In The Limelight

in-the-limelight-1000x1500_0

In The Limelight

©Valerie Aurellia

Desainer kover & ilustrasi: Dyndha Hanjani Putri

Penata isi: Putri Widia Novita

Cetakan pertama; Juni 2015

Penerbit PT Grasindo

210 hlm

Serena

Sejak kecil, satu-satunya yang kutahu adalah berenang. Lebih tepatnya, mengikuti apa yang diingankan oleh ayah dengan menjadi atlet renang. Belakangan ini aku merasa sangat lelah dengan kehidupanku yang selalu berada di dalam bayang-bayang nama besar ayah yang dikagumi banyak orang. Sampai akhirnya aku mengenal Ash. Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku menemukan sesuatu yang sangat ingin kulakukan: berakting bersama Ashdi panggung yang sama. Meski itu berarti aku harus keluar dari zona nyamanku, serta membohogi semua orang disekitarku.

Ash

Klub Drama mungkin tidak memenangkan banyak penghargaan seperti Klub Renang. Namun usaha kami untuk tampil sebaik mungkin di atas panggung tidak kalah dari klub itu. Tidak akan kubiarkan seorang pun menjelk-jelekkan Klub Drama, termasuk Serena Crawford. Kenapa pula Ace tim renang itu masuk Klub Drama? Lebih menyebalkan lagi, aku jadi tidak bisa membencinya setelah melihat usahanya di klub ini. Ugh semua yang berhubungan dengannya terasa begitu rumit! Serena, kau benar-benar gadis yang membuatku bertanya-tanya tentang banyak hal.

Kadang orang tidak mengerti apa yang kita lalui meski sudah mendengar cerita kita. Bahkan, ada yang tetap keras kepala dan tidak mau menerima meski sudah mengetahui yang sebenarnya. Satu-satunya yang bisa mengerti perasaan kita hanyalah kita sendiri.” – hlm 21

Begitu yang dirasakan oleh Serena, Klub Renang yang sudah bertahun-tahun ditekuninya sebenarnya tidak disuakainya. Belakangan ini baru dia sadari semua itu dia lakukan atas perintah ayahnya yang juga seorang atlit renang, Serena juga tidak ingin mengecewakan ayahnya. Tapi rasa kesalnya tidak terbendung lagi ketika dia melihat pertunjukan dari Klub Drama dan menemukan laki-laki yang langsung disukainya. Setelah itu dia berniat untuk masuk Klub Drama.

Ini bisa menjadi keberuntungan sekaligus malapetaka bagi Serena, dia mengalami cedera punggung yang harus menyuruhnya untuk istirahat total dari dunia renang selama beberapa bulan. Cedera itu digunakan Serena untuk ikut Klub Drama dan meminta kakaknya yang dokter untuk memalsukan waktu istirahatnya agar bisa lebih lama kabur dari dunia renang, di samping itu dia harus bersiap dimarahi oleh ayahnya karena sebenatar lagi ada pertandingan renang.

Kesampaian lulus audisi Klub Drama, Serena akhirnya bisa bertatap muka lebih sering dengan Ash – laki-laki yang menjadi sumber inspirasinya masuk Klub Drama – Ash yang awal audisi tidak menyukai Serena karena menganggap enteng Klub Drama akhirnya mulai terbiasa dengan kehadiran apalagi kegigihan Serena dalam berlatih.

Tapi ada sebuah kejadian yang menimpa Ash dan melibatkan Serena, hal itu malah membuat Serena takut kalau masa pemulihan punggungnya sebenarnya telah berakhir. Dia takut Ash tahu kalau dia berbohong agar tetap berada di Klub Drama lebih lama, dan Ash adalah tipe yang tidak suka dengan orang yang berbohong.

Bagaimana nasib Serena selanjutnya? Apakah dia kembali ke Klub Renang atau bertahan di Klub Drama yang membuatnya senang? Apakah Ash akan marah?

***

Ini novel kedua yang saya baca dari serial novel yang terinspirasi dari dongeng terbitan grasindo, yang pertama saya baca terinspirasi dari Dongeng Sepatu Merah dan coba tebak kali ini terinspirasi dari dongeng apa?

Yap benar, The Little Mermaid.

Seorang perempuan yang rela meninggalkan Klub Renang yang telah lama digelutinya dan berani dimarahi oleh ayahnya agar bisa bertemu dan terus bersama dengan laki-laki idamannya. Dia malah memalsukan waktu istirahatnya dari cedera punggung agar lebih lama bersama laki-laki itu.

Buat yang cewek-cewek, bakal jatuh cinta nih sama sosok Ash yang pandai bermain drama, ganteng dan pintar bikin naskah, emm perhatian lagi. Hehe.

Novel ini ringan, konflik ala-ala anak sekolahan. Tapi yang bikin beda yah itu tadi terinspirasi dari dongeng, saya suka aja yang berbau dongeng-dongeng gitu.

Yah, memang kadang cerita di dongeng itu mirip-mirip sama kejadian sehari-hari yaah. Kalau yang suka dongeng, jangan lewatkan serial novel ini deeh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s