Rahasia Pelangi

rahasia pelangi

Rahasia Pelangi

Penulis: Riawani Elyta & Shabrina Ws

Editor: Bernard Batubara & Yuliya

Penyelaras aksara: Idha Umamah

Penata Letak: Wahyu Suwarni

Penyelaras tata letak: Putra Julianto

Desainer sampul: Mulya Printis

Penyelaras desain sampul: AManta Nathania

Penerbit: GagasMedia

Cetakan pertama, 2015

x + 326 hlm; 13 x 19 cm

Katamu, ada pelangi setelah hujan. Kau hadir, mengulurkan tanganmu. Ajak aku melangkah, bersamamu.

Bisakah cinta menghilangkan rasa takut? Juga memupuk rindu yang mulai bertunas di hati?

Sepertimu, Anjani dan Rachel juga mencari cinta. Namun, mereka tak pernah menduga ternyata cinta segelap hutan di tengah malam.

Sementara bagi laki-laki itu, ia baru menyadari bahwa hidup ternyata seperti hutan. Jika tak hati-hati, banyak ranting yang akan membuatmu luka.

Dalam gelap hutan, akankah pelangi terlihat sama indahnya?

Seharusnya, sejak awal aku menyadari bahwa cinta tak pernah jatuh terlalu jauh.

Kisah di dalam novel ini berasal dari dua orang perempuan yang kuat dan tegar. Perempuan yang sama-sama mencintai dan peduli dengan alam, namanya Anjani dan Rachel. Bukan sekadar kecintaan mereka dengan alam, tapi juga dengan lawan jenis mereka, ada Chay dan Febri.

Anjani kecil yang pernah diajak ayahnya menonton sirkus yang menampilkan seekor gajah, trauma. Karena sewaktu sirkus dia melihat gajah itu membanting-banting anaknya sendiri hingga tak bernyawa. Tapi siapa sangka, kehidupan Anjani selanjutnya malah setiap hari berhubungan dengan gajah.

Yah, sering kali saya mendengar kalau sesuatu yang kamu benci atau tidak sukai kamu malah akan semakin dekat dengan hal itu. Contoh yang sering saya dengar adalah perkataan para pengajar yang mengatakan bahwa dulu pelajaran yang paling tidak disukainya adalah apayang dia ajarkan sekarang. Hal itu terjadi pada Anjani.

Kita memang tak bisa lari dari masa lalu. Namun, kita punya pilihan, berdamai dengan waktu (hlm 1)

Anjani memilih menjadi mahout, perawat gajah. Disitu pulalah Anjani bertemu dengan Chay,mahout senior. Mereka merawat gajah bersama-sama, Chay juga memberikan banyak pelajaran kepada Anjani juga perhatian. Memberikan kado disetiap ulang tahun Anjani misalnya.

Kenapa Anjani memilih menjadi mahout padahal dulu dia punya trauma?

Saya ingin melenyapkan asumsi saya sendiri bahwa gajah itu hewan jahat. Saya melihat gajah-gajah di sini sangat jinak dan penurut. Itu artinya, mereka juga bisa baik kalau diperlakukan dengan baik. (hlm 49)

Rachel, karyawati di Change World Organization (CWO) diutus bersama Febri untuk melakukan liputan terhadap tim Flying Squad, tim patrol gajah latih di Taman Nasional Tesso Nilo atau singkatnya TNTN. Menurut Febri atau Ebi, Rachel yang ceroboh dan suka terburu-buru pantas dipasangkan dengannya agar dia bisa menjaga Rachel di tengah hutan nanti. Mereka selalu saja bertengkar. Di TNTN Rachel dan Ebi pun berteman dengan Anjani dan Chay.

Rachel adalah perempuan yang sangat senang, cinta dan peduli akan alam.

Bagiku, tak ada tempat terindah dan ternyaman di muka bumi ini selain dimensi yang didominasi oleh elemen hijau. Elemen yang akan membantumu mengembangkan paru-paru secara optimalan mengisinya dengan oksigen yang lebih berkualitas. (hlm 62)

Aku tak pernah bosan berlama-lama berada di alam. Aromanya, tak pernah kudapatkan di ruang yang diberi pewangi termahal di dunia sekalipun. (hlm 88)

Ah, benar sekali. Bau alam, daun-daun hijau bercampur lembab tanah serta udara segar yang menjanjikan siapa yang tidak senang?

Semakin dekat mereka satu sama lain, semakin membuka peluang ada yang merasa cemburu. Mengingat mereka adalah sepasang lawan jenis. Rachel tiba-tiba menjadi akrab dengan Chay, yang menurut Anjani adalah lelaki yang sangat tertutup. Bahkan dengannya saja yang sudah beberapa tahun bersama tidak sedekat itu.

Terkadang, urusan perasaan memang jauh lebih rumit daripada kalkulasi biner. Perasaan tidak pernah bisa dianalogikan dengan dua kali dua hasilnya pasti empat. Hasilnya bisa jadi seratus, seribu atau bahkan semiliar. (hlm 109)

Amarahpun melingkupi Anjani dan membuat dia menarik diri dari Rachel bahkan Chay. Anjani bersikap dingin kepada Rachel dan menghindar setiap Chay mengajaknya bercerita. Semua masalah menjadi klimaks ketika ada segerombolan gajah liar yang merusak perkebunan warga. Rachel yang kurang berhati-hati mengalami kecelakaan. Dia terinjak oleh gajah liar, berkali-kali.

Rachel dirawat di rumah sakit, kakinya patah. Anjani diliputi rasa bersalah karena amarah di dalam dirinya lebih besa daripada mencegah Rachel untuk tidak turun dari Gajah sementara kawanan gajah liar masih berkeliaran.

Lalu bagaimana nasib Rachel yang periang setelah mengetahui kakinya patah? Bagaimana Anjani yang selalu diliputi oleh rasa bersalah? Bagaimana pertemanan Anjani dan Rachel selanjutnya? Apakah Anjani akan kembali mengajak Chay ngobrol? Apakah Ebi masih terus bertengkar dengan Rachel?

Emmm, masih banyak tanda tanya kan?

****

Terima kasih kepada Mbak Riawani yang sudah memberikan kesempatan untuk mereview bukunya ^^

Satu kata untuk buku ini, informatif. Yah, setelah membacanya saya mendapatkan banyak informasi baru, mengenai apa itu pekerjaan mahout, apa-apa yang dilakukan Tim Flying Squad dan terlebih dengan gajah. Ternyata, konflik manusia dengan gajah belum benar-benar tuntas. Ngeri juga membayangkan tiba-tiba ada gajah liar yang masuk ke pedesaan.

Bicara tentang hutan semestinya bukan hanya tentang pohon, tetapi juga tentang keselamatan bersama. Jika hutan aman, penghuninya juga akan merasa nyaman, dan manusia pun akan merasa tenteram. (hlm 141)

Yah, betul sekali. Saya juga membenarkan apa yang ditulis oleh mbak Riawani dan mbak Shabrina kalau kawanan gajah liar itu sebenarnya menuntut kita, manusia yang sudah mengacaukan tempat tinggal alami mereka. Kasus di sini adalah menjadikannya kebun kelapa sawit. Yah, kalau kita tidak mengusik tentu gajah-gajah atau hewan lainnya masih bia menikmati habitat asli mereka dan tidak pula mengganggu kita.

Satu fakta lagi yang membuat kerut di kening saya terbentuk. Saya adalah penyuka kopi juga seperti Rachel dan saya penyuka kopi luwak (yang instan itu, hehe) dan penjelasan Rachel membuat saya dilema.

Para pecinta kopi luwak harus memikirkan satu hal. Faktanya, sebagian luwak-luwak liar itu dimasukkan ke kandang khusus. Mereka dipaksa diet dan hanya memakan biji-biji kopi. (hlm 170)

Kan, kasian luwaknyaโ€ฆ.

Disamping mengangkat tema alam dan gajah, novel ini mengangkat kisah cinta yang menurut saya manis sekali. Kamu harus baca deh. Sekarang jarang sekali novel remaja yang mengangkat tema alam, dan saya suka sekali tulisan mbak Riawani dan mbak Shabrina ini.

Saya dulu sempat ikut giveawaynya tapi nggak menang, hihi. Saya tampilkan di sini deh hasil karya saya.
image

image

image

image

image

image

Pertama saya mengira gambar laki-laki dan perempuan di sampulnya memakai seragam pramuka, sebagai anak pramuka tulen *syaelah saya langsung tertarik dengan buku ini, tapi itu adalah seragam mahout kayaknya. Hehehe.

Kenapa judulnya Rahasia Pelangi tapi malah menceritakan tentang gajah? Itu pertanyaan saya selama membaca novel ini, tapi seperti saya, kamu harus baca tuntas bukunya untuk dapat pelangi itu. Hihihi.

Buku ini saya rekomendasikan buat kamu baca!

Advertisements

4 thoughts on “Rahasia Pelangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s