Dua Saudara

dua bersaudara

Dua saudara

Penulis Jhumpa Lahiri

Penerjemah: Anton WP

Cover dan layout: Yudhi Herwibowo

Sejak kecil Subhas selalu berhati-hati. Ibunya tidak pernah harus berlari mengejarnya. Dia menjadi sahabat sang ibu, melihtnya memasak atau menjahit.

Berbeda dengan Subhash, Udayan sejak kecil sering menghilang, bahkan di dalam rumahberkamar dua tempat mereka tinggal. Dia bersembunyi di bawah tempat tidur, di beakang pintu, bahkan di dalam peti kayu yang berisi selimut musim dingin. Dia juga menyelinap ke halaman belakang dan memanjat pohon.ini membuat ibu mereka terpaksa menhentikan apa yang sedang dikerjakannya ketika Udayan tak menyahut saat namanya dipanggil.

Kerika mereka sudah agak besar dan diizinkan bermainjauh dari rumah, keduanya diingatkan untuk selalu bersama-sama. Berdua mereka menjelajahi jalan pedesaan yang berliku-liku, melintasi lembah menuju lapangan bermain, tempat mereka sesejlaki bertemu dengan anak-anak lainnya. Mereka pergi ke mesjid di pojokan, duduk di lantai marmernya yang dingin, mendengar pertandingan sepak bola dari radio orang.

Namun orang-orang sering keliru membedakan keduanya. Karena tubuh mereka hampir mirip hingga bisa mamakai baju yang sama. Warna kulit keduanya pun sama, campuran warna tembaga terang turunan dari orang tua mereka. Begitupula dengan bentuk jari, roman wajah yang tajam, dan rambut keriting berombak.

Namun kelak nasib keduanya ternyata begiitu bertolak belakang!

Subhash dan Udayan sejak kecil memang diharuskan oleh orang tua mereka selalu bersama-sama jika bepergian. Pernah Subhash dipukuli orang dan Udayan juga memberontak untuk membantu sang kakak. Tapi begitu keduanya memilih melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, mereka memilih jurusan yang berbeda. Dari situlah mereka sudah tidak sama lagi.

Udayan yang dewasa memilih serius dengan topik-topik politik di India, sedangkan Subhash memilih melanjutkan program magisternya ke Amerika. Sewaktu itu India lagi gencar-gencarnya berperang dan menangkap semua waranya yang mencoba berkhianat.

Udayan dewasa telah memiliki calon pengantin dan mengirimkan subhash fotonya, Subhash yang juga memkirkan hal yang sama merasa kalah oleh adiknya yang berani memiliki pendapat dan memilih calon pasangannya sendiri. Subhash sendiri memilih untuk mempercayakan itu kepada kedua orang tuanya.

Subhash pun kembali ke India ketika mendapat kabar bahwa adiknya, Udayan mati tertembak.

Apa yang terjadi?

***

Dua saudara memang seharusnya bersama-sama, saling menjaga satu sama lain. Begitu juga dengan Subhash dan Udayan. Walau mereka bersaudara yang sering bersama-sama, tetaplah perilaku mereka berbeda, begitu pula dengan takdir dan nasib mereka.

Dari dua buku terjemahan buku katta yang sudah saya baca, yang ini sudah mendingan terjemahannya. Saya cukup menikmati kalimat-kalimatnya. Yah memang juga ceritanya yang menarik. Cerita aslinya berjudul Brotherly Love, menurut saya sih terjemahannya tetap pakai itu saja biar berasa kedekatan dua bersaudara itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s