Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta

Image

Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta

Karya © Tasaro GK, 2013

Penyunting: Indradya S.P.

Proofreader: Ocllivia D.P.

Ilustrator sampul dan isi: Dredha Gora Hadiwijaya

Desainer sampul: Bluegarden

Hak cipta dilindungi undang-undang

All rights reserved

Cetakan I, Mei 2013

Diterbitkan oleh Penerbit Qanita PT Mizan Pustaka

264 hlm; 13 cm

 

Mau kubilang lantang….

… atau kupendam dalam diam

Tetap saja kusebut (dia) cinta.

 

Buku ini berisi kumpulan cerita pendek yang disertai lukisan abstrak. Penampakan dari luar sunggu manis dengan tepian kertas yang berwarna pelangi, menjadikan buku ini lain daripada yang lain, tapi tidak menjadikannya lain bagi penulis sendiri karena memang tulisan om Tasaro manis!

Buku ini berisi Sembilan cerita pendek yang lumayan panjang, menurut saya, hehe. Di cerpen-cerpennya ini, om Tasaro sangat pandai memainkan emosi pembaca. Di dalamnya juga terdapat tidak hanya tentang percintaan, tetapi trhiler maupun religi. Ceritanya tidak monoton dan selalu diberi kejutan ditiao akhirnya, membuat pembaca akhirnya menganggung-anguk paham, atau bahkan mendesah menyesal.

 

1.  Saya paling suka cerpen yang berjudul PUISI. Menceritakan tentang cinta yang menunggu.

“Aku belajar menulis karena tahu dia suka membaca.” (hlm 21)

Seorang dokter yang tengah memendam perasaannya hingga bertahun-tahun kepada seorang perempuan yang disukainya. Dia hanya menuliskan perasaan-perasaannya lewat puisi-puisi indah di akun media sosialnya. Ah, dokter yang gaul!

Hingga akhirnya sang dokter mendapati pasien yang sekarat dan mencurahkan isi hatinya tentang kisah cintanya dahulu. Bahwa beliau telah pisah dengan suaminya yang terdahulu dan menikah lagi. Beliau ingin sang dokter menemui mantan suaminya itu dan meminta maaf, kata yang tak pernah ibu tua itu ucapkan.

Ternyata sang mantan suami menyimpan keresahan yang sama, beliau juga menunggu waktu yang tepat untuk meminta maaf kepada mantan istrinya itu. Setelah dokter muda itu menyampaikan amanah, sepulangnya, dia menemukan ibu tua itu meninggal dunia. Beberapa menit kemudian dia juga mendapati kabar bahwa mantan suami ibu itu juga meninggal dunia.

Cinta itu hanyalah tenaga untuk menjalani hidup, bukan ujung perjalanan yang menjadi tujuan (hlm 14)

Peristiwa itu membuat sang dokter muda berpikir, betapa untuk mengungkapkan cinta saja dibutuhkan waktu bertahun-tahun, tetapi menyimpan rasa yang tak enak. Maka ia memutuskan untuk memenuhi pujaan hatinya.

2. Cerpen ini berjudul Roman Psikopat. Om Tasaro selain pandai meramu kata untuk enak dibaca, ia juga sangat lihai meracik judul. Sewaktu membaca judul ini, saya sempat mengernyitkan dahi dan langsung tertarik seperti apa isinya. Ternyata, Roman adalah nama tokoh di dalam cerpen ini. Dia sangat paham dan sifat serta sikapnya mengenai hal-hal berbau kekejaman. Ketika ditanyai tentang pertanyaan untuk membuktikan orang adalah psikopat, dia menjawab dengan sangat lancer dan semakin memperjelas bahwa sikapnya cenderung kesana.

Sampai dia mempunyai pacar yang sangat tidak menyukai kucing, sementara kucing yang ada di kosnya adalah kucing kesukaannya. Pacarnya itu ingin Roman membunuh si kucing jika dia benar-benar mencintainya. Roman merasa sangat dilemma. Roman akhirya mendapatkan cara untuk membahagiakan pacarnya. Dia membunuh kucing kesayangannya dan menghadiahkan mayatnya ke pacarnya. Dia berpikir hadiah yang berisikan mayat kucingnya akan membahagiakan pacarnya yang menyuruhnya membunuh kucing itu.

Setiap cerpen-cerpen dalam buku ini endingnya tidak gampang tertebak, sehingga saya sendiri terus merasa penasaran ketika memulai membaca judul yang berikutnya. Namun, ada beberapa cerpen yang membuat saya agak kurang paham maksud dari kalimat-kalimat yang disuguhkan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s