Rain And Tears

2759_Rain-Tears-Ping-web

Rain and Tears
Faisal Oddang
Editor: Vita Brevis
Desainer Cover: Ann_Retiree
Layouter: Fitri Raharjo
Pracetak: Endang
Cetakan Pertama, Maret 2014
Penerbit: PING!!!
315 hlm

Percayalah demi cinta, tak sekadar rindu yang membawamu kembali sebab luka juga adalah jalan pulang. Dan air mata akan setia membuka pintu masa lalu. setiap rindu punya alamatnya masing-masing tapi tak semua dapat ditempuh dengan selamat.

Aku percaya kesedihan dalam cinta hanya cara Tuhan mengabarkan bahwa kelak akan jelang bahagia, hanya saja waktu masih tetap penyimpan rahasia paling tangguh (hlm 104)

Ini adalah kisah cinta Faisal Oddang. Dimulai dari ketika dia memasuki Sekolah Menengah Atas, dia menyukai seorang gadis bernama Nur Amalah Firman atau Naf, seperti yang selalu dipakai orang untuk menyapanya. Tetapi ayah Naf tidak merestui hubungan mereka. Kakak kelas yang merupakan ketua OSIS di tempat mereka bersekolah menyukai Faisal. Di sinilah problema cinta dimulai. Belum lagi salah satu sahabat Faisal menyukai Naf. Yah, begitulah kehidupan putih abu-abu. Sampai akhirnya, kesetiaan Faisal dan kegigihannya terhadap Naf membuat orang tua Naf luluh. Tapi ternyata, cinta yang Naf rawat tidak seperti cinta Faisal. Cinta Naf adalah cinta tanpa nafsu, sedangkan Faisal menginginkan dekapan hangat. Akhirnya mereka pun putus.

Tidak ada yang perlu disesali, buat apa menangisi cinta yang tidak sama dengan cintamu (hlm 235)

Setelah Faisal masuk ke dunia perkuliahan, dia berkenalan dengan perempuan yang bernama Zahidah Zahrah atau Zha. Dengan Zha, Faisal menemukan cinta yang seperti cintanya. Kemana-mana mereka selalu berpegangan tangan, mesra. Sampai akhirnya Zha hamil. Itu menyebabkan hidup Faisal berubah total.

Sebelum saya spoiler, saya hentikan saja cerita saya. Kalian yang ingin baca bukunya segeralah beli atau pinjam punya teman.

Mengenai Faisal Oddang, mungkin sudah banyak yang mengenalnya. Iya, dia lebih dikenal dengan @sajakimut. Saya tidak pungkiri kalau sajak-sajaknya memang imut. Saya juga suka sajak-sajaknya. Dia sudah menerbitkan beberapa buku puisi dan ini adalah novel pertamanya. Melalui novelnya ini saya jadi tahu kalau Faisal ini orangnya konsisten dalam hal gaya menulis. Bahasa yang digunakan dalam novel ini seperti sajak-sajaknya. Mungkin bisa dibilang novel sajak? Entahlah. Tapi sejujurnya saya kurang sreg dengan tulisannya kali ini.

Mengapa saya katakan demikian? Dengan bahasanya yang puitis dan mendayu-dayu kurang pas rasanya disandingkan dengan cerita anak SMA yang sudah memakai istilah MOS, masa orientasi siswa, dan mulai mengenal media social bernama facebook. Ketika saya membaca novel ini, saya seperti merasakan hal yang sama ketika membaca buku Tenggelamnya kapal vanderwijck. Kesannya seperti cerita yang sudah lama sekali. Padahal, ceritanya bisa menarik karena mengangkat soal cerita cinta anak SMA dan persahabatan. Saya tipe orang yang gampang  mengucurkan air mata, tapi saya sama sekali tidak menangis di novel ini. Bertambahlah kekecewaan saya. Tapi, yah kembali dengan selera masing-masing pembaca sih yah.

Mengenai judulnya, Rain and Tears saya mencari-cari selama halaman berjalan di mana letak hujannya? Dan saya akhirnya menemukannya di halaman terakhir. Upss semoga ini bukan spoiler. Hehe. Hem, saya juga kurang suka dengan sampulnya yang berwarna hitam dan putih, semakin menambah kelam novelnya.

Saya beri 2 dari 5 bintang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s