Lima Sekawan di Pulau Harta

20150406_163101

Five On A Treasure Island

By Enid Blyton

All rights reserved

Lima Sekawan di Pulau Harta

Alih bahasa: Agus Setiadi

Penerbit PT Gramedia Jakarta

Cetakan ketujuh: Juli 1984

179 hlm

Badai besar melanda Pulau Kirrin. Kapal milik kakek dari kakek George yang sudah berpuluh-puluh tahun yang lalu karam, secara luar biasa terangkat dari dasar laut. Dalam bangkai kapal itu Lima Sekawan menemukan kotak tua berisi peta puri Kirrin, lengkap dengan tanda di tempat batangan-batangan emas disembunyikan. Sayangnya, Paman Quentin yang tak tahu menahu mengenai emas ini menjual kotak berikut petanya kepada pembeli barang-barang antik.

Berawal dari tidak jadinya Julian, Dick dan Anne pergi berlibur bersama kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya tidak ingin mengecewakan mereka bertiga, sehingga berniat mengirim mereka untuk berlibur ke rumah paman mereka yang juga memiliki anak yang seumuran dengan mereka. Tapi, anak-anak merasa ragu karena mengetahui kalau Paman mereka yang bernama Quentin sangat galak. Tapi bujukan ibunya ampuh dan berlibur ke sanalah mereka.

Anak paman mereka adalah perempuan, bernama Georgina. Tapi dia tidak suka dianggap perempuan sehingga tidak senang akan namanya, dan orang-orang memanggilnya George. Tampilannya juga seperti anak laki-laki. Sebagai anak tunggal, dia tidak pernah hidup dengan berbagi, jadi sulit baginya untuk menerima kedatangan ketiga saudara sepupunya. Paman dan sepupu yang galak dan tidak ramah. Untung saja Bibi mereka orang yang sangat baik dan ramah, jadi mereka betah tinggal di sana.

Julian, Dick dan Anne adalah anak yang ramah sehingga lama kelamaan sikap jutek George tidak nampak lagi. Malahan dia menyukai ketiga anak itu dan memperkenalkannya kepada Timmy, anjing kesayangannya. Disamping itu, George juga mengajak sepupunya ke Pulau Kirrin, pulau yang dianggap miliknya, juga melihat bangkai kapal yang juga dianggap miliknya.

George merasa bahagia. Ia sudah sering ke situ sebelumnya, tetapi selalu sendirian. Hanya Tim saja yang ikut. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri takkan mengajak orang lain ke situ, karena dirasakannya hanya akan merusak suasana. Tetapi ternyata suasana tak rusak karena kehadiran Julian beserta kedua adiknya. Bahkan menjadi semakin asyik. Untuk pertama kalinya George menyadari bahwa kesenangan yang dibaginya dengan orang lain merupakan kenikmatan yang berlipat ganda. (hlm 69)

Tapi badai yang terjadi membuat kapal yang karam naik ke permukaan. Mereka semua meyelidiki kapal dan menemukan sesuatu yang sangat berharga. Tapi Paman –ayah George- yang mengetahui adanya benda berharga yang didapat keempat anak itu menyita barang tersebut, bahkan sampai menjualnya. Anak-anak merasa tidak rela, terlebih lagi George karena itu adalah pulaunya. Di sinilah petualangan mereka yang sebenarnya terjadi.

Ah, saya suka sekali keempat anak ini dan tentu saja dengan Tim, anjing yang pintar dan ramah. Memikirkan petualangan anak-anak ini sungguh seru, dibanding –tentu saja- dengan anak-anak sekarang yang lebih mengutamakan main game di gadget.

Saya suka sekali dengan Anne, gadis imut dan paling muda. Kalimat-kalimat yang digunakannya kadang lucu dan membuat tertawa.

“Kelihatannya seperti baru kembali dari tukang cuci.”

Maksudnya, hari itu memberikan kesan baru dan indah. Karena mereka sempat mengalami kejadian buruk, jadi hari itu serasa bersih kembali, segar kembali seperti dari tukang cuci. Hahaha.

Saya suka dengan persaudaran Julian, Dick dan Anne. Mereka selalu saling menjaga satu sama lain, apalagi terhadap Anne yang paling kecil. Mereka manis sekali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s