu. Dia mengacuhkan kuali itu. Sampai ada warga yang ingit berobat, penyakit kutil, dia tak mau mengobati karena yang datang hanya warga biasa, bukan penyihir. Maka kuali di rumahnya menjadi penuh kutil. Seiring datangnya orang mengeluh, semakin anak itu menolak, semakin kotor pula si kuali dan mengganggu ketentramannya. Akhirnya dengan terpaksa si anak mengobati semua warga. Kuali kembali bersih.

Pelajaran yang bisa didapatkan adalah, kita tidak boleh memilah-milah siapa yang akan kita bantu. Karena sesungguhnya membantu itu adalah pekerjaan yang mulia.

  1. Air Mancur Mujur Melimpah

Diatas bukit terdapat ari mancur yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Seluruh warga berbondong-bondong berdatangan untuk dapat masuk ke gua yang menjadi tempat awal mula perjalanan menuju air terjun juga ketiga penyihir yang sedang bermasaah. Penyihir pertama, dia sedang sakit keras dan tidak ada tabib yang mampu mengobati, penyihir kedua bersedih karena habis kecurian, segala harta bendanya habis, penyihir ketiga sedang patah hati karena ditinggal oleh orang yang sangat dicintainya. Hanya satu orang yang bisa masuk. Akan ada sulur-sulur yang merambat yang akan memilih sendiri siapa orang yang beruntung yang akan masuk. Sulur-sulur itu melingkar ke penyihir yang pertama, tapi tangannya saling bertaut ke tangan penyihir kedua, dan penyihir kedua pun tangannya bertaut ke penyihr ketiga, dan penyihir ketiga tanpa sengaja menarik seorang kesatria

ImageMereka pun bingung karena yang dapat meminum air di air terjun hanya seorang. Namun mereka akhirnya sepakat untuk jalan bersama. Dan rintanganpun bermunculan.

Tantangan 1

“Persembahkan kepadaku bukti sakitmu.”

Semuanya berputus asa karena tidak dapat melewati tantangan pertama. Hingga penyihir pertama, yang mempunyai penyakit tiba-tiba menangis karena begitu putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa. Hewan yang menjaga tantangan pertama pun menjilati air mata penyihir pertama dan segera menghilang.

Tantangan 2

“Persembahkan kepadaku buah uasahamu.”

Kali ini mereka mendapati bukit yang sangat tinggi. Mereka kembali berputus asa karena puncak bukit tak kunjung mereka dapatkan, malah semakin menjauh. Tetapi penyihir kedua tetap menyemangati teman-temannya. Peluhnya mulai berjatuhan. Peluhnyalah yang menyelamatkan dia dan teman-temannya pada tantangan ini.

Tantangan 3

“Persembahkan kepadaku harta masa lalumu.”

Mereka kini berada di tepi sungai yang tidak bisa mereka lewati. Tapi kemudian penyihir ketiga segera mengetahui apa maksud dari tantangan ketiga tersebut. Dengan kekuatan sihirnya diapun mengangkat segala kenangan indah bersama kekasihnya dan kemudian mengalirkannya ke sungai. Dan berhasillah mereka mencapai air mancur.

Namun setelah berada di depan air mancur, merekapun bingung siapa yang akan meminum air mancur tersebut. Penyihir pertama mengatakan, dia sudah baikan sedari tadi, tubuhnya terasa ringan dan segar. Penyihir kedua mengatakan, disini banyak obat-obatan yang sangat berkhasiat, aku akan mengambilnya saja dan menjualnya sebagai obat dan aku kembali memiliki uang. Penyihir ketiga berkata, aku juga sudah tidak bersedih, aku sudah menghanyutkan segala ingatanku ke sungai tadi. Merekapun saling berpandang kemudian melihat kea rah kesatria. Mereka memutuskan sang kesatrialah yang pantas meminum air itu karena sudah bersedia menemani mereka sampai kesini.

Setelah meminum air tersebut, sang kesatria semakin gagah dan pemberani. Diapun jatuh cinta kepada penyihir ketiga.

Ahh, saya suka sekali dongeng ini. Pelajaran yang didapatkan sudah sangat jelas saat mereka bersama-sama saling mengorbankan dan bekerja sama saat melewati rintangan-rintangan. Dan lihat, jika kita tidak terus menerus larut dalam kesedihan perihal masa lalu seperti penyihir ketiga, kita akan mendapatkan penggantinya yang lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s