Notte: Satu Malam Ketika Kita Bertemu

notte

Notte

© Dita Safitri

Editor: Cicilia Prima

Desainer kover: Dyndha Hanjani P.

Penata Isi: Yusuf Pramono

Penerbit PT Grasindo

Cetakan pertama: Juli 2015

146 hlm

Arjuna Batilada, 25 tahun. Seumur hidup hanya melakukan apa yang diinginkan ibunya. Ia pergi ke Florence setelah kematian ibunya yang mendadak. Ia menyangka kalau tiket itu adalah wasiat ibunya sebelum meninggal.

Vecchio, 22 tahun. Seorang gadis yang takseperti kelihatannya, ternyata adalah seorang yang telah melakukan banyak hal berani dalam hidupnya, juga pergi ke Lorence setelah mendapat warisan dari ibunya yang sudah lama menghilang.

Bertemu di tengah keajaban Florence yang memukau, mereka kemudian jatuh cinta di atas bench di bawah lampu jalan malam itu. Sampai akhirnya Ve menghilang begitu saja di satu siang sebelum janji bertemu yang ketiga kalinya dengan Jun.

Jun dan Ve mungkin sama-sama tidak tahu, kalau pertemuan malam itu akan membuat mereka menyadari bahwa kadang orang berada terlalu dekat terkadang tidak disadari keberadaannya. Jun dan Ve sama-sama tidak tahu kalau malam itu akan benar-benar mengubah hidup mereka untuk selama-lamanya.

Kadang orang-orang yang tulus itu menjadi tidak terlihat hanya karena mereka berada terlalu dekat. Dan kadang, melalui cinta, Tuhan mneitipkan hal lain yang tidak berupa kebersamaan – hlm 145

Jun yang baru saja kehilangan Ibunya kini berada di Florence, menjalankan wasiat sang ibu yang menghasruskannya untuk ke sana degan segala keperluan diurus oleh Mikaela sahabatnya sedari kecil. Tanpa disadari Jun, Mikaela lah yang sebenarnya merencakan perjalanan Jun itu, agar dia tidak larut dalam kesedihan. Mika tidak tahan melihat Jun bersedih.

Jun yang dikenal sebagai pekerja keras dan dingin kepada perempuan akhirnya rela berlibur ke Florence. Jun yang sama sekali tidak peka akan perasaan Mikaela kepadanya, Mika yang sangat perhatian melebihi perhatian ibunya. Tentulah Jun tidak peka, Mika memang tidak pernah terus terang akan perasaannya kepada Jun. Di Florence, Jun bertemu dengan Ve.

Vecchio, perempuan yang juga berlibu ke Florence akhirnya menemukan seorang yang berbahasa sama dengannya. Dia pun berkenalan dengan Jun, walau awalnya Jun enggan. Kebersamaan mereka di Florence menumbuhkan perasaan diantara mereka. Sampai Ve harus kembali ke rumahnya.

Tuhan selalu punya cara untuk kita. Mungkin dia mempertemukan kita untuk bersama, tetapi juga mungkin hanya ingin membuat kita jatuh cinta dan menyadari ada hal lain di depan mata yang tak akan kita lihat kalau kita nggak bertemu – hlm 138

Ronald dan Max cemas karena Ve pergi dari rumah tanpa kabar. Max sakit dan itulah alasan Ve pulang. Ron adalah suami kakaknya dan Ve memilih untuk menikahinya agar dia tetap dekat dan lengket dengan Max, anak laki-laki berumur empat tahun. Ron dan Ve walau sudah menikah tapi tidak pernah akrab dan Ron menyerah.

Kita sama-sama memiliki sesorang yang sudah bertahun-tahun ada di sisi kita yang selalu kita abaikan. Orang yang selama ini kita pikir akan selalu ada di sisi kita tanpa kita tahu apakah tanpa mereka kita juga bisa hidup. Aku nggak mau kita tergesa-gesa, kemudian malah mengambil keputusan yang salah – hlm 138

Lalu apa yang terjadi antara Ve dan Jun, antara Jun dan Mika, antara Ve dan Ron, antara Ve dan Max?

***

Ahhhh, ini kisah cinta segi banyak! Hihi. Awalnya saya bingung bacanya, baru di bab awal sudah muncul banyak tokoh. Tapi ke bab-bab selanjutnya saya sudah berhasil mengungkapkan ceritanya. Saya suka konflik yang dibangun penulis. Tapi, setting kota Florencenya tidak terlalu berasa. Oh iyah sama judul di setiap bab, saya nggak ngerti karena nggak ada artinya, hehehe. Tapi saya suka konflik ceritanya.

Banner-Lomba-Reading-campaign-2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s