I Was A Rat!

i-was-a-rat

I Was A Rat!

Copyright © 1999 by Philip Pullman

Cover/illustration copyright © Peter Bailey

Published by arrangement with

Random House Children’s Books

All rights reserved

Dulu Aku tikus!

Alih bahasa: Poppy Damayanti Chusfani

Editor: Dini Pandia

PT Gramedia Pustaka Utama

Jakarta, Desember 2007

256 hlm; 20 cm

“Dulu aku tikus!”

Begitu kata Roger. Mungkin omongannya benar. Tapi makhluk apa ia sekarang? Monster mengerikan yang gentayangan di gorong-gorong? Koran Daily Scourge yakin begitu.

Tontonan di pasar malam? Itulah dirinya bagi Mr Tapscrew. Maling lihai? Itulah yang diharapkan Billy. Atau ia cuma anak laki-laki biasa, walaupun kebiasaannya mirip tikus? Hanya tiga orang yang mempercayai versi ini. Dan hanya seorang yang tahu siapa sebenarnya Roger.

Kedatangan anak laki-laki membuat hidup Bob Tua si pengrajin sepatu dan istrinya Joan si tukang cuci berubah. Bagaimana tidak, mereka hanya hidup berdua selama berpuluh-puluh tahun dan kini mereka kedatangan anak laki-laki. Tapi anak laki-laki itu mengaku bahwa dulu dia tikus!

Siapa yang percaya? Kedua pasangan itupun tidak. Tapi ketika mendapati anak lai-laki yang akhirnya mereka berikan nama Roger itu menggigiti kayu dan juga tirai rumah mereka, mereka pun menjadi setengah percaya. Tidak ada pun yang mau menampung Roger, bahkan kantor polisi pun. Akhirnya Bob dan Juan pun mengasuhnya.

Tapi setelah itu, ada-ada saja yang terjadi, Roger melarikan diri. Dia kemudian dijadikan bahan sirkus, diajari mencopet dan tindakan buruk lainnya. Bob dan Joan kini menunggunya dengan gelisah, kenapa Roger tidak kembali-kembali. Tidak pernah dalam hidup mereka menantikan siapa pun untuk pulang ke rumah, apalagi anak laki-laki.

“Kurasa sekarang kita memiliki tujuan hidup. Selama bertahun-tahun kita bergulir terus seperti sepasang gerbong kereta tua. Aku tak memikirkan apa-apa selain sol, hak sepatu, dam harga kulit. Tapi ketika seseorang anak kecil mengetuk pintu kita, aku bagai terhantam sungguh. Sekarang dia lenyap dan aku tak mau bergulir terus di jalur lurus sampai ke kubur. Ada hal lebih baik yang bisa kulakukan. (Hlm 164)

Jadi apa yang terjadi pada Roger yang malang? Mampukah Bob dan Joan menemukannya?

Di sampulnya terdapat judul lain, Sepatu Merah. Selama membacanya saya selalu bertanya-tanya apa hubungannya dengan sepatu merah? Tapi ketika di bab akhir, pertanyaan saya terjawab. Dan yah, ada kejutan diakhir cerita yang membuatmu memikirkan satu dongeng legendaris.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s