Cinta Tak Perlu Tanda Baca + Giveaway

IMG_20150721_204704

Perpustakaan Nasional Indonesia; Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Cinta Tak Perlu Tanda Baca

Sri Ulang Sari

Editor: Arya Putranegara

Penerbit Kinomedia 2015

Cetakan I, 2015

175 hlm, 13×19 cm

Titik atau koma bagiku sama saja, tak menghentikan apapun atau melanjutkan apapun. Kisah cinta ini pun tak perlu tanda baca untuk menyelesaikan segalanya.

Ada sekian banyak problema cinta di dunia ini, tapi aku tak mengerti mengapa ada laki-laki yang benar-benar tak berhasrat pada seorang perempuan meski dia telah menyerahkan dirinya secara utuh sekalipun. Aku tahu cinta tak pernah butuh alasan tapi butuh balasan dan dalam hal ini aku tak memperoleh itu. Meski di dalam hatiku bagai remuk, namun aku sadar tak selayaknya aku memaksakan keinginanku. Setelah sekian lama bertindak bodoh di depannya, sekarang mataku terbuka lebar, aku tak punya tempat di hatinya. Tak ada. Semua tempat itu telah diisi oleh seseorang meski aku tak pernah mau percaya ada cinta yang sedemikian itu.

Setelah jatuh berkali-kali, kehilangangan berkali-kali, kini aku paham bahwa tak semua hal harus berjalan sesuai kehendak. Terkadang ada yang bercabang ke mana-mana, ada yang mencapai tujuan dan beberapa malah menemui jalan buntu. Hidup tak ubahnya sebuah perjalanan, dan perjalanan adalah pengalaman, dan cinta adalah sesuatu yang tak habis diselami. Untuk merasakan cinta, kita harus siap encecapi derita penolakan ataupun kejilangan. Dala, hal ini, aku tak mengalami penolakan, juga tak mengalami kehilangan, aku seutuhnya memiliki cinta. Cinta yang hanya aku yang tahu.

Hidup Diandra kini hampa, dia sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Kekasihnya, oh lebih tepatnya tunangannya telah mengkhianati cintanya. Yang Diandara tidak habis pikir adalah, tunangannya yang bernama Adrian itu berselingkuh dengan bos Diandra. Bagaimana hidup Diandra tidak hampa, dia harus merelakan hatinya dicabik-cabik oleh tunangan dan bosnya serta harus mengorbankan pekerjaannya karena tidak sanggup lagi bekerja sekantor dengan bosnya.

Cinta saja tidak cukup, dalam hal ini kejujuran dan kepercayaan adalah yang terpenting. Jika kedua hal itu telah hilang, maka apalagi yang tersisa dari cinta itu sendiri? – Diandra (hlm 86)

Meskipun larut dalam kesedihan, Diandra tidak berdiam diri. Dia kembali melamar pekerjaan dan langsung diterima di perusahaan besar. Ini karena Diandra memang pintar karena lulusan luar negeri. Dan oh, Diandra memiliki perasaan lebih terhadap bosnya kali ini. Hal ini terjadi karena beberapa kali Julian – nama bos baru Diandra- adalah cowok yang berkali-kali menolong Diandra ketika hilang kesadaran akibat tertalu memikirkan masalahnya dengan Adrian. Perempuan memang cepat sekali terenyuh jika ada yang perhatian kepadanya, terlebih ketika baru saja putus cinta. Hahaha.

Tidak baik mengambil kesimpulan terlalu dini, sebaiknya kamu pelajari terlebih dahulu. Belajarlah dari yang sudah-sudah, Ndra – Retno (hlm 115)

Untung saja Diandra punya sahabat yang baik seperti Retno. Diandra yang blak-blakan sedangkan Retno yang kalem. Retno senantiasa menghibur dan memberikan masukan kepada Dandra. Apalagi ketika mengetahui bahwa sahabatnya itu telah jatuh cinta kepada Julian yang katanya memiliki mata berwarna biru. Yah, siapa yang tidak terpesona dengan Julian yang bos di sebuah perusahaan, tubuh bagus dan matanya yang berwarna biru itu?

Mata birunya itulah yang pertama kali seperti mengajakku untuk berenang di sana dan tak perlu takut apakah akan tenggelam atau terbawa arus. Sebab di sana begitu menenangkan dan menyenangkan – Diandra (hlm 125)

Aku tahu cinta tak pernah butuh alasan tapi butuh balasan – Diandra (hlm 177)

Tapi, tapi, Diandra lagi-lagi harus kecewa karena cintanya ternyata bertepuk sebelah tangan. Sekeras apapun usahanya.

Di balik mata biru itu tak hanya kenyamanan, yang dia tawarkan tapi juga kepahitan. Aku lupa bahwa lautan yang berwana biru menunjukkan kedalaman yang sulit dijangkau – Diandra (hlm 177)

Kenapa, kenapa Julian tidak mampu menerima cinta Diandra?

***

Kamu akan mendapatkan Diandra yang lain setelah membaca buku ini. Saya hanya tertawa malu-malu saat membaca dan mengetahui sifatnya. Yah tentu saja dibuat jengkel juga oleh Adrian yang yah, kamu tahulah tipe laki-laki yang ketahuan selingkuh tapi tidak ingin melepaskan? Errrrgh.

Dan oh Julian yang bermata biru itu….

Aku hanya menangkap bahwa Julian masih merupakan tanda tanya yang harus aku cari sendiri jawabannya – Diandra (hlm 168)

Saat tiba di halaman itu kamu juga akan mengalami yang Diandra rasakan.

Dan entah kenapa dibalik sifat peduli, mapan, tampan dan mata birunya, Julian tidak sepenuhnya membuat saya jatuh cinta. Hahaha *kayak Julian mau aja.

Well, masih banyak typo di dalam novel ini tapi, saya nyaman-nyaman aja sih bacanya. Terus, saya tidak suka sama sampulnya deh Kak Jingga, kalau cetak ulang harus yang lebih segar lagi yah.

Saya suka sekali dengan gaya menulis Kak Jingga ini, nyastra. Oh iya di setiap akhir bab, kak Jingga menyuguhkan puisi. Puisi yang ditulis oleh Diandra. Kak Jingga yang saya kenal memang jago dalam membuat puisi 😉

Ini ada beberapa kalimat yang saya sukai.

Tak kusadari waktu semakin bergulir di pergelangan tanganku. Luka-luka meng-aduh dengan sempurna. (hlm 10)

Seharian entah berapa kali HP itu bergetar, menggelepar bagai ayam habis disembelih. (hlm 15)

Masih tentang cemburu, perasaan ini benar-benar mengganggu. Bagai asap, takkan hilang dengan sekali galau. Ah, aku galau. (hlm 9)

Screenshot_2015-08-09-11-37-59-1-1

Waktunya Giveaway…….

IMG_20150802_150328-1

Kamu penasaran kenapa Julian menolak Diandra? Sebrengsek apa Adrian?

Nah, ada satu buah novel Cinta Tak Perlu Tanda Baca buat kamu yang beruntung.

Syaratnya:

  1. Domisili Indonesia.
  2. Follow twitter @Hujanrintih2
  3. Follow blog ini.
  4. Share giveaway ini dengan hastag #CintaTakPerluTandaBaca atau #CTPTB, formatnya bebas dengan mention @DhaniRamadhani dan @Hujanrintih2
  5. Jawab pertanyaan di bawah pada kolom komentar dengan menyertakan nama, akun twiiter/fb, link share, jawaban.

“Analogikan cinta versi kamu sendiri!”

Contoh:

Dhani Ramadhani

BTN Bukit Sehati Bontolooe Blok A no. 4 Jeneponto

@DhaniRamadhani

https://twitter.com/DhaniRamadhani/status/630229778843332609

Jawaban:

Cinta itu seperti upil, selalu kau cari tetapi akhirnya kau buang juga.

  1. Jawaban analogi yang menarik yang jadi pemenang.
  2. Giveaway ini berlangsung sampai dengan tanggal 16 Agustus 2015

Gimana, mudah kan? Tunggu apalagi, selamat berkreasi dan semoga beruntung 😉

Advertisements

18 thoughts on “Cinta Tak Perlu Tanda Baca + Giveaway

  1. anisantika says:

    Nama: Anis Antika
    Twitter: @AntikaAnis
    Link share: https://twitter.com/AntikaAnis/status/630703479808397314?s=03
    Jawaban:
    Cinta adalah, saat aku menangis ketika aku merindukan Ibu tapi nggak bisa ketemu. Cinta adalah, ketika aku merasa bahagia saat berada di antara keluarga dan sahabatku, saat aku tertawa mendengar candaan mereka. Cinta adalah, ketika aku mengikhlaskan sesuatu yang sangat berharga untukku, tapi aku nggak bisa memilikinya. Cinta adalah, tatapan hangat Ibu saat menatap Bapak.

  2. Pramestya Ambangsari says:

    nama : Pramestya
    twiiter : @p_ambangsari
    link share : twitter.com/p_ambangsari/status/630749563008086016
    jawaban : Cinta adalah sebuah aplikasi dalam program hidup manusia, kadang cinta bisa dimainkan seindah surga, kadang pula kau dapat kalah oleh pemain cinta lain yang membuatmu sakit melebihi neraka.

  3. xxmyu12 says:

    Nama : Dayu Ningsih
    Twitter : @XXChii_
    Link share :

    Cinta itu seperti bunga dandelion. Tumbuh liar .Dimanapun angin membawa benih Dandelion berhenti, disitulah Dandelion akan tumbuh .Terlihat sangat rapuh namun sangat kuat . Indah dengan kesederhanaannya.
    Tapi pada akhirnya setiap bunga akan layu dan kering kemudian mati meninggalkan benih dan tumbuh kembali ditempat lain dimana angin membawanya

  4. Aya Murning says:

    Aya Murning
    Palembang, Sumatera Selatan
    @murniaya

    Menurutku cinta itu seperti tumbuhan, dan mencintai itu ibarat gardening. Jika manusia membina suatu hubungan itu layaknya merawat sebuah tanaman (cinta) hingga ia tumbuh besar dan akhirnya berkembang dengan terus disirami perlakuan manis dan dipupuki kasih sayang. Tapi, sayangnya, ketika suatu hubungan harus berakhir di tengah jalan sama saja seperti mencabut paksa tanaman itu dari potnya sebelum ia berbunga. Akan ada akar yang tetap tertahan di sana. Begitu pula cinta, sekecil apa pun ia akan tetap ada dan berbekas.

  5. syaputradiddy says:

    Nama: Didi Syaputra
    Domisili: Jl. Trimas No. 88 Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau
    Twitter: @DiddySyaputra

    Link Share: https://mobile.twitter.com/DiddySyaputra/status/631660168376291328?p=v

    Jawaban:

    Layaknya nyala api, cinta mampu menghadirkan kehangatan. Tapi tak jarang, jikalau bermain-main dengannya ia sangat leluasa ‘tuk menghanguskan. Bahkan hingga berwujud serpihan abu sekalipun.

    Ketika mencinta, maka pada dasarnya telah berani menyalakan api serta siaga mengomandonya agar tak terbakar apalagi membakar. Pun begitu ketika dicinta, hendaknya ia harus siap menjaga nyalanya agar tak redup apalagi padam.

    Cinta tak menafikan ketergesaan. Namun, alangkah baik jikalau hadirnya secara perlahan. Kita mungkin tak bisa mencegah terlebih menghapus perasaan. Hanya saja kita bisa memilih, mengendalikan atau dikendalikan olehnya.

    Ketergesaan dalam cinta merupakan wujud dari nyala api yang membara. Mudah baginya menyulap kayu utuh menjadi seonggok abu. Sedangkan cinta yang hadirnya perlahan laksana bunga-bunga api yang menebar keindahan di tiap pijarnya. Meski nanti nyala api ‘kan membara. Ia telah terbiasa dengan percikkan panasnya.

  6. Elok Faiqotul says:

    ~ Elok Faiqotul
    ~ Kebon Candi Permai G24 Karang Sentul Gondang Wetan Kab. Pasuruan JATIM
    ~ Twitter : @_elokfa
    ~ Link Share : https://twitter.com/_elokfa/status/632402242457341954

    Langsung aja ya, g bisa basa-basi biasa soalnya ^^

    Bagi aku, Cinta itu ibarat nyari jarum di tumpukan jerami. Susah dan menguras energi. Sama kayak cinta. Selain susah buat ngejalaninnya, susah percaya nya (yg LDR), cinta jg kadang nguras hati & emosi. iya gak sih ?? kalo udah cemburu atau curiga g karuan, pasti bawaannya pengen marah2 atau enggak y ngambek. Cinta itu ibarat jarum di dlm tumpukan jerami. Padahal jelas2 susah buat nemu soulmate atau pasangan yg klop. Tapi kalo namanya cinta, pengorbanan spt apapun pasti bakal di jalanin. Meski udah tau bakalan susah kayak nyari jarum dlm tumpukan jerami. But.. itulah cinta, ceritanya tak pernah sirna ^^ tp bahagia Kan 🙂

  7. thiamelia says:

    Nama: Thia Amelia
    Akun twitter: @Thia1498
    Link: https://twitter.com/Thia1498/status/632725212497244160?s=01

    “Analogikan cinta versi kamu sendiri!”

    Cinta itu seperti novel, dicari-cari awalnya, dibaca, lalu setelah itu didiamkan begitu saja. Ketika nanti membutuhkan lagi, akan dicari-cari lagi, jika sudah benar2 bosan, akan disumbangkan ke orang lain, wujud novel nya memang hilang, tapi jalan cerita nya akan diingat sepanjanh waktu. Seperti cinta…

  8. rinspiration95 says:

    Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Lihat Tweet @RiniCipta: https://twitter.com/RiniCipta/status/632918389384581120

    Bagiku, cinta itu seperti laut. Kadang pasang kadang surut. Semakin dalam semakin gelap warnanya, dalam arti semakin dalam rasa yg kita rasakan maka akan semakin gelap juga penglihatan kita terhadap cinta itu. Laut juga luas dan sangat dalam sama seperti cinta yang tak terhingga.
    Cinta bisa tegar sekuat karang. Air laut juga asin dan membuat perih luka akibat cinta. Banyak biota yang netagam seperti beragam rada cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s