Leafie: Ayam Buruk Rupa dan Itik Kesayangannya

1382988291394608836

LEAFIE: Ayam Buruk Rupa dan Itik Kesayangannya

Diterjemahkan dari Madangeul Naon Amtak

Karya Hwang Sun-Mi

Copyright © Hwang Sun-Mi, 2000

All rights reserved

Penerjemah: Dwita Rizki Nientyas

Diterbitkan oleh Penerbit Qanita

Cetakan I, Februari 2013

224 hlm; 20,5 cm

Leafie, seekor ayam petelur, mengidamkan menetaskan telur sendiri. Tetapi itu tidak mungkin karena setiap hari telurya diambil majikan untuk dikonsumsi. Setiap hari Leafie menghabiskan waktu memanangi keluarga ayam dan bebek di halaman yang bahagia berlarian kesana kemari.

Ketika dibuang kelubang pembuangan ayam sekarat, Leafie hampir dimangsa Musang. Untung ia ditolonng Pengelana, bebek liar yang sayapnya luka dan tidak bisa terbang. Pengelana mengajarinya bertahan hidup di padang rumput yang penuh bahaya. Lalu Leafie menemukan sebuah telur di rimbun semak. Telur itu memicu semangat hidupnya, memancing nalurinya sebagai ibu. Leafie tidak menyangka saat dirinya memutuskan untuk mengerami telur itu, ia melangkah ke sebuah petualangan yang luar biasa.

Leafie lelah menjadi ayam petelur. Seperti itulah yang dirasakan Leafie, sehingga dia tidak ingin bertelur lagi. Oleh karena itu dia dianggap ayam yang sakit dan dibuang oleh majikannya. Tetapi sebenarnya, jauh didalam lubuk hati Leafie, dia selalu ingi bertelur tetapi ingin juga mengerami telurnya seperti ayam betina lainnya. Dia senang akhirnya bisa dikeluarkan dari kandang ayam. Tapi, hidup di luar kandang tidak semudah yang dia impikan. Dia terasingkan dari kawanannya sendiri, keluarga ayam yang tinggal di halaman.

Tapi akhirnya dia berteman dengan seekor bebek liar yang baik hati. Dia juga dikucilkan oleh keluarga bebek karena mereka tidak sejenis.

“Dedaunan ibu dari para bunga. Bernapas sambil bertahan hidup walau dihempas angin. Menyimpan cahaya matahari dan membesarkan bunga putih yang menyilaukan mata. Jika bukan karena dedaunan, pohon pasti tidak dapat hidup. Dedaunan benar-benar hidup.”

“Leafie – dedaunan, benar, nama yang sangat cocok untukmu.” (hlm 85)

Bebek liar, pengelana pun mengajari Leafie untuk bertahan hidup dan tidak pernah menyerah walau diasingkan, seperti dirinya.

Sampai akhirnya, Leafie yang ingin beristirahat menemukan sebuah telur. Dia menunggu induk telur itu datang tapi tidak, akhirnya dia memutuskan untuk mengeraminya. Impiannya terwujud. Dia kan menjaga telur itu sampai menetas. Tanpa disangka, pengelana selalu menemani Leafie, dia membawakan makanan untuk Leafie, menemaninya berjaga dari ancaman Musang yang berkeliaran. Sampai Pengelana dimangsa oleh Musang. Saat itu juga telur itu menetas.

Tidak pernah ada yang berhenti dan beristirahat di setiap sudut padang rumput. Jika ada yang mati, ada yang lahir. Perpisahan dan pertemuan datang disaat yang hampir bersamaan. Karenanya ia tidak dapat selalu bersedih. (hlm 99)

Leafie tidak mengetahui kalau anak yang lahir bukan dari jenisnya, maka sewaktu Leafie membawa anaknya ke halaman demi keamanan dari incaran Musang, mereka malah diolok-olok. Ayam menetaskan bebek, sungguh memalukan. Keluarga bebek pun mengucilkan si anak bebek. Jadi mereka meninggalkan halaman dan hidup sebagai pengelana.

Sekarang kamu sudah mempelajari satu hal lagi. Walaupun satu jenis, belum tentu semuanya saling mencintai yang paling penting adalah saling memahami. Itu baru namanya cinta. (hlm 173)

Leafie menamai si anak bebek, Greenie. Walaupun mereka tidak sejenis, mereka saling mencintai. Leafie juga mampu menjaga Greenie dan medidiknya.

Ah, saya suka sekali buku ini. Benar-benar mengajarkan cinta dan kasih sayang yang tulus. Bahkan Leafie yang tidak tahu telur apa yang dieraminya, nalurinya sebagai wanita dan ibu tetap mendorongnya untuk menjaga si telur, bahkan setelah anaknya lahir dia tetap mencintainya.

Saya juga suka sekali gambar-gambar yang ada didalamnya. Cantik.

20150421_081738

20150421_08164820150421_081817

Terjemahan dalam bahasa Inggris berjudul, The Hen Who Dreamed She Could Fly.

17707648

Jadi beda banget yah terjemahan Indonesianya. Memang cocok sih, karena di awal buku tertulis, “Aku juga ingin pergi. Aku ingin terbang mengikuti mereka. – Leafie”

Yah, bagaimana pun, ibu tidak akan pernah benar-benar melepas anaknya. Sewaktu Greenie ikut bermigrasi bersama kawanannya, Leafie pun ingin ikut serta, pasti untuk menjaga anaknya, memanstikan anaknya tetap baik-baik saja. Tapi, dia hanya seekor ayam, yang tidak bisa terbang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s