Time After Time

index2

Time After Time

Penulis: Aditya Yudis

Penerbit: GagasMedia

Cetakan pertama, 2015

Vii + 280 hlm; 13×19 cm

Lewat sebuah paket misterius, pintu masa lalu terbuka. Kau tiba-tiba saja diberi kesempatan menelusuri rahasia.

Akankah kau mengambil kesempatan yang mungkin hanya ada dalam dongeng belaka?

Lasja yang masih berkabung atas kematian ayahnya memutuskan mengambil kesempatan itu. Ada kenangan indah bersama sang Ayah yang ingin ia ulang. Ada rahasia tentang Ibu yang ingin ia ketahui kebenarannya.

Namun, ada kalanya, masa lalu memang seharusnya dibiarkan menjadi masa lalu. perjalanan waktu itu seharusnya tidak terjadi. Untuk apa jika hanya membuatnya kehilangan lagi?

Ketika kehilangan satu hal, kau akan mendapatkan hal lain yang lebih berarti. Lasja pernah percaya akan hal itu. Tetapi tidak kali ini, ketika tidak hanya cinta, masa lalu pun ternyata mengkhianatinya.

Ia hanya ingin kembali, bagaimana pun caranya. Akankah waktu mampu membawa gadis itu kembali, juga membuatnya jatuh cinta sekali lagi?

Waktu bisa saja mengelabuimu. Mengambil yang kau inginkan. Menjauhkan yang kau impikan. Member yang tak pernah kau harapkan. Mendatangkan seseorang yang nyaris tak kau duga.

Lasja baru saja berduka cita, ayah yang membesarkannya seorang diri meninggal dunia. Ibu Lasja yang dia tahu telah meninggal saat dia masih kecil. Belum sedih Lasja berkurang, dia sudah disuguhkan dengan masalah lain. Seorang penelpon misterius terus saja menghubunginya, menanyakan apakah Lasja sudah menerima paket kirimannya apa belum dan mengatakan bahwa ayahnya berbohong mengenai ibunya. Lasja yang merasa tidak mengenalnya dan tidak pernah pula memesan atau bahkan menerima paket tidak menghiraukannya.

Lasja dihadapkan lagi pada satu beban ketika dia bertemu dengan kawan lamanya, Tami. Tami menitipkan teman laki-lakinya yang bernama Lendra ke Lasja karena laki-laki itu tidak tahu menahu soal kota yang baru saja dia huni itu. Lasja mencoba menyanggupinya dan seolah-olah cowok itu sangat familiar dengannya walau Lasja tidak pernah mengingat mereka pernah bertemu di mana sebelumnya.

Saat membereskan barang-barang Ayahnya bersama Effie sahabatnya, akhirnya paket yang selalu ditanyakan oleh penelpon misterius ditemukan oleh mereka berdua. Isinya adalah sebuah kompas. Lasja tidak pernah tahu ada apa dengan kompas itu sampai suatu hari dia tiba-tiba berada di tempat yang begitu asing sekaligus familiar baginya.

Dia berada di rumah Ayahnya yang dulu. Lasja ada di masa lalu. Dia juga tidak mempercayai ini. Dia melintasi waktu seperti dalam film-film fantasi yang disukainya? Tapi dia memang menginginkannya, dia ingin mengetahui apa yang terjadi saat dia masih kecil dan masih belum mampu menyimpan ingatan. Mungkin ini yang Lasja inginkan, melihat keluarga utuh mereka. Masih ada Ayah dan Ibunya. Mereka sangat bahagia.

Tapi sewaktu Lasja ingin mencoba kembali ke masanya, Lasja kehilangan kompas itu. Lasja tidak ingin hidup di masa yang bukan tempatnya seharusnya. Dia panic dan terus mencari kompas itu, dan hasilnya nihil.

Terjebak di masa lalu ternyata berkali-kali lipat lebih buruk daripada patah hati – Lasja (hlm 92)

Yah, apalagi kalau benar-benar tidak bisa pulang kan?

Sekarang aku tidak tahu lagi bagaimana aku harus pulang. Mungkin aku harus menerima takdir, kalau sisa hidupku akan kuhabiskan di masa lalu – ya ini masa lalu buatku – Lasja (hlm 148)

Tapi, kehilangan kompas itu malah membuat Lasja bertemu dengan seorang laki-laki dan memperbolehkannya menginap untuk sementara waktu di rumahnya sampai Lasja menemukan sesuatunya yang hilang itu. Lasja tentu tidak mengatakan bahwa yang hilang itu adalah kompas. Siapa yang akan mempercayai bahwa dia datang dari masa depan?

Tapi apa yang Lasja harapkan sebelum datang atau yah kembali ke masa lalu tidaklah seperti yang dia inginkan dan beranggapan seandainya saja dia tidak menggunakan kompas itu. Seandainya dia tidak datang dan malah merusak keadaan-keadaan yang akan terjadi sesudahnya.

Rasa penasaran bisa membunuhmu, Lasja. Rasa penasaran bisa menjungkirbalikkan hidupmu dalam sesaat saja. Tapi hidupmu tidak akan lengkap sampai rasa penasaranmu tuntas – Lasja (112)

Bagaimana sebenarnya perasaan Lasja kembali ke masa lalu?

Apa dia senang akhirnya bisa mengetahui sesuatu tentang Ayah, Ibu dan dirinya sendiri di masa lalu?

Apa Lasja bisa kembali ke masa depan?

***

Pertama, terima kasih kepada Kak Adit yang memilih pertanyaan saya di #LiveInterview yang diadakan oleh Kak Atria dan mendapat buku ini dan juga tanda tangannya 😉

Sebagai penyuka fantasi dan mengetahui buku ini masuk ke dalam genre fantasi saya langsung tertarik, saya juga suka sampulnya.

Kak Adit suskes membuat saya ikut tegang saat Lasja berhasil kembali ke masa lalu dan menemukan fakta-fakta tentang kedua orang tuanya. Yah, seperti yang sudah-sudah saya bilang juga di review lainnya, saya selalu suka juga dengan novel yang bertema keluarga. Saya berhasil merasakan emosi Lasja saat bertemu dengan ibunya serta konflik yang terjadi antara mereka.

Saya juga selalu berpikir, bagaimana rasanya yah bertemu dengan dirimu sendiri di era yang berbeda? Hihihi. Tapi sebelum seperti Lasja, harus latihan dulu kali yah kalau mau melintasi waktu, tidak dengan terburu-buru. Udah kayak mau aja.

Tapi, tapi ada satu halaman yang buat saya pusing. Itu di halaman 217, ketika Lasja bertemu dengan Tami, awalnya kalimatnya bertuliskan bahwa janjian yang sebenarnya leibatkan Lendra juga tidak jadi karena Lendra ada kesibukan lain, tetapi di bagian akhir bertuliskan akhirnya Tami dan Lendra asik berbincang-bincang sehingga tidak menghiraukan Lasja.

Itu saja sih, yang lain saya suka. Terutama waktu Lasja menggunakan nama-nama tokoh fantasi ketika menyembunyikan identitasnya, hehehe.

Screenshot_2015-08-09-11-37-59-1-1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s