CineUs

Image

CINEUS

Karya Evi Sri Rezeki

Copyright© 2013 by Evi Sri Rezeki

All rights reserved

Penyunting: Dellafirayama

Penyelaras aksara: Novia Fajriani, @kaguralin

Penata aksara: Nurul M Janna

Perancang sampul: Fahmi Ilmansyah

Penggambar illustrasi isi: Anisa Meilasyari

Diterbitkan oleh teen@noura

PT Mizan Publika

Cetakan I, Agustus 2013

304 hlm; 13×19 cm

Demi menang di Festival Film Remaja, Lena rela melakukan apa saja. Bukan hanya demi misi mengalahkan mantan pacarnya yang juga ikut berkompetensi, tetapi karena diapun harus mempertahankan Klub Film sekolahnya. Soalnya klub kecilnya itu kurang didukung oleh pihak sekolah. Padahal salah satu kreativitas siswa bikin film, kan!

Untung ada satu orang yang bikin hari-hari Lena menjadi lebih seru. Si cowok misterius yang kadang muncul dari balik semak-semak. Apaaa? Wh, dia bukan hantu lho… tapi dia memang punya tempat persembunyian ajaib, mungkin di sanalah tempat dia membuat web series terkenal favorit Lena. Nah, siapa tahu cowok itu bisa membantu Lena biar menang festival.

Kisah Lena ini seperti film komedi-romantis yang seru. Jadi, selamat nonton, eh, baca! 🙂

Di dunia ini, ada dua hal yang pantas diperjuangkan. Yaitu impian dan cinta. (hlm, 242)

Novel ini berisi tentang perjuangan Lena dan kedua sahabatnya Dania dan Dion dalam mempertahankan dan memajukan klub film di sekolahnya. Jangankan murid-murid, pihak sekolah saja acuh tak acuh dengan klub film mereka. Terbukti ketika mereka yang setiap rutin mengadakan nonton bareng, hanya dari kalangan mereka-mereka saja yang berpartisipasi, malahan brosur-brosur yang mereka bagikan ada yang dibuang, dicoret-coret dan sebagainya. Ketika mereka mengajukan dana ke pihak sekolah, yang ada malah mereka dituntut terlebih dahulu membawa pulang piala untuk sekolah.

Kemenangan lahir dari proses, dari perjuangan! Kamu tahu, sebanyak apa pun kamu mencari pengakuan dari orang lain, kamu tidak akan pernah bisa memuaskan dirimu sendiri! Karena kepuasanmu bukan berasal dari hatimu sendiri! (hlm 226)

Penderitaan mereka dan Lena sendiri tidak sampai disitu. Basecamp klub buku mereka dirampas oleh salah satu anggota mereka yang berkhianat dan mendirikan klub serupa dengan nama lain. Lena sendiri mendapat tantangan dari mantannya yang bernama Adit untuk memenangkan lomba menulis scenario dan juga pembuatan film pendek di Festival Film Remaja dengan perjanjian yang sangat memalukan.

Ditengah keputusasaan Lena dan kawan-kawan, datanglah sang penyelamat yang belakangan diketahui Lena bernama Rizki. Awalnya Lena memanggilnya dengan Anak Hantu, karena keberadaannya selalu datang tiba-tiba. Ternyata dia juga adalah orang yang menjadi favorit Lena dalam pembuatan web series. Mereka menjadi akrab satu sama lain. Lena berhasil mengajak Rizki bergabung dan membntunya di klub film.

Konflik ternyata tidak sampai disitu juga, persahabatan mereka sempat hancur. Romi, yang merupakan anggota yang berkhianat memnprovokatori salah satu dari mereka. Dion mengidap penyakit ADHD – Attention Deficit Hyperaction Disorder-  yang tingkat pelupanya tinggi dan selalu gagal focus berhasil dimanfaatkan Romi. Tapi keteguhan mereka membuat sahabatnya kembali.

Sahabat pasti akan kembali sekalipun bertengkar hebat. Sahabat sejati selalu punya tempat di hati, kehilangan mereka menyisakan ruang ksosong yang tak bisa ditambal lagi. (hlm 215)

Nah, bagaimana kelanjutan klub film Lena dan kawan-kawan? Mampukah Lena dan kawan-kawan memenangkan Festival Film Remaja dan Lena sendiri mengalahkan mantannta? Bagaimana akhir dari kisah Lena yang awalnya memfavoritkan Rizki?

Novel ini berhasil saya selesaikan dalam satu hari, karena isinya memang ringan. Yah, hampir sama dengan cerita teenlit kebanyakan. Konflik antara teman dan kisah cinta monyet. Tapi satu yang membedakan adat SMA dalam hal gencet menggencet, di novel ini diangkat persaingan antar klub, bukannya antar geng yang tidak jelas juntrungannya apa. Tapi tetap, bullying.

Di bab-bab awal, saya sangat bosan membacanya. Sebenarnya tidak suka dengan karakter Lena di awal yang emosian, tapi belakangan saya sangat suka dengan sifatnya yang gigih. Ada juga beberapa typo di dalamnya. Saya suka dengan konflik-konflik yang terjadi di dalam novel ini, alurnya pas sekali dan tidak gampang tertebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Saya juga suka dengan kisah percintaan mereka, benar-benar khas gaya anak SMA, berhasil membuat saya tersenyum-senyum sendiri.

Novel teenlit satu ini juga ternyata tidak sama persis dengan teenlit-teenlit lainnya yang hanya berisi cinta-cintaan dan konfliknya. Novel ini memberikan motivasi-motivasi bagi mereka yang ingin mengejar mimpi dan juga cinta. Banyak hal yang bisa dipelajari dari novel ini, pengetahuan baru.

Saya member nilai 3 dari 5 bintang untuk novel ini. Saya suka dengan sampulnya yang berwarna biru dan gambar ketiga sahabat itu. Mereka membawa peralatan membuat film yang memang mengisyaratkan akan isi novel. Saya juga suka dengan adanya ilustrasi-ilustrasi di dalamnya. Novel ini seru dijadikan teman minum kopi, hehe.

Image

Image

Image

Tulisan ini disertakan dalam Lomba Review Novel CineUs bersama Smartfren dan Noura Books

ImageImage

Advertisements

5 thoughts on “CineUs

  1. Binatang Jalang says:

    Sahabat pasti akan kembali sekalipun bertengkar hebat. Sahabat sejati selalu punya tempat di hati, kehilangan mereka menyisakan ruang ksosong yang tak bisa ditambal lagi. (hlm 215)

    Like This!! Reviewnya Jadi bikin penasaran pengen tau kayak apa endingnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s