Mantan #CrazyLove

mantan

Mantan #CrazyLove

Karya Dy Lunaly, Christina Juzwar, Aiu Ahra, Ayuwidya

Cetakan pertama, Juni 2014

Penyunting: Dila Maretihaqsari

Perancang & ilustrasi sampul: Nocturvis

Ilustrasi isi: Fransisca Ayu Hapsari

Pemeriksa Aksara: Intari Dyah & Tiasty I

Penata aksara: Gabriel Penerbit Bentang Belia

vi + 210 hlm; 20,8 cm

My Ex Boyfriend?

Hahaha, aneh banget nama tokoh ini! Segitu cintanya mungkin, ya, orang yang punya tokoh ini sama mantan dia, samai dijadiin nama toko.

Karena penasaran, aku pun masuk ke toko. WOW! Semua yang dijual di situ ternyata barang pemberian mantan! Dan, nggak cuma sedikit, tapi banyak banget. Dari yang mainstream kayak cincin tunangan sampai mantel bulu yang aneh banget. Bukan, semua bukan bekasnya si pemilik seorang, melainkan milik orang-orang yang punya mantan dan menjual barang pemberian mantan mereka di toko ini.

Berarti banyak banget, ya, orang-orang yang jualin barang-barang mantannya. Biar bisa move on? mungkin sudah saatnya aku juga melakukan ini sekarang. Atau, kamu juga perlu? Lenyapnya barang dari mantan. Terhapus pula bayang-banyang sosok mantan yang terus menghantui kita. Semoga.

Buku ini berisi empat cerita pendek, empat nama cowok, empat kisah cinta yang ditulis oleh empat penulis. Cerita ini berisi satu benang merah yaitu toko My Ex Boyfriend, toko dimana ke empat cewek yang menjual barang-barang pemberian dari mantan pacarnya. Barang-barang yang memiliki cerita panjang dan kenangan indah dibaliknya, meski perempuan-perempuan ini menjualnya karena ingin menghapus bayang-bayang mantannya.

Terima kasih kepada mbak Dy, salah satu penulisnya yang memnerikan buku ini kepada saya, hehe. Katanya, mantan jangan dibawa-bawa, kalau ngajak reunion, berat kan? Hadeuuuh mbak…. Hahaha.

Dulu, dulu sekali, saya malah pernah loh kepingin bikin toko seperti ini juga. Unik aja punya toko yang menjual barang-barang milik mantan, saya yakin tokonya pasti ramai, bukan karena sifat cewek adalah suka belanja, tapi pasti banyak cerita yang akan mereka dapat. Hehee. Yah, persis seperti di buku ini. Yuk kita intip cerita-ceritanya.

Beberapa hal baik terjadi kemarin dan kita menyebutnya kenangan – hlm 9

Illa, yang punya inisiatif untuk membangun toko My Ex Boyfriend sendiri punya cerita buruk tentang mantan pacarnya, itulah yang memutuskan dia membuat toko ini. Danang, senior yang menjadi pacarnya, awalnya adalah laki-laki yang sangat lembut dan sangat menyayanginya, tapi lama kelamaan Illa tidak tahan menghadapinya.

Ella, murid baru disekolahan yang langsung jadi sasaran olokan Lukas yang dikenal sebagai cowok rebutan di sekolah. Banyak perempuan yang menyukainya tapi dia dingin terhadap semuanya, malah ke Ella dia sering mengajaknya mengobrol dan Ella benci karena sering dipermalukan olehnya. Lama kelamaan Ella luluh dan disaat itu, Lukas malah pergi. Ella bimbang apakah ingin menjual barang pemberian Lukas atau tidak.

Butuh waktu berapa lama agar kisah masa lalu dapat memburai hilang? Satu tahun? Atau lebih lama daripada itu. Mungkin setiap orang punya jawabannya sendiri – hlm 97

Selyn sewaktu itu mendapatkan tugas sebagai anggota madding untuk mewawancarai Devan atlit memanah di sekolahnya, setelah kegiatan itu mereka malah dekat dan akhirnya jadian. Dan yang membuat teman-temannya bertanya adalah karena Devan adalah adik kelas mereka. Hubungan mereka berlanjut hingga Selyn kuliah, tetapi sepertinya jarak jauh mengubah mereka. Selyn juga dilemma untuk menjual barang-barangnya di toko unik yang dia lihat.

Aku tidak melangkah ke depan jika tidak dengan dia. Jika aku tidak bisa kembali ke masa lalu, lebih baik aku menunggunya di sini – hlm 176

Karmel kecelakan dan melupakan sebagian masa lalunya, terutama dibagian dia putus dengan Jericho. Diingatannya dia masih berpacaran dengan Jericho dan melupakan kalau dia sudah jadian dengan Fay, sahabatnya yang sekarang menjadi pacarnya. Fay menyarankan untuk menjual barang-barang Jericho di My Ex Boyfriend tapi Karmel seperti kesetanan setiap kali melihat barang-barangnya akan terjual.

Well, memang susah yah menjual barang-barang yang penuh dengan kenangan, yang mengingatkan kita kepada seseorang, sebagaimana pun ingin kita untuk melupakan kenangan itu. Membaca ini, membuat saya mengerti perasaan cewek-cewek itu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s