Scene On Three #4 – For One More Day

sceneonthree

 “Apakah aku akan mati?” tanyaku.

“Aku tidak tahu, Charley. Hanya Tuhan yang tahu itu.”

“Apa tempat ini surga?”

“Ini Pepperville Beach. Apa kau tidak ingat lagi?”

“Kalau aku sudah mati… Kalau aku mati… apakah aku akan bersama-sama Ibu lagi?”

Ibu menyeringai. “Oh,jadi sekarang kau mau bersamaku?”

Mungkin terdengar dingin di telingamu. Tapi ibuku hanya sedang menjadi dirinya sendiri, sedikit lucu, sedikit iseng, seperti apa adanya dia seandainya kami menjalani satu hari seperti ini bersama sebelum dia meninggal.

Lagi pula, dia juga dibenarkan untuk berkata begitu. Terlalu sering aku memilih untuk tidak bersama dengannya. Terlalu sibuk. Terlalu lelah. Tidak ingin melakukan apa pun bersamanya. Gereja? Tidak, terima kasih. Makan malam? Maaf. Datang berkunjung? Tidak sempat, mungkin minggu depan.

Hitunglah jam-jam yang seharusnya bisa kau habiskan bersama ibumu. Rentangannya sepanjang masa hidup itu sendiri – hlm 184

Scene dari For One More Day – Mitch Albom. Membacanya sukses membuat saya menangis dan langsung mengingat ibu. Scene ini mungkin bisa sedikit menjadi semacam penegur buat saya dan kamu.

Mana scene kesukaan kamu?

Silakan tuliskan scene yang ingin kamu bagikan, caranya:

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).
Advertisements

2 thoughts on “Scene On Three #4 – For One More Day

  1. bzee says:

    Betul banget, waktu beranjak dewasa kita terlalu asyik pada diri kita sendiri, kadang melupakan ada orang2 yang ingin menghabiskan waktu bersama kita di waktunya yg (sepertinya) sudah terbatas 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s