Pssst…! – 5 Sahabat, 5 Negara, 5 Rahasia

pssst

Pssst…!

5 Sahabat, 5 Negara, 5 Rahasia

Cetakan pertama, Oktober 2013

Penyunting: Ikhdah Henny

Perancang sampul: Nocturvis

Ilustrasi sampul & isi: Nocturvis & Belinda C.H

Pemeriksa aksara: Fitriana & Septi Ws

Penata aksara: Gabriel

Penerbit Bentang Belia

viii + 204 hlm; 20,8 cm

Enggak ada yang salah dengan liburan atau Negara ini. Aku yang salah. Salah enggak, sih, nyimpen rahasia dari sahabat sendiri? – Wira

Ada banyak alasan kenapa aku milih Belgia, termasuk karena aku akan lebih jujur kepada mereka. Semoga! – Jiyad

Luksemburg, ada apa di negara kecil ini? Nggak tahu sih, sama enggak tahunya kalau pilihanku ini akan menjadi bencana. HELP! – Noura

Aku lebih dari sekadar bahagia ketika merayakan ulang tahun di depan menara Eiffel. Tapi Wira merusaknya dengan sempurna! ARGH! – Adhia

Tiga kesalahan! Memilih tujuan liburan dengar dart, mengubah rencana di detik terakhir, dan yang paling parah, akhirnya aku jujur kepadanya. Eh, itu kesalahan bukan, ya? – Kalyan

Lima sahabat sejak kecil, Wira, Jiyad, Noura, Adhia dan Kalyan mengadakan tour Eropa. Mereka mengunjungi kota-kota yang menjadi impian mereka. Tak disangka kelimanya, perjalanan ini malah berpengaruh besar terhadap kelangsungan persahabatan mereka.

Wira memilih Amsterdam, pulang ke tempatnya semasa kecil. Tempat yang sebenarnya sangat malas untuk dikunjunginya setelah apa yang dilakukan pappanya kepada dia dan mamanya. Tapi Wira harus dewasa dan sebenarnya rindu kampung halamannya ini. Dan, akhirnya di Amsterdam dia mengutarakan rahasia yang selama ini disimpannya sendiri.

Belajar berdamai dengan keadaan, untuk menjadikan masa lalu tetap masa lalu bukan hantu yang menghantui masa depan kita – hlm 29

Noura memilih Loksemburg. Kota ini indah, tapi ini bukan kota impian Noura. Dia memilihnya karena gampang dan lumayan murah buat kantong mereka. Tapi ini malah membuatnya dirundung rasa bersalah karena teman-temannya malah menyindirnya terlalu memikirkan kebahagiaan mereka dan bukan dirinya sendiri.

Luksemburg memang bukan Negara impianku tapi buatku itu nggak masalah karena selama bareng kalian di manapun akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan – hlm 94

Di kota ini, Noura mengutarakan rahasia tersbesarnya dan itu tiba-tiba mengubah atmosfer jalan-jalan mereka. Persahabatannya nyaris bubar.

Jujur memang tidak selalu menyenangkan karena terkadang kejujuran itu menyakitkan orang lain. Tapi, seorang sahabat pasti bisa memahami kejujuran itu walau terkadang membutuhkan waktu untuk menerimanya – hlm 75

Adhia memilih Paris. Dia sangat tergila-gila akan kota ini. Dia bahkan memiliki impian, seseorang akan menyatakan cinta untuknya di Paris dan juga merayakan ulang tahunnya di depan menara Eiffel. Adhia memang mendapatkan semua yang diimpikannya, dia sukses merayakan ulang tahunnya dan ada juga yang menyatakan cinta untuknya. Tapi, Adhia malah marah dan tidak suka. Kenapa yang menaytakan cinta bukan orang yang disukainya?

Sebanrnya, kamu itu adalah komik kesukaanku yang sudah aku baca berulang-ulang sampai hapal ceritanya, tetapi aku nggak bosan bacanya – hlm 124

Venesia adalah kota pilihan Kalyan dan merupakan kota terakhir petualangan mereka. Kalyan akhirnya mengutarakan apa yang selama ini mengganjal perasaannya dan itu mengubah persahabatannya dan bahkan hidupnya sendiri.

Arti perjalanan untukku, melihat semua yang bisa aku lihat , mengisi hati dan ingatanku dengan orang-orang berhati besar yang akan aku temui dan menikmati budaya yang berbeda dari yang aku kenal sepuas mungkin sebelum aku kembali ke tempat yang aku sebut rumah, keluarga, dan sahabat – hlm 199

***

Pertama-tama, terima kasih buat mbak Dy yang sudah menghadiahkan bukunya ini buat saya dan terima kasih juga sudah menyuguhkan kisah persahabatan yang manis.

Saya sering membaca atau mendengar, memang kalau persahabatan antara lawan jenis itu susah sekli bertahan, maksudnya bertahan untuk tidak saling suka, hehe. Tapi, tapi saya juga punya teman cowok dan yah kami masih sahabat sampai sekarang tanpa rasa embel-embel. Hahaha.

Saya ada di tim Wira dong! Hehehe. Em, bagaimana yah, dia tegar sih. Dan yah saya menemukan sebagian diri saya pada Noura dan sebagian lagi ada pada Adhia *halah. Noura kenapa karena dia suka Wuthering Heights dan saya juga, dan yeay kamu bisa dapatkan namanya ada Ramadhani-nya juga. Hobinya ke tempat buku bekas. Separuh Adhia karena sama-sama suka Paris dan punya mimpi yang sama, arrrgh. Semoga, semoga, amin.

Saya suka novel mbak Dy yang ini. Saya selalu suka dengan kisah persahabatan yang manis seperti ini dan tentunya yang pakai jalan-jalan kelaur negeri bareng.

Banner-Lomba-Reading-campaign-2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s