You Are The Apple of My Eye

20517097

You’re the Apple of My Eye

A novel by Giddens Ko

The Indonesian version ©2014 is published and distributed by Haru Publisher Indonesia

Penerjemah: Stella Angelina dan Fei

Penyunting: NyiBlo

Cover designer: Dedy Andrianto

Cetakan pertama, Februari 2014

350 hlm; 20 cm

Semua berawal saat Ke Jingteng, seorang siswa pembuat onar, dipindahkan untuk duduk di depan Shen Jiayi, supaya gadis murid teladan itu bisa mengawasinya. Ke Jingteng merasa Shen Jiayi sangat membosankan seperti ibu-ibu, juga menyebalkan. Apalagi, gadis itu selalu suka menusuk punggungnya dengan pulpen saat ingin tidur di kelas hingga baju seragamnya jadi penuh bercak tinta. Namun perlahan Ke Jingteng menyadari, kalau Shen Jiayi adalah seorang gadis yang sangat special untuknya.

Baca bareng bulan ini adalah tema adaptasi. Novel yang diadaptasi ke film, atau sebaliknya.

Awalnya, saya menonton filmnya dan sempat ragu ini film apa siih. Yah, yang sudah nonton pasti tahu lah dengan adegan nganu-nya, haha. Tapi dengan teguh saya tetap menontonya dan ternyata filmnya so sweet. Nah, dari situlah saya mau membaca bukunya. Dan oh…. Bukunya lebih lebih l e b i i i h manis.

Tidak ada gadis yang suka laki-laki yang tidak bisa bangkit dari keterpurukannya. Hal itu hanya akan membuat si gadis merasa dirinya seperti seorang ibu yang harus menjaga anaknya – Shen Jiayi (hlm 95)

Kata-kata Shen Jiayi itulah yang membuat Ke Jingteng menyebutnya sebagai ibu-ibu dan Shen Jiayi menyebutnya kekanak-kanakan.

Membaca novel ini tidak seperti novel percintaan remaja biasanya, ini lebih realistis. Kenapa, karena walau Ke Jingteng sangat menyukai Shen Jiayi dia tetap menjalin hubungan dengan beberapa gadis lainnya, begitupun sebaliknya. Kalimat Shen Jiayi di atas adalah nasihat untuk Ke Jingteng yang mulai putus asa ketika ragu akan seorang gadis yang disukainya.

Saya juga suka dengan hubungan percintaan di sekolah semacam ini membuat sesorang lebih semangat belajar dan memperoleh nilai yang baik. Di salah satu halaman ada yang mengatakan bahwa semestinya orang tua tidak perlu terlalu khawatir jika anaknya mulai menyukai lawan jenis di sekolah jika dampaknya seperti ini. Iyah, jika dampaknya seperti di novel ini.

Shen Jiayi yang manis, pintar dan baik hati. Siapa yang tidak tertarik dengan gadis seperti dia? Ke Jingteng ternyata mempunyai banyak saingan dan itu teman-temannya sendiri. Dia pun mengatur strategi untuk menyingkirkan mereka. Ke Jingteng bahkan ikut belajar bersama Shen Jiayi di sekolah sampai malam.

Aku akan mempergunakan masa mudaku untuk giat belajar. Selain itu, aku juga sekalian menjaga seorang gadis rajin yang selalu tinggal di sekolah untuk belajar sampai malam – Ke Jingteng (hlm 121)

Tuh kan, Ke Jingteng manis. Tuh kan, saya jatuh cinta (lagi) hahaha.

Di novel ini saya membaca sambil mengangguk-angguk sama banyaknya dengan tersenyum-senyum. Sama seperti dibagian ketia menceritakan mimpi. Pembicaraan mengenai mimpi menjadi salah satu hal untuk membuat perempuan terkesan. Nah! Jadi Shen Jiayi, Ke Jingteng dan para pesaingnya menceritakan mimpi-mimpi mereka untuk menaklukkan hati Shen Jiayi. Tapi dengan manisnya, Ke Jingteng tidak membeberkan mimpi sebenarnya.

Aku ingin menjadi seorang yang hebat. Biarkan dunia ini bisa berubah sedikit demi sedikit karena ada aku – Ke Jingteng

Dan dalam hati dia berucap sambil menatap mata Shen Jiayi.

Karena duniaku tak lain adalah hatimu (hlm 197)

Mungkin di sini Ke Jingteng ingin melihat perubahan dari Shen Jiayi yang baik-baik, terutama pada hati dan perasaannya untuknya. Haaaa, tidakkah ini sungguh manis?

Paling suka sewaktu Ke Jingteng membuatkan baju yang digambarnya sendiri, baju bertuliskan “You Are The Apple of My Eye”

Dulu, masih belum mengerti juga kenapa judulnya seperti ini. Ternyata arti kata tersebut adalah kamu orang yang spesial untukku.

In Old English, the pupil of the eye (the round, dark center) was called the ‘apple’. It was thought that the pupil was a round object much like an apple (a piece of fruit). When you look at someone, their reflection appears in your pupil. So if someone is the ‘apple of your eye’, he or she is someone that you look at a lot and enjoy seeing

url

Semua perempuan (mungkin) ingin menjadi Shen Jiayi sewaktu membaca ini.

Shen Jiayi yang kerjanya hanya belajar dan tidak terlalu pusing akan cinta, Ke Jingteng yang tidak pernah punya waktu dan keberanian untuk menyatakan cintanya ke Shen Jiayi pada akhirnya lebih mudah menyatakan dan menerima cinta dari orang lain. Mungkin begitulah adanya, akan sulit rasanya jika kita terlalu dekat kepada seseorang dan ingin menjadikannya kekasih. Tapi hubungan mereka tidak berlangsung lama, Shen Jiayi dan Ke Jingteng pun dekat kembali.

Kau tidak memilihku, tapi memilih dia. Jadi seharusnya dia adalah orang yang lebih baik dariku – Ke Jingteng

Bukankah sat berpacaran dengan seseorang, soal baik dan buruknya dia, tidak terlalu berpengaruh, kan? Yang paling penting tetaplah perasaan – Shen Jiayi (hlm 294)

Pasang surut kisah cinta Ke Jingteng dan Shen Jiayi berlangsung hingga bertahun-tahun. Akankah mereka bersama?

Ih sok misterius. Haha.

Saya akan memberi penutup yang manis, bisa juga jadi bahan perenungan, haha.

Tanpa benang merah dari dewa jodoh, memperjuangkan cinta rasanya sangat sulit dan perlu melalui banyak kejadian – Ke Jingteng (hlm 308)

Banner_BacaBareng2015-300x187

Advertisements

One thought on “You Are The Apple of My Eye

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s