Jomblo: Prinsip atau Nasib

jomblo

Jomblo ( Prinsip atau Nasib)

Penulis: Riawani Elyta, Ade Anita, Afin Yulia, Anis Marzela, Atria Dewi Sartika, Eni Martini, Indah Sari Abidin, Neida Camelia, Nyi Penengah Dewanti, Sharina W.S., Wulansari.

Penyunting Bahasa dan Penyelaras Akhir: Ayu Wulandari

Penata Letak: Bagus Muhammad Ma’ruf

Desain Sampul: Naafi Nur Rohma

Cetakan Pertama, Februari 2015

Penerbit Indiva

168 hlm; 19 cm

Buku ini berisikan kisah para jomblo yang gagal menjalin hubungan asmara. Sebagian dari mereka sempat mengalami rasa kecewa teramat dalam, terpukul bahkan pesimis menatap hidup, namun pada akhirnya kegagalan itu berhasil mereka maknai sebagai wujud kasih sayang Allah.

Jomblo itu prinsip. Prinsip menjaga kesucian diri dan hati hingga sang jodoh datang menjemput. Tentu prinsip itu bukan sesuatu yang jatuh dari langit. Tetapi didahului oleh berbagai peristiwa yang kemudian membuka mata bahwa status jomblo bukanlah sesuatu memalukan, sepanjang status itu memang dipertahankan dalam rangka menggapai kerihoan Allah.

Jadi Guys, kamu jomblo juga? Karena prinsip atau emang nasib?

Buku ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berjudul “Ya Jomblo Ya Nasib”, berisikan kisah para jomblo yang gagal menjalin hubungan asmara. Sebagian dari mereka sempat mengalami rasa kecewa teramat dalam, terpukul, bahkan pesimis menata hidup. Namun pada akhirnya, kegagalan itu berhasil mereka maknai sebagai wujud kasih sayang Allah untuk mendidik mereka menjadi hamba-Nya yang lebih bijak dalam menyikapi hidup.

Bagian kedua berjudul “Saya Jomblo Saya Bahagia”, berisikan kisah-kisah mereka yang menjadikan status jomblo sebagai perlambang prinsip teguh. Prinsip menjaga kesucian diri dan hati hingga sang jodoh datang menjemput, lalu menggandeng tangan mereka untuk bersama-sama memasuki gerbang pernikahan.

Masing-masing bagian ada enam cerita. Satu cerita dari masing-masing penulis.

– Terima kasih, Pernah Mampir dalam Hidupku oleh Afin Yulia.

Saya tidak tahu mengapa cinta menjadi satu hal yang sulit. Tidak seperti orang lain, tidak mudah bagi saya untuk jatuh cinta. (hlm 9)

Ini bercerita mengenai kegagalan yang dialami sesorang. Mereka berkenalan lewat dunia maya, diperkenalkan dengan yang manis-manis oleh sang laki-laki dan akhirnya luluh. Tapi predikat jomblo masih saja tersemat.

Bagaimanapun, saya tetap menghormatinya. Saya percaya hadirnya. Dia dalam hidup saya bukan sekadar kebetulan, tetapi memang dikirimkan Tuhan untuk member saya banyak pelajaran. (hlm 19)

– Antara Nasib dan Prinsip oleh Neida Camelia

“Kalau Abang duduk saja di rumah, manalah ketemu jodoh Abang tu. Allah saja menjamin rezeki setiap orang. Tapi kalau manusia tak berusaha mencari, tak kan rezeki itu jatuh begitu saja dari langit, kan?” (hlm 25)

Tiga puluh lima tahun tapi belum-belum menikah, keluarganya mempersoalkan itu terus. Bukannya tidak ganteng dan mapan, hanya saja sudah berkali-kali dia dikecewakan dan malas terhadap perempuan.

Nasib memang akan selalu mempermainkan jiwa manusia, berkawan dengan setan yang yang terus menggoda manusia sampai manusia meragukan keyakinannya pada takdir dan ketentuan illahi. (hlm 32)

– Nasib atau Syukur oleh Anis Marzela

Kecemasan cewek tomboy yang belum juga mendapatkan kekasih disaat semua teman-temannya sudah asyik dengan kekasih-kekasihnya. Dia malah lebih sering diajak curhat oleh teman-temannya mengenaigebetan atau kekasihnya. Apa karena dia tomboy?

“Sabar ya. Jangan bersedih terus. Bersyukur saja, setidaknya dengan begini Allah telah kasih peringatan bahwa dia bukan yang terbaik buat kamu.”(hlm 43)

Thanks, Allah, dengan jomblo yang Kau sematkan, aku tidak terjebak pada cinta semu. Nasib yang dulu kusebut nasib buruk kini menjelma jadi syukur yang luar biasa. (hlm 46)

– Jomblo itu kesempatan oleh Wulansari

Aku menyerah. Pasrah. Aku tidak ingin berharap apa-apa lagi pada Adam. Sinyal yang kuberikan padanya tak ada arti. Dia jelas menolakku sebelum aku sempat mengatakan isi hatiku. (hlm 54)

Memang sedih rasanya ketika perhatian kita tidak berbalas. Orang yang diberikan perhatian tidak merasa diperhatikan. Dan sakitnya bertambah ketika lelaki yang kita sukai malah menyukai sahabat kita sendiri. Ditambah lagi ketika kita punya gebetan, eh dia sudah berkeluarga.

Sekarang aku mengerti, jodoh itu di tangan Tuhan. Sekuat apapun kita berusaha, jika Tuhan tak mengizinkan, maka tak akan terjadi. Cinta pun tak bisa dipaksakan. Cinta itu datang dari hati. Yang terpenting lagi, janganlah menerima seseorang karena kamu sedang kesepian, tetapi terimalah ketika kamu sudah siap untuk berbagi. (hlm 62)

– Tentang Waktu oleh Shabrina W.S.

Barangkali memang itu adalah salah satu cara tidak berjodohnya aku dengan Pring. Belakang aku menyadari itu cara Tuhan membuatku lebih berani untuk mencari pengalaman hidup. (hlm 74)

Kisah cinta antara dua sejoli, gadis dan pemuda yang tinggal di desa dengan segala mitos dan kepercayaan adat istiadat. Kisah cinta mereka terputus karena hitungan neptu hari dan pasaran mereka tidak sama. Hal itu malah membuat mereka merantau dan mencari pekerjaan yang cocok untuk mereka masing-masing.

Sudah kuyakini bahwa hidup bukan tentang omongan orang, tetapi tentang waktu yang akan kupertanggung jawabkan di hadapan Tuhan. (hlm 76)

– No Woman No Cry oleh Indah Sari Abidin

Kamu pikir, kamu nggak bisa hidup sempurna kalau nggak ada pacar? Hidupmu udah sempurna, bro! punya keluarga, temen, fasilitas nyaman. No woman no cry! (hlm 85)

Bhara yang sudah PD karena teman-teman dan sepupunya bilang kalau cewek yang ditaksirnya juga menyukainya tiba-tiba tidak jadi menyatakan perasaannya. Tiba-tiba dia merasa bagaikan balon yang kempis.

Kita mestinya bisa merasa bahagia dengan diri kita, tanpa perlu merasa hampa karena nggak punya pacar. Karena begitu banyak hal yang bisa kita lakukan meskipun kita sendirian. Selain itu, ada anugera yang luar biasa yaitu teman terbaik yang selalu melengkapi kebahagiaan hidupku. (hlm 90)

– I’am A “Jotal” (Jomblo Total) oleh Riawani Elyta

Cerita ini berisi pengalaman dari teman-teman mbak Riawani dan juga pengalamannya sendiri. Lucu memang kalau mengingat pengalaman-pengalaman cinta saat masa SMA, masih labil.

Jadi buat kamu yang sekarang (masih) berstatus seorang jotal, jangan sedih dan putus asa, nikmati saja masa-masa itu sambil terus upgrade dirimu menjadi seorang high quality jotal dengan banyak menimba wawasan. (hlm 104)

– Jomblo Keep Smile oleh Nyi Penengah Dewanti

Mitha yang selalu dijodoh-jodohkan oleh sahabatnya tetap berpegang teguh kalau dia tidak ingin berpacaran. Kenangan kelam masa lalu membuatnya terus menolak.

Mungkin kalau seseorang itu datang sebagai takdir yang Tuhan kirimkan, aku tidak akan membiarkannya beridiri di depan pintu begitu lama. (hlm 115)

– Sibuklah Memperbaiki Diri, Bukan Memikirkan Kapan Jodoh Mendatangi oleh Atria Dewi Sartika

Dan benarlah bahwa jodoh itu rahasia-Nya. Manusia tidak perlu sibuk menebak-nebaknya. Karena rencana-Nya sering kali tidak terduga dan insya Allah paling indah. (hlm 126)

Yah, seperti cerita mbak Riawani tadi, cerita ini juga berisi pengalaman teman-teman dan Kak Atria sendiri. Dan seperti yang saya tahu, Kak Atria kini sudah menikah dengan lelaki yang dia ceritakan di sini. Heheh. Semoga tetap langgeng yah kak ^^

Saat ini saya semakin yakin bahwa memang jodoh bukan untuk dirisaukan. (hlm 128)

– Bentuk Lain dari Cinta oleh Eni Martini

Rasa suka atau cinta itu alami. Seperti… ya ya, diam-diam aku mengagumi Chandra, merasakan letupan bahagia, ge-er atas segala perhatian kecilnya. Tentu saja, aku lebih senang dengan menjadi temannya. Karena bisa belajar banyak hal bersama. Tidak perlu Chandra tahu isi hatiku dan tidak perlu aku tahu isi hati Chandra. (hlm 139)

Sisil yang yang selalu menggoda Jane untuk ikut merasakan yang namanya punya cowok harus pasrah, karena Jane tidak akan pernah tergoda.

– The Right Man in The Right Time oleh Ade Anita

Allah pasti akan mendatangkan jdodohku pada waktu yang tepat nanti. Nggak tahu kapan. Tapi yang pasti, semua pasti indah pada wkatunya. (hlm 148)

Yah, sudah ketahuan di judulnya sih, heheh. Inti ceritanya yah the right man akan datang di waktu yang tepat.

– Jomblo is The Way I Take oleh Anis Marzela

Alfat adalah laki-laki yang sering kali dibully karena tidak punya kekasih dan memang memilih untuk tidak pacaran. Tapi akhirnya dia hidup bahagia.

No matter people say, jomblo is the way I take.

Pada kenyataannya, ketika jodoh sudah watunya datang, Allah sendiri yang akan mengatur skenarionya. (hlm 162)

***

Terima kasih banyak atas hadiah bukunya ini Kak Atria. Buku yang menurut saya bernuansa islami ini membuat saya berpikir, Kak Atria menghadiahkan saya buku ini sebagai bentuk dari sikapnya yang menganggap saya adik, melalui buku ini Kak Atria dengan tidak langsung memberikan saya nasihat-nasihat. Ih kok jadi GeeR yah. Hahhaa. Tapi itu pikiran positif saya loh kak, dan terima kasih banyak untuk itu.

Cerita-cerita yang lain juga banyak memberikan nasihat-nasihat, misal yang saya kutip, hehe.

Saya juga suka dengan sampulnya, lucu, dengan ilustasi-ilustrasi kartun begitu. Nah, satu lagi nih, ada bonus tips-tips bagi kamu yang jomblo lho. Baca deh!

Advertisements

One thought on “Jomblo: Prinsip atau Nasib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s