For One More Day

forone

For One More Day

By Mitch Albom

Copyright © 2006 by Mitch Albom

All rights reserved

Satu Hari Bersamamu

Oleh Mitch Albom

Alih bahasa: Olivia Gerungan

Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan keempat, Juli 2014

248 hlm; 20 cm

For One More Day adalah kisah tentang seorang ibu dan anak laki-lakinya, kasih sayang abadi seorang ibu, dan pertanyaan berikut ini: Apa yang akan kau lakukan seandainya kau diberi satu hari lagi bersama orang yang kau sayangi, yang telah tiada?

Ketika masih kecil, Charley Benetto diminta untuk memilih oleh ayahnya, hedak menjai “anak mama atau anak papa, tapi tidak bisa dua-duanya”. Maka dia memilih ayahnya, memujanya – namun sang ayah pergi begitu saja ketika Charley menjelang remaja. Dan Charley dibesarkan oleh ibunya, seorang diri, meski sering kali dia merasa malu akan keadaan ibunya serta merindukan keluarga yang utuh.

Bertahun-tahun kemudian, ketika hidupnya hancur oleh minuman keras dan penyesalan, Charley berniat bunuh diri. Tapi gagal. Dia justru dibawa kembali ke rumahnya yang lama dan menemukan hal yang mengejutkan. Ibunya – yang meninggal delapan tahun silam – masih tinggal di sana, dan menyambut kepulangannya seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Ini kisah sebuah keluarga dan, karena ada keterlibatan sesosok hantu, kau bisa menyebutnya cerita hantu. Tapi semua keluarga adalah sebuah cerita hantu. Mereka telah meninggal, tinggal duduk di meja kita lama setelah mereka pergi.

Kau bisa jadi anak mama atau anak papa, tapi tak bisa jadi keduanya. Jadi kau menempel pada siapa yang kau pikir bisa hilang – hlm 45

Chick Benetto akhirnya memilih menjadi anak papa dan juga meneruskan apa yang menjadi kegemaran ayahnya dulu yaitu menjadi pemain bisbol sedangkan ibunya sangat tidak suka. Ibunya menginginkan dia belajar yang baik dan menyelesaikan kuliahnya dan bekerja. Tapi pada suatu hari keadaan keluarga mereka berubah. Saat ayahnya tidak tinggal lagi di rumahnya. Chick akhirnya menjadi anak ibu. Ibu yang tidak menyukai dia bermain bisbol tapi selalu hadir di bangku penonton saat Chick berlomba.

Ibunya meninggal dan Chick menjadi hancur. Dia menjadi pemabuk berat dan juga keluarganya sendiri hancur. Hidupnya bersama Istri dan anaknya hancur. Hidupnya tambah tidak karuan ketika putri satu-satunya menikah dan dia sama sekali tidak diberitahu dan tidak diundang. Keluragnya malu dengan keadaanya sekarang, begitu pikirnya. Dan, dia akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Dia melakukan aksi bunuh diri sebanyak dua kali diwaktu satu hari tetapi yang namanya bukan ajal yah, dia tetap hidup. Selama dia melakukan aksi bunuh diri, yang selalu diingatnya adalah keluarganya terutama ibunya. Dan, bukannya meninggal, Chick malah dipertemukan oleh Ibunya yang sudah meninggal, di rumahnya sendiri. Yah, Chick pergi ke rumahnya semasa kecil sewaktu dia ingin bunuh diri.

Kalau seseorang ada di dalam hatimu, mereka tidak pernah benar-benar pergi. Mereka bisa kembali padamu, bahkan pada waktu-waktu yang tak terduga – hlm 178

Siapa yang percaya, kau bertemu dengan orang yang sudah meninggal dan itu ibumu? Chick juga merasa seperti itu, yang dia lakukan pertama kali adalah memeluknya. Yah, siapa pun pasti melakukan itu.

Ibu. Cuma sebuah bunyi sederhana, gumaman yang terhalang bibir yang terbuka. Tetapi ada puluhan juta kata di muka bumi ini, dan tak satu pun yang keluar dari mulutmu terasa seperti kata itu – hlm 65

Ibunya bahkan memasakkan sarapan seperti biasanya. Seperti saat Chick masih kecil, ibunya juga menyuruhnya menemaninya untuk satu harian penuh, mereka melakukan perjalanan.

Aku tak bisa melukiskannya, tapi masakan yang dimasak ibumu untukmu, terutama yang bisa dibuat siapa saja entah bagaimana, selalu memiliki rasa tertentu yang kau ingat senantiasa – hlm 78

Perjalanan hari itu bersama ibunya membuat Chick mengingat-ingat masa lalunya. Momen ketika ayahnya meninggalkan dia beserta ibu dan adiknya. Momen di mana ibunya selalu membela Chick kapan pun itu, momen Chick tidak membela ibunya sama sekali. Ada juga ketika dia yang menginjak masa remaja malu akan hadirnya ibunya, mulai malu menciumnyadi depan umum.

Anak-anak kadang melupakan itu. Mereka melihat diri sendiri sebagai beban dan bukan sebagai jawaban doa – hlm 92

Hitunglah jam-jam yang seharusnya bisa kau habiskan bersama ibumu. Rentangannya sepanjang masa hidup itu sendiri – hlm 184

Jadi apakah Chick hanya bermimpi ketika saat ibunya hadir?

****

Satu kata, sedih.

Baca ini baru di awal sudah sukses membuat saya berkaca-kaca dan khirnya menangis sungguhan. Iya, okeh saya cengeng, tapi kalau kamu baca ini dan nggak ada perasaan sedih pun, berarti kamu nggak punya perasaan, hihihi.

Membaca ini juga mendapatkan nasihat-nasihat seorang ibu yang mungkin akan berbeda yang pernah diberikan ibumu walau intinya tetap sama. Seperti mendapatkan nasihat-nasihat dari ibu sahabat baikmu atau calon ibumu…. Hahahhaa.

Ini nasihat yang sukses buat saya mewek.

Ini yang akan kau temui dalam pernikahan: kau harus mengusahakannya bersama-sama. Dan kau harus mencintai tiga hal:

  1. Satu sama lain.

  2. Anak-anakmu ( kalau kau sudah punya)

  3. Pernikahanmu.

Screenshot_2015-08-09-11-38-14-1-1

– hlm 169

Kau punya satu keluarga. Baik ataupun buruk keadaannya. Kau tidak boleh menukarnya. Kau tidak boleh mendustainya. Kau tak bisa menjalani dua pada saat bersamaan, berpindah-pindah dari satu ke yang lainnya. Tetap tinggal bersama keluargamu adalah apa yang menjadikannya keluarga – hlm 228

Kuharap kau tidak pernah mendengar kata-kata itu. Ibumu. Dia meninggal. Kata-kata itu berbeda dengan kata-kata lain. Kata-kata itu terlalu besar untuk telingamu. Kata-kata itu bagian dari sebuah bahasa asing, berat, kuat, yang berbenturan di luar kepalamu, bola dengan kekuatan menghancurkan yang menghajarmu lagi dan lagi, sampai akhirnya kata-kata itu membuat lubang yang cukup besar untuk masuk ke otakmu. Dan dengan begitu, kata-kata itu menghancurkanmu – hlm 215

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s