Blogtour + Giveaway Berlabuh di LindØya

wpid-received_10153139202082963.jpeg

Berlabuh di LindØya

Oleh K. Fischer

Editor: Irna Permanasari

Desain sampul: Orkha Creative

Layout: Ayu Lestari

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

280 hlm; 20 cm

Tidak ada yang tahu luka batin yag disimpan Sam rapat-rapat. Hingga gadis itu memutuskan melarikan diri dari Indonesia dan memulai hidup baru dengan bekerja di perusahaan pengeboran minyak di ujung dunia, di Norwegia. Ketika harus pindah ke kantor pusat di Oslo, Sam menolak tinggal di apartemen dan menyewa rumah ta di Pulau LindØya.

Di LindØya, Sam bertemu dengan Rasmus Knudvigsson, tetangga barunya. Meskipun diawali rasa takut dan curiga, perlahan ketulusan pria tampan bermata biru itu dapat mencairkan kebekuan hati Sam.

Namun, ketika Sam merasa sudah siap membuka hatinya untuk Rasmus, salah satu anggota dewan yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Oslo menarik Sam kembali ke pusaran intrik masa lalu…

Sam, seorang perempuan yang bekerja di pengeboran minyak di Norwegia. Perempuan yang ternyata memiliki nama asli Putri itu ingin membuang jauh-jauh kisah hidupnya di masa lalu, dengan mengubah namanya dan memilih bekerja di ujung dunia. Sam menjadi perempuan yang sangat tertutup, tidak hanya kepada laki-laki tetapi juga pergaulan. Untuk itu dia menyewa rumah di Pulau LindØya, rumah yang cuma memiliki satu tetangga. Pikirnya, dia akan menjadi tenang hidup di sana.

Tapi, di luar perkiraannya, tetangganya itu adalah seorang cowok yang belakangan dikenalnya bernama Rasmus. Sam yang antipasti menolak bersikap ramah kepadanya dan Rasmus merasa aneh akan itu. Rasmus yang memang ramah tidak berhenti untuk mengajak Sam bergabung dengannya, dan juga teman-temannya.

Lama kelamaan, Sam akhirnya luluh dan sudah mulai terbuka kedapa Rasmus dan teman-temannya. Sam bahkan ikut membantu mereka yang selalu mengadakan pertunjukan bersama anak-anak di sana. Ternyata selama ini Sam memang salah mengurung diri, harusnya dia lebih terbuka, bergaul dan terlibat acara keren supaya bisa melupakan masa lalunya.

Kamu tahu, Sam, bekerja dengan anak-anak itu mengajariku untuk tidak langsung menilai orang atas apa yang mereka lakukan. Karena masing-masing punya alasan tersendiri, mengapa mereka bereaksi seperti itu. Trauma masa lalu membuat cara orang meyikapi sesuatu juga jadi beda – hlm 184

Rasmus yang begitu pengertian dan dari awal tidak pernah menyerah untuk berteman dengan Sam, membuat Sam akhirnya merasa nyaman. Tapi setelah Sam perlahan melupakan masa lalu yang sudah lama ditutupinya, sesorang malah datang mengoreknya kembali. Sam tidak bisa tinggal diam karena itu juga mengancam ketenangan ibunya di Indonesia.

Jika saja aku dapat meminta Sam memindahkan rasa sakitnya kepadaku, semua akan aku tanggung untuknya. Jika saja robek di jiwanya dapat kubalut, jika saja aku dapat menyembuhkan kembali luka hatinya. Aku ingin membuatnya bahagia. Aku akan membuatnya bahagia. Aku mencintainya! – hlm 217

Apa yang harus dilakukan Sam? Akankah hubungannya dengan Rasmus baik-baik saja dan berhasil melupakan masa lalunya?

***

Hem, suasanya di LindØya yang mbak Uti tuliskan di dalam buku ini kerasa banget. Saya jadi pengen deh ke sana, terus sewa penginapan Inge yang disewa Sam, cuma punya satu tetangga, transportasinya pakai perahu, bisa lihat laut setiap hari, ih pasti tenang banget buat baca buku sama nulis, hehe.

Lindoeya 1

Di dalam novel, ini loh rumah Rasmus dan Sam :’)

Ini novel kedua mbak Uti yang saya baca, sebelumnya ada Blue Vino reviewnya bisa dibaca di sini. Seperti novel sebelumnya, novel yang ini juga sangat informatif, saya suka deh sama novel yang seperti ini, yang bukan hanya menyuguhkan kekuatan ceritanya tapi juga setting tempatnya. Mbak Uti berhasil membuat saya pengen ke LindØya, hehe.

map Lindoeya

Yuk, ke LIndoya! 😀

Dan Rasmus… em, seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, saya adalah tipe pembaca yang mudah jatuh cinta sama tokohnya, lagi-lagi mbak Uti berhasil membuat saya jatuh cinta sama Rasmus yang pintar main musik, romantis dan juga cinta sama anak-anak.

Oh iya mbak Uti ini sudah menerbitkan belasan buku loh, termasuk buku untuk anak-anak. Wah produktif sekali yah. Dan baru-baru ini beberapa buku belaiu masuk dalam Festival Frankfurt. Wah… congratulation!

Kamu mau merasakan suasana LindØya juga? Mau ketemu Rasmus? Yeah, kamu bisa mendapatkan bukunya dan juga paket buku lain dari Gramedia. Paket buku loooh. Baca syaratnya yah!

blogtour06dhani

  1. Domisili Indonesia
  2. Follow akun twitter @utiauthor dan @gramedia
  3. Like fanpage Kusumastuti
  4. Follow blog ini
  5. Share link giveaway ini dan jangan lupa mention @utiauthor, @DhaniRamadhani, @gramedia serta pakai Hashtag #BerlabuhDiLindoya
  6. Diblogtour ini ada segmen #askauthor, jadi tuliskan maksimal lima (5) pertanyaan kamu ke mbak Uti dengan menyertakan nama, akun twitter, link share di kolom komentar
  7. Jadwal memberikan pertanyaan mulai tanggal 26 – 31 Oktober. Jawaban dari pertanyaan akan diposting pada tanggal 1 November sekaligus pengumuman penanya terbaik. Jadi berikan pertanyaan kamu yang paling menarik, kreatif dan antimainstream (apa saja tentang dunia buku dan tulis menulis)
  8. Penanya terbaik akan mendapatkan 1 paket buku dari Gramedia.

Gampang kan? Nah, silakan tulis pertanyaan keren kalian ke mbak Uti sekarang!

wpid-fb_img_1439976395362.jpg

Advertisements

42 thoughts on “Blogtour + Giveaway Berlabuh di LindØya

  1. ramadhan.ryu says:

    Nama : Ramadhanul Fitri Mardas
    Akun twitter : @ramadhan_rae
    Link share : https://mobile.twitter.com/ramadhan_rae/status/658512161057050624?p=v

    #AskAuthor ><
    1. Inspirasi Mba Uti nulis novel 'Berlabuh di Lindoya' itu dari mana sih? Apa dari kisah sendiri atau kisah orang lain?

    2. Kenapa Mba Uti milih settingan di Negara Norwegia, Pulau Lindoya? Keinginan sendiri atau emang ada pengalaman hidup disana? 😀
    Kalau keinginan sendiri, bagaimana cara Mba Uti menyelidiki tempat-tempat di Norwegia, Pulau Lindoya? Googlingkah? Atau open book?

    3. Gimana sih cara Mba Uti ngebuat dan nyusun karakter si para tokoh dalam cerita? Apa Mba Uti punya suplier karakter dari orang-orang disekitar atau semua karakter tokoh murni hasil imajinasinya Mba Uti? :v

    4. Apa pas nulis novel 'Berlabuh di Lindoya' ini Mba Uti dapet kendala-kesusahan gitu? Kaya misalnya Mood nulisnya ilang seketika atau mood nempel dikasur kaya author-author kebanyakan gitu? Kkk

    5. Berapa lama Mba Uti nulis buku ini? Lamakah? Atau sebentar?

    Terimakasih buat kesempatan bertanyanya ^^

  2. Kiki Suarni says:

    Nama: Kiki Suarni
    Twitter: @Kimol12
    Link Share:https://mobile.twitter.com/Kimol12/status/658529969685958657

    #AskAuthor

    1. Ide untuk nulis novel Berlabuh Di Lindoya dari mana sih Mbak Uti?

    2. Berapa lama proses penulisan serta kendala apa saja yang Mbak Uti hadapi selama menggarap novel ini?

    3. Apa keistimewaan novel ini dari novel-novel Mbak sebelumnya serta pesan moral apa sih yang Mbak Uti ingin sampaikan melalui novel ini?

    4. Pernahkah Mbak Uti merasa mentok ide atau jenuh dalam menulis? Jika iya, gimana cara Mbak Uti mengatasinya?

    5. Terakhir, gimana sih Mbak cara untuk menjadi seorang penulis andal? Bagi tipsnya dong Mbak, soalnya saya juga ingin sekali menjadi seorang penulis seperti Mbak Uti.

    Terima Kasih 😀

  3. Aulia says:

    nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/658542287262126080

    #askauthor
    1. Apa sih yang menarik dari Lindoya sehingga mba Uti menjadikannya setting dari novel ini?

    2. Yang pernah aku dengar (di kuis #askauthor lain) mba Uti emang pernah ke Lindoya ya? Pengalaman apa yang menarik/berkesan selama mba di sana? Pengalaman itu dimasukin juga gak ke dalam cerita ini?

    3. Untuk menentukan karakter tokoh-tokoh dalam novel, biasanya mba Uti terinspirasi dari mana/siapa? Untuk karakter Sam & Rasmus boleh tahu gak siapa inspirasinya?

    4. Gimana caranya nampung ide-ide yang bermunculan di kepala hingga kemudian bisa jadi novel yang bagus? Dan apa yang mba Uti lakukan saat mood menulis menurun atau bahkan hilang? Pernah ngalamin gak sih mba?

    5. Ada gak karakter tokoh dalam novel-novel mba Uti yang bikin mba ‘Baper’? Siapa?

  4. Shin Hyun Rin says:

    Nama: Deasy Arie Rosalina
    Akun Twitter: @DEENAmond
    Lihat Tweet @DEENAmond: https://twitter.com/DEENAmond/status/658571759952637952?s=09

    Pertanyaan:
    1. Saat menulis novel ini, pernahkah mbak mengalami Writer’s Stuck/Block?
    2. Bagaimana cara mbak menghadapi sindrom (ini namanya bener sindrom ga ya?) ini?
    3. Apa novel favorit mbak Uti?
    4. Siapa sih karakter novel (book boyfriend) yang sampai sekarang bikin mbak Uti susah move on?
    5. Bagaimana sih perasaan mbak ketika memutuskan untuk menulis novel untuk pertama kalinya? Apa perasaan itu nggak berubah hingga sekarang bisa menerbitkan novel kedua?
    Terima kasih atas jawabannya (jika terpilih)

  5. April Silalahi says:

    April Silalahi
    @aprlboanarges
    link share: https://twitter.com/aprlboanarges/status/658800442445582336

    pertanyaan:
    !. Mbak Uti kan terkenal dengan tulisan yang kuat dengan latar setting tempat yang menarik, punya mimpi khusus gak untuk tulisan berikutnya agar anggapan tersebut tidak terus melekat dalam diri mbak? Karena pembaca akan bisa menebak setiap mbak kelaurin buku baru nanti ^^

    2. Apa tantangan terbesar mbak Uti dalam menulis berlabuh di Lindoya ini?

    3. Apa pesan yang ingin coba mbak Uti sampaikan ke pembaca berlabih di Lindoya? Karena tempat Lindoya masih asing dalam benak pembaca.

    4. Adakah semangat khusus yang mbak Uti miliki setiap menulis?

    5. Adakah ritual unik dan hanya mbak Uti yang tahu kalau sedang menulis suatu novel? Sesuatu yang khusus gitu atau mungkin hanya mbak Uti yang lakukan 😀

    Trims! Semoga kali ini aku beruntung!

  6. Nadia says:

    Nama: Nadia Puspaningtyas A.
    Twitter: @Nadia48nafla
    Link share: https://twitter.com/Nadia48nafla/status/658841525695086592

    Pertanyaanku untuk #askauthor
    1. Jika di beri 2 pilihan, novel baru atau sekuel Berlabuh Di Lindoya. Mbak Uti pilih yang mana? Alasan?

    2. Sebelum Berlabuh Di Lindoya terbit, Mbak Uti lebih sering membaca atau menulis? Ada waktu khususkah?

    3. Bagi tips-tipsnya dong Mbak Uti, bagaimana caranya menuangkan ide yang sudah ada dalam bentuk sebuah tulisan yang berakhir sebuah novel?

    4. Menurut Mbak Uti, tentang Dunia Buku di Indonesia sekarang bagaimana?

    5. Apa yang ada di pikiran Mbak Uti ketika mendengar kata “Buku”?

    Terima Kasih ^^9.

  7. NaningPratiwi says:

    Nama : Naning Pratiwi
    Akun Twitter : @chelseas_lovers
    Link Share : https://twitter.com/chelseas_lovers/status/658869796822355968

    #AskAuthor

    1. Kenapa memilih setting di Norwegia kak??
    2. Adakah salah satu tempat di Indonesia yang setidaknya punya karakteristik hampir sama dengan Lindoya???
    3. Bagian mana yang paling disukai, siapa tokoh favorit di novel ini?
    4. Apakah jika menulis novel, murni cerita yang tiba-tiba muncul atau ada sedikit pengalaman pribadi yang ikut masuk??
    5. Bagaimana cara mengetahui tulisan kita itu bisa dibaca oleh yang lain, maksudnya, terkadang menurut kita bisa nyambung di kita, tapi waktu dibaca yang lain nggak ada rasanya.

    Trimakasih kak atas kesmpatan tanyanya..

  8. Marfa says:

    Nama : Umi Marfa
    Twitter : umimarfa
    Email : umi.marfa@gmail.com
    Linkshare : https://twitter.com/umimarfa/status/658908655757070336

    btw, tempatnya antimainstream ya 😀
    Pertanyaan :
    1. Pas Berlabuh di LindØya udah jadi buku eskpresi mbak seperti “Nggak nyangka bisa bikin buku ini!” atau “Akhirnya selesai juga!”?
    2. Apa harapan mbak untuk para pembaca Berlabuh di LindØya?
    3. Mbak jalan-jalan nyari inspirasi gitu nggak pas kena writer block, terus misal lagi jalan nemu inspirasi nyatetnya gimana tuh, selalu sedia note kecil atau ditaruh dihape?
    4.Buku-buku fiksi dan nonfiksi aja yang menjadi referensi atau inspirasi dalam pembuatan buku Berlabuh di LindØya?
    5. Ada nggak orang spesial yang ingin banget mbak kasih buku ini sebagai perayaan terbit buku ini atau sekedar untuk hadiah ulang tahun mereka, sahabat misalnya?

    Terimakasih, maaf ya gajelas 😀

  9. EMF (@evitta_mf) says:

    Nama: Evita
    Akun twitter: @evitta_mf
    Link share: https://twitter.com/evitta_mf/status/658920016994107392

    #AskAuthor
    1. Apa yang paling berkesan selama proses penulisan novel Berlabuh di Lindoya?
    2. Berapa kali proses editing novel ini sampai akhirnya berhasil di terbitkan?
    3. Apakah kaka punya pengalaman pergi ke Lindoya sehingga memilih setting Lindoya untuk dijadikan novel ini?
    4. Siapakah penulis novel idola kaka sehingga kaka memutuskan untuk menjadi penulis juga?
    5. Siapa tokoh dalam novel #BerlabihDiLindoya yang paling kaka suka dan kaka rasa memiliki karakter yang berbeda dari pada karakter-karakter dalam novel lainnya?
    Dijawab ya kak (:

  10. dianmayy says:

    Pertanyaannya:
    1. Mbak Uni emang doyan genre Amore? kok kayaknya hampir semua buku-bukunya di lini Amore gitu ya.
    2. Buku-buku apa yang jadi referensi untuk menulis lini Amore gini?
    3. Ada keinginan untuk menulis genre lain? Thriller, mungkin?
    4. Ada pengalaman pribadi yang dibagi dalam cerita ini?
    5. Dalam menulis cerita, apakah Mbak Uti membuat outline dalam menulis Berlabuh di Lindoya dan selalu mengikuti outline yang dibuat itu?

    Nama: Dian Maya
    Twitter: @dianbookshelf
    Link share: https://twitter.com/dianbookshelf/status/658921640227540992

  11. iannah212 says:

    Nama : Ianah El Sholikhah
    Akun twitter : @iannah212
    Link share : https://mobile.twitter.com/iannah212/status/658959210051342336

    Pertanyaan :
    1. Kenapa ambil setting di Lindoya kak? Kakak pernah kesana? Sepertinya Lindoya tempat yang indah~ jadi pengen kesana >.<

    2. Bagaimana cara menentukan judul yang pas buat karya kita kak? Baik cerpen maupun novel. Bagaimana cara menarik pembaca dengan judul karya kita?

    3. Karya kakak kan udah lumayan banyak, bagaimana cara mempertahankan konsistensi kakak dalam menulis?

    4. Boleh bagi tips biar karya kita diterima sama penerbit kak? Makasiiih, hehe ^^

    5. Bagaimana cara membuat karakter dalam karya kita bisa hidup kak? Boleh bagi tipsnya dong, hehe

    Dijawab yaa kak ^^ wish me luck~

  12. Safitri Ariyanti says:

    Nama : Safitri Ariyanti
    Akun Twitter : @safitriariyanti
    Link share : https://twitter.com/safitriariyanti/status/658958461288361984

    1. Halo Kak Uti. Begini, kan novelnya bersetting di Lindoya dan seingat saya Kak Uti bilang pernah ke sana. Lalu, hal apa saja dari kehidupan orang-orang di Lindoya yang menjadi perhatian khusus Kak Uti untuk dijadikan bahan referensi menulis novel ini?

    2. Apakah Kak Uti biasa melakukan riset terlebih dahulu sampai informasi yang kakak peroleh dirasa cukup barulah menggarap sebuah novel, atau riset dilakukan bersamaan dengan proses penggarapan novel?

    2. Mengingat rumah Sam dan Rasmus ini terinspirasi dari dua rumah yang ada di Lindoya, apakah ide tentang tokoh utama (Sam) yang punya trauma masa lalu hingga memilih pindah ke Norwegia itu muncul begitu saja ketika kakak melihat rumah tersebut atau bagaimana?

    4. Apakah Kak Uti punya jadwal dan tempat khusus untuk menulis sebuah novel? Atau di mana dan kapan pun sebuah ide muncul, Kak Uti biasa menuliskannya langsung?

    5. Terakhir, adakah pesan yang coba Kak Uti sampaikan lewat novel Berlabuh di Lindoya ini kepada para pembaca?

    Terimakasih Kak Dhani dan Kak Uti.^^

  13. Noer Anggadila says:

    Nama : Noer Anggadila
    Akun twitter : @noeranggadila
    Link share : https://twitter.com/NoerAnggadila/status/659018941923131392

    #AskAuthor
    1. Apa yang ingin Mba’ Uti sampaikan melalui novel Lindoya ini? Apa harapan buat para readers?

    2. Kalau seandainya settingnya diganti di Indonesia, Mba’ Uti mau pilih dimana dan mengapa?

    3. Ada gak ritual sebelum mulai nulis dan selesai nulis? atau bahkan ritual setelah tau kalau novel Mba’ diterbitkan?

    4. Adakah makna tersirat di balik judul ‘Lindoya’? atau mungkin dari gambar kover dan pemilihan warnanya?

    5. Pernah kepikiran gak buat novel genre Islami? kalau ya settingnya dimana dan gimana intinya?

  14. Eni Lestari says:

    Nama: Eni Lestari
    Twitter: @dust_pain
    Link share: https://twitter.com/dust_pain/status/659148033561509888

    Pertanyaan:

    1. aku baru tau nih kalo Mbak Uti nulis buku anak2 juga. kira2 lebih susah mana nulis buku anak2 atau novel romance dewasa? kendalanya apa?

    2. katanya tiap penulis punya muse/sumber inspirasi yang membuat mereka terus menulis. kalo Mbak Uti punya muse juga gak, yang membuat Mbak Uti gak pengin berhenti berkarya?

    3. apa Mbak Uti punya waktu khusus untuk menulis? lebih suka menulis di tempat sepi, atau di keramaian seperti di taman/cafe?

    4. apa yang ingin Mbak Uti sampaikan lewat novel Berlabuh di Lindoya?

    5. apa yang spesial dari novel Berlabuh di Lindoya?

  15. Musdalifah Putri says:

    Nama: Musdalifah Putri
    Akun twitter: @MusdalifahYeaa
    Link share: https://twitter.com/MusdalifahYeaa/status/658966994083930112

    1. Mbak Uti berniat untuk membuat novel dengan latar dan budaya Indonesia tidak?

    2. Pesan apa yang ingin mbak Uti sampaikan kepada para pembaca melalui tokoh Sam dalam novel ‘Berlabuh di Lind∅ya’?

    3. Mbak Uti bisa bahasa Norwegia tidak? Jika iya, berapa lama belajarnya atau adakah pengalaman menarik tentang mempelajari bahasa Norwegia?

    4. Sam kan dari Indonesia, sedangkan Rasmus dari Norwegia. Nah pasti kan setiap negara memiliki budaya masing-masing, lalu bagaimana cara mbak Uti memadukan 2 kebudayaan berbeda itu, dan bagaimana cara mbak Uti mengetahui budaya yang ada di Norwegia?

    5. Tiga (3) kata untuk novel ‘Berlabuh di Lind∅ya’?

    Terima kasih 😀

  16. agathavonilia says:

    Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Link share : https://twitter.com/Agatha_AVM/status/659168528935710722

    Halooo … Kak Uti, ketemu lagi nih sama aku. Semoga nggak bosen ya Kak. Aku ngefans sama kakak nih soalnya. Hehehe Langsung aja ya Kak #askauthor 🙂

    1. Kakak kan suka wine nih dan memasak, apa proyek kakak di novel selanjutnya berhubungan dengan wine atau chef gitu?

    2. Kakak masih sulit nggak belajar mengenai sastra dan masih menemukan kesulitan nggak kak sampai harus melakukan riset atau menanyakan ke beberapa teman tentang cara penulisan kata ini yang baik dan benar?

    3. Mengapa kakak suka membuat/memakai photo quotes setiap kali ngetweet atau menjawab pertanyaan? Hehehe

    4. Apa harapan kakak untuk dongeng anak-anak Indonesia ke depannya dan kesan kakak tentang Frankfurt Book Fair pertama kali juga Indonesia ikut serta?

    5. Kapan Kak Uti balik Indonesia dan mungkin mengadakan jumpa pers atau ngobrol bareng kakak secara langsung atau live serta photo selfie (tanda tangan juga sih)? Heheheee

    Pertanyaanku nggak mainstream kan? Hehehe

    Yah … Itu saja secuil pertanyaan dariku. Kak Uti dan Kak Gerimis ya? 🙂 Thank you so much.

  17. Tasya says:

    Nama : Tasya
    Akun twitter : @tasyaamanda95
    Link share : https://twitter.com/tasyaamanda95/status/658581602952343552

    #AskAuthor
    1. Mba uti, Observasi langsung kah ke lokasi yang ada dibuku ?
    2. Gimana caranya Mba Uti untuk menanggapi para “yang tidak menyukai/haters” dari karya-karya Mba Uti ?
    3. Apakah Mba Uti suka ngga pernah baper sendiri kalau lagi bikin buku ?
    4. Adakah harapan/hikmah yang mba uti ingin sampaikan setelah pembaca membaca buku ?
    5. Apa yang berbeda (spesial) dari buku mba uti dengan novel-novel karya penulis lainnya ?

  18. eyis yis says:

    Nama: Eris Andriani
    Twitter: @RizAnNie88
    Link Share: https://twitter.com/RizAnNie88/status/659190373558849536

    Pertanyaan:
    1. Kira-kira pernah nggak karakter tokoh di novel yg kak Uti tulis kebawa ke kehidupan nyata kakak?

    2. Kalau disuruh milih novelnya jadi best seller atau cetak ulang terus?

    3.Di novel berlabuh di Lindoya diceritakan bahwa Sam bekerja di perusahaan pengeboran minyak di Norwegia. Apakah kak Uti punya pengalaman khusus dengan perusahaan pengeboran minyak?

    4. Jarang penulis yg menulis buku tentang anak-anak. Hal apa yg mendorong kakak untuk menulis buku tentang anak-anak?

    Terima kasih ^_^

  19. Isqi Noor Hamdani says:

    Nama : Isqi Noor Hamdani
    Twitter : @Isqi_Noor
    Link share : https://twitter.com/Isqi_Noor/status/658817239747923968

    1. Adakah keistimewaan dari novel #BerlabuhDiLindoya ? kalau ada tolong ceritakan ka !:D
    2. apakah dalam membuat Novel #BerlabuhDiLindoya kaka melakukan riset ? berapa waktu yang dibutuhkan untuk melakukan riset itu ?
    3. se-spesial apa sih pulau Lindoya untuk kaka, hingga menjadikannya setting dalam Novel #BerlabuhDiLindoya ?

  20. zazadwiastutiarfah says:

    Nama : Zaza Dwiastuti Arfah
    Akun twitter : @zazadwi
    Link share : https://mobile.twitter.com/Zazadwi/status/659235665540812801?p=v
    Pertanyaan :
    – Apa harapan Mbak Uti sewaktu nulis novel “Berlabuh di LindØya” ? Apakah Mbak berharap novelnya akan masuk dalam kategori best seller?
    – Yang saya tau Mbak Uti kan sudah punya 4 novel yang terbit. Yang saya tanyakan berapa lamakah proses pembuatan novel-novel tersebut? Terutama novel “Berlabuh di LindØya” ?
    – Untuk karakter Sam dan Rasmus apakah anda terinspirasi dari seseorang? Kalau iya siapa?
    – Novel “Berlabuh di LindØya” kan mengambil setting di Norwegia. Nah, bagaimana cara anda mendalami settingan di Norwegia ini ? Apakah anda sudah pernah kesana sebelumnya? Atau hanya mencara ide-ide dari internet?
    – Bisakah anda bercerita bagaimana awal mulanya anda berfikir untuk mengambil settingan di Norwegia dalam “Berlabuh di LindØya” ini?

  21. Astrid Lucretia (@sweet_tibot) says:

    Selamat tengah malam…

    haiiii perkenalkan

    Nama saya : Astrid Lucretia
    Akun twitter : @sweet_tibot
    Link share : https://twitter.com/sweet_tibot/status/659050996450988033?s=02

    mbaa uti mohon dijawab…
    1. mba uti kan kerja di bidang tehnik mesin yang tiap melakukan pekerjaan harus melakukan penelitian terlebih dahulu, apa hal tersebut yang membuat mba uti dalam menulis cerita melakukan riset juga?
    2. selain novel mba uti kan juga menulis cerita untuk anak2, apa mba juga melakukan riset dalam menulis cerita anak2 atau berimajinasi?
    3. dari semua tokoh yang diciptakan, siapa tokoh yang paling menguras hati dan pikiran mba, alasannya?

    terima kasih….

  22. Anggita Dewi says:

    Nama: Anggita Dewi
    Akun twitter: @Anggitarav
    Link share: https://mobile.twitter.com/Anggitarav/status/659546765142568960

    Pertanyaan:
    1) Para pembaca banyak tertarik dengan judul yang unik dan jarang didengar, tapi setelah dibaca banyak yang merasa kecewa dengan isi ceritanya. Apakah novel ini juga begitu? Hanya judulnya saja yang menarik? Jika tidak, berikan alasan mengapa kita harus membaca dan merasa tidak menyesal untuk membelinya.

    2) Kenapa lebih memilih untuk membuat novel yang terdapat juga isi informatifnya daripada menekankan pada romance saja. Apa tidak takut kalah saing dengan novel-novel lainnya?

    3) Sebenarnya apa yang diinginkan tokoh Sam dalam cerita ini? Apakah cuman ingin menjauh dari masa lalu dan mencari ketenangan di lindøya?

    4) Saat akan mengirimkan naskah pertama kali, mencari situs-situs semua penerbit atau sudah memiliki penerbit incaran? Dan apakah naskah pertama kali, langsung diterima begitu saja?

    5) Siapa satu penulis yang dijadikan panutan? Apakah tulisan mba uti terinspirasi dari tulisannya atau punya gaya penulisan tersendiri?

    Wah ngga nyadar panjeng banget :’D semoga dijawab dengan lancar ya mba.

  23. naely ulya says:

    nama: Naely ulya
    domisili: mataram, ntb
    akun twitter:@naelyulya
    link share:https://twitter.com/NaelyUlya/status/659583685985894400

    pertanyaan:

    1. karakter favorit mbak uti dalam novel ini siapa?
    2. mbak uti lebih suka memakai sudut pandang orang pertama atau ke -2? alasan menggunakan sudut pandang itu kenapa?
    3. dari buku – buku yang pernah mbak tulis, yang mana pengerjaanya paling singkat dan yang mana yang paling lama?
    4. apakah mbak setuju jika salah satu karya mbak dibuatkan film?
    5. umur berapa mbak uti mulai belajar menulis?

  24. Putri Pramaa (@PutriPramaa) says:

    Nama: Putri Prama A.
    Twitter: @putripramaa
    link share: https://mobile.twitter.com/PutriPramaa/status/659720113130573825?p=v

    1) Kenapa nama tokoh perempuannya Sam? Padahal Sam terkesan seperti nama cowok, apa ada arti khusus?
    2) Kenapa memilih setting Lindoya? Padahal Lindoya adalah pulau terpencil, berarti hanya ada sedikit interaksi dengan tokoh-tokoh selain Sam dan Rasmus dong?
    3) Naskah ini sepertinya (dari review-review-nya) lebih banyak terfokus pada dua tokoh, Sam dan Rasmus, kenapa memilih untuk lebih banyak memfokuskan pada mereka berdua? Kenapa tidak ada tokoh sampingan yang banyak?
    4) Bagaimana melakukan riset untuk tempatnya selain penulis pernah pergi ke sana? Kan terkadang suatu tempat mengalami perubahan.
    5) Kenapa memilih lini Amore untuk kisah Sam dan Rasmus ini?

  25. veny says:

    Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Link : https://twitter.com/yutakaNoYuki/status/659741667587567617

    #AskAuthor

    1. Mbak Uti udah pernah langsung ke Lindoya? Kalau sudah, apa yang menarik dari Lindoya menurut mbk ? Dan kalau belum ada rencana mau kesana kapan mbk ?
    2. Dapet tema cerita ini sebelum tau tempat Lindoya atau tema ini udah ada baru mbak kasih latarnya yaitu Lindoya ?
    3. Oiya, ada cerita atau buku favorit yang jadi pemicu mbk buat jadi penulis ?
    4. Kalau buat karakter di novel itu kebanyakan berdasar sosok orang didunia nyata atau rekaan di imajinasi mbk ?
    5. Sebagai penulis, masih ada tema yang belum mbk coba untuk tulis nggak ? Tema apa itu dan kenapa ?

  26. triyusufciduk says:

    Berlabuh di Lindoya ini adalah buku terbaru dari K. Fisher yang cukup menggugah hatiku hingga menimpulkan beberapa pertanyaan yang meresahkan batin. Karena itu, pada kesempatan ini aku ingin menyampaikan segala keresahan itu agar bisa membuat batinku merasa terpuaskan. Dan inilah keresahan-keresahan yang kurasakan telah ku rangkum menjadi beberapa pertanyaan, semoga Kak Kusuma bersedia untuk menjawabnya.

    1. Hal pertama yang menarik perhatianku dari buku ini adalah Lindoya, sesuatu yang asing di telingaku dan mungkin di telinga sahabat lainnya. Sesuatu yang berbeda, kenapa harus Lindoya sebagai settingnya? Apakah mungkin karena kabarnya Kak Kusuma yang sudah pernah menginjakkan kaki disana dan ingin membagikan keindahan Lindoya pada para pembaca? Atau jangan-jangan kakak sedang berusaha untuk sharing pengalaman pribadi sama kita semua nih?
    2. Selanjutnya nih, dengan tema yang diangkat dari buku ‘Berlabuh di Lindoya’ dimana menceritakan usaha seorang wanita yang berkeinginan untuk membuang kenangan masa lalunya. Disini sang tokoh memilih jalan dengan cara kabur ke negara orang lain dan mengubah namanya. Nah, menurut kak Kusuma sendiri, adakah tips ampuh lainnya agar bisa membantu teman kita yang sedang berusaha move on supaya bisa hidup tenang kembali, melupakan masa lalunya? Apalagi teman-teman yang masih terbayang-bayang wajah sang mantan mungkin, yang baru putus dari pacarnya.
    3. Pada kenyataannya yang kita ketahui kan novel dengan genre romance itu sudah bertebaran dimana-mana dengan kemasan ide atau jalan cerita bahkan konflik-konflik yang disajikan di setiap novel itu berbeda. Nah, itu berarti saingan untuk menarik perhatian pembaca nih berat banget kak. Bagaimana siasat kakak menghadapinya. Tetap percaya diri saja dengan hasil karya kakak karena sudah yakin bahwa apa yang kakak tulis dalam buku ini juga memiliki something different yang bakal punya daya tarik sendiri yang membuat beda dari buku lainnya. Atau mungkin karena kakak merasa sudah banyak penggemar jadi yakin saja nih ngeluarin buku apa saja pasti dibeli deh oleh mereka entah apakah karyanya bagus atau tidaknya?
    4. Oh ya, selain novel nih. Kakak juga menulis buku cerita anak kan? Kita tahukan susahnya menulis dengan dua pembahasan yang berbeda ini. Dimana kita tahukan kalau novel biasanya membahas tentang masalah-masalah kehidupan yang dialami remaja ataupun dewasa dan buku cerita anak-anak yang pastinya penuh akan pembelajaran untuk mereka, sesuatu yang mendidik atau menghibur. Nah, pastinya proses menulisnya ini penuh akan kenangan entah itu suka atau duka, boleh dong kak Kusuma berbagi cerita susah-gampangnya dalam menulis novel ataupun buku cerita anak?
    5. Pertanyaan terakhir nih. Menulis pasti sudah menjadi kebiasaan atau hobi nih untuk kakak. Dan pastinya kak Kusuma ngak mau nih berhenti untuk terus menulis. Maka dari itu saya mau minta nih saran dari kakak bagaimana supaya kita ini tidak merasa jenuh dalam menulis atau bahkan sampai berkeinginan untuk stop menulis padahal baru mulai dengan beberapa karya nih? Apalagi kalau ingin menjadi penulis yang professional, dengan menciptakan puluhan karya yang berbeda-beda tema, jalan cerita, genre, setting entah apapun itu pasti sulit kan. Bagaimana nih tips ampuh dari kak Kusuma agar kita tidak kehabisan ide untuk menulis sesuatu yang baru? Cara agar kita jadi tidak mudah menyerah, karena merasa otak sudah buntu atau karena sudah banyak author lain yang bermunculan jadi merasa minder sama hasil karya sendiri?

    Tri Indah Permatasari
    @LiebeIs0503

    P.S: Maaf panjang semua karena benar-benar antusias banget pas disuruh buat pertanyaan^^

  27. thiamelia says:

    Nama: Thia Amelia
    Akun twitter: @Thia1498
    Link share: https://twitter.com/Thia1498/status/659900836391223296?s=01

    Tulis maksimal 5 pertanyaan ke mbak uti

    1. Kenapa mbak selalu milih setting di pulau terpencil di luar indonesia?

    2. Adakah tempat indah di indonesia yang juga ikut menginspirasi Mbak untuk membuat novel ini?

    3. Menulis novel dengan setting diluar indonesia pasti sulit kan mbak? Apa yang mbak lakuin agar ide itu terus mengalir lancar?

    4. Pernah ga Mbak ngerasa buntu banget ketika menulis dan memutuskan untuk menghentikan nulisnya? Kalau iya kapan dan kenapa?

    5. Cara mbak membuat setting yang anti mainstream ini gimana sih mbak? Diantara para pembaca mbak pasti belum pernah ada yang keluar negeri kan?

    Ini semua pertanyaan yang mengiang di otak aku ketika baca blurb novel ini dan review nya disemua blog. Kebanyakan tentang setting sih, karena aku penasaran banget.

  28. Bintang Ach (@Bintang_Ach) says:

    Nama: Bintang Permata Alam
    Akun twitter: @Bintang_Ach
    Link share: https://twitter.com/Bintang_Ach/status/659023460937535488

    #AskAuthor
    1. Apakah sudah cukup jikalau kita mengambil set luar negeri tapi kita hanya belajar dari referensi, dan buku saja? Apa alasannya?

    2. Apakah kesulitan membuat set luar negeri yang notabene-nya bukan lingkungan yang dijumpai sehari-hari?

    3. Mengapa harus mengambil setting Lindoeya yang pada umumnya masih asing di telinga banyak orang?

    4. Dalam membuat cerita, kekonsistenan karakter setiap tokoh sangat diperlukan. Lantas, bagaimana cara mbak Uti menyikapi itu agar setiap tokohnya memiliki ciri khas yang bisa melekat di ingatan pembaca?

    5. Apakah yang menjadi daya tarik utama novel dengan setting luar negeri? Termasuk novel “Berlabuh di Lindoeya” ?

  29. Aya Murning says:

    Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Link share:

    #AskAuthor

    1). Mbak Uti kan sudah punya banyak karya, terutama buku anak-anak. Nah, selama ini tiap ngirim naskah ke penerbit itu apakah selalu lancar? Boleh ceritain nggak kalau ada pengalaman terpahit waktu naskah Mbak Uti ditolak?

    2). Sejauh ini setahuku Mbak Uti masih berkubang di genre anak dan romance dewasa. Pernahkah Mbak Uti kepikiran untuk banting setir nyoba nulis genre lainnya sebagai tantangan?

    3). Kalau beneran ada tantangan atau tawaran ke Mbak Uti untuk nulis genre lain, kira-kira Mbak Uti terima nggak? Kalau terima, mau nulis genre apa dan kenapa pilih yang itu?

    4). Misalnya nih, nanti Berlabuh di Lindoya diangkat ke layar lebar oleh PH dari Indonesia (aamiin!), Mbak Uti penginnya artis siapa buat meranin Sam dan Rasmus?

    5). Mbak Uti pilih ya, ini question of life ala Om Deddy Corbuzier di acara Hitam Putih. 😉
    • tetap stay di Austria dan bisa produksi novel/buku dengan lancar sampe ratusan, trus beberapa karyanya dapet tawaran dijadikan film, atau…
    • balik pulang/stay di Indonesia bersama suami & anak dan bisa dekat dengan keluarga besar, tapi produksi tulisannya malah makin menurun. 😀

    Sekian dan terima hadiah XD

  30. Adriani Febrina says:

    Nama: Adriani Febrina
    Twitter: @FebrinaAdriani
    Link share: https://twitter.com/FebrinaAdriani/status/660129332933726208

    #askauthor
    1. Bagaimana caranya mbak berfikir di luar ‘kotak’ (diluar batas) ketika sedang mencari ide cerita baru untuk menulis?

    2. Bagamana reaksi mbak jika ada orang yg berkata kalau jalan cerita novel yg mbak buat mirip dengan novel orng lain yg tidak mbak kenal?

    3. Menurut mbak, apakah SMA kelas 1 (14tahun) sepertiku telat untuk memulai menjadi blogger keren dan penulis hebat?

    4. Menulis pasti membutuhkan kesabaran yg ekstra. Jadi, bagaimana caranya mbak menumbuhkan rasa sabar itu? (Jujur, saya orng yg tidak sabaran sehingga semua novel yg tak terselesaikan bertebaran di laptop. Hehehe :D)

    5. Terakhir, ini merupakan kendala yg sering terjadi pada saya. Rasa bosan untuk menulis awal cerita, rasanya saya ingin langsung ke puncak klimaksnya. Jadi, pertanyaan saya, apakah mbak pernah merasakan hal ini? Jika pernah bagaimana cara mbak menghilangkannya?

    Trima kasih 🙂 rasanya lega setelah menanyakan hal ini, dulu gak tau mau nanya sama siapa 😀 hehehe…

  31. dhilayaumil says:

    Nama: Nurul Fadhilah Yaumil
    Akun twitter: @dhilayaumil
    Link berbagi info GA: https://mobile.twitter.com/dhilayaumil/status/660151457581109248

    Halo, Kak Uti. Salam kenal dari saya. Demi menuntaskan keingintahuan saya terhadap penulis yang menulis cerita berlatarkan luar negeri, semoga berkenan menjawab beberapa pertanyaan dari saya, ya. 🙂

    1. Siapa penulis dalam dan luar negeri favorit Kak Uti yang sedikit banyak memengaruhi karir menulis kakak?

    2. Ada yang bilang, menulis cerita dengan latar suatu tempat agak susah-susah gampang. Penulis kadang mendapat tantangan agar deskripsi latar yang ia kemukakan dibaca tidak seperti membaca ‘hasil googling’. Nah, bagaimana dengan Kak Uti sendiri? Bagaimana kiat khususnya agar pembaca bisa benar-benar merasakan suasana yang digambarkan, merasa seperti ada di tempat dan suasana yang digambarkan di buku.

    3. Adakah part khusus dalam buku Berlabuh di Lindoya yang menjadi favorit Kak Uti?

    4. Selain buku anak-anak dan genre romance, jenis buku apalagi yang membuat Kak Uti tertantang untuk menulisnya tetapi belum terlaksana?

    5. Terakhir, nih, adakah quote paling favorit di novel Berlabuh di Lindoya yang ingin sekali Kak Uti bagi ke para pembaca?

    Terima kasih dan semoga sukses dengan karya-karyanya. ^^

  32. Shiela Hartiningtyas says:

    Nama : Shiela Hartiningtyas
    Twitter : @ruth_shiela
    Link share : https://twitter.com/ruth_shiela/status/660333151437217793

    #askauthor :
    1. Boleh dishare ga apa pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkan Mbak Uti selama menjadi penulis?
    2. Mbak Uti kan sudah menulis banyak genre buku, nah kalau disuruh memilih paling senang itu menulis genre buku apa sih dan apa alasannya?
    3. Cover buku Berlabuh di Lindoya ini artistik dan keren bgt! Kalau boleh tahu apakah Mbak Uti terlibat langsung dalam pembuatan dan pemilihan covernya? Kalau iya seberapa banyak keterlibatannya?
    4. Berikan penjelasan/deskripsi singkat mengapa orang-orang harus memiliki dan membaca buku Berlabuh di Lindoya ini?
    5. Selain menulis, apa hobi Mbak Uti dan bagaimana membagi waktu antara hobi tsb dengan kegiatan menulis?

  33. Hary Gimulya says:

    Nama : Hary Gimulya
    Twitter : @angels_rutherfo
    Link share : https://twitter.com/angels_rutherfo/status/660334737953722368

    #askauthor :

    1. Sebelumnya selamat ya kak karena beberapa karyanya ikut serta dalam festival buku di Frankfurt. Kalau boleh tahu bagaimana awalnya buku-buku kakak ini bisa terpilih untuk mewakili Indonesia di event buku internasional tersebut dan apa kesan-kesan serta harapan kakak terhadap event ini?
    2. Sebagai penulis, pastinya ingin donk karyanya dibaca oleh banyak orang, termasuk juga pembaca yang ada di luar negeri. Nah apakah kakak punya cita-cita menjadi seorang penulis
    yang go to international? Menurut kakak, apa sih kendala seorang penulis yang ingin go to international?
    3. Apa yang memotivasi kakak untuk menjadi seorang penulis dan bagaimana tanggapan orang-orang terdekat kakak?
    4. Sebutkan hal positif dan negatif yang kakak rasakan/dapatkan selama menjadi penulis?
    5. Siapa penulis favorit kakak (dari dalam maupun luar negeri) dan kenapa memfavoritkannya?

  34. rarazaahra says:

    Nama : Rinita
    Twitter : @Rinitaa_1976
    Link share : https://mobile.twitter.com/Rinitaa_1976/status/659839628422176768?p=v

    – Apa yang menjadi dasar utama mbak menjadi penulis novel?
    -Genre Apa yang kakak paling suka dan mengapa suka yang itu?
    – Apa Ide awal kakak waktu pertama kali mau menulis Berlabuh Di Lindoya?
    -Apa Kesan kakak waktu menulis Berlabuh di Lindoya, adakah hal paling rumit dalam menulisnya?
    -Apa harapan kakak untuk novel baru kakak ini?
    Thanks.

  35. megawidya16 says:

    Nama : Mega Widyawati
    Twitter : @widy4_w
    Link share : https://mobile.twitter.com/Widy4_W/status/660339775321206784?p=v

    1. Mbk gimana caranya supaya novel kita bisa di terima oleh penerbit mayor?

    2. Mbak kalau bikin satu novel membutuhkn waktu berapa lama?

    3. Mbak uti gimana caranya bikin novel tapi nggak berhenti di
    tengah jalan ?? aku biasanya begitu nukis
    di awal menggebu-gebu, pas ditengah2nya tiba2 malas dan terbengkalai. kadang bingung juga mau bikin endingnya, kisah ceritanya kemana-mana. Tolong ajarin aku dong mba biar nulisnya lancar.

    4. Bagaimana pengalaman mbk uti selama menulis “Berlabuh di Lindoya” dan bagian apa yang menurut mbak paling susah??

    5. Apa sih mbk suka-dukanya ketika novel kita sudah di terima oleh penerbit? Terus Prosesnya gimana?

    #TerimaKasih Mbak Uti.. 🙂

  36. rinspiration95 says:

    Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Lihat Tweet @RiniCipta: https://twitter.com/RiniCipta/status/660434434433224704

    Mbak, aku ikut ask author ya! Wish me luck ^^9
    1. Apakah ada adegan yang favorit di novel ini? Kenapa itu bisa jadi kesukaan mbak?
    2. Pilih satu, lebih berkesan Blue Vino atau Berlabuh di Lindoya? Alasannya?
    3. Tantangan apa yang dirasakan ketika menulis fiksi romance dibanding buku anak-anak?
    4. Bagi cerita dong tentang buku yg diikutkan dalam Frankfurt Book Festival kemarin. Perasaannya gimana?
    5. Gimana pandangan mbak tentang dunia kepenulisan di Indonesia saat ini?

    Terima kasih, sukses terus buat novel Berlabuh di Lindoya. Ditunggu ya karya selanjutnya :))

  37. Rany Dwi Tanti says:

    Nama : Rany Dwi Tanti
    Twitter: @Rany_Dwi004
    Link share: https://twitter.com/Rany_Dwi004/status/660445893565353984

    1. Untuk setting Pulau Lindoya, apa mbak Uti pernah tinggal di sana atau melakukan riset ke Pulau Lindoya untuk memantapkan ide cerita?

    2. Bisa gak berbagi cerita tentang proses ditulisanya buku Berlabuh di Lindoya ini hingga akhirnya berhasil diterbitkan? Suka dukanya apa?

    3. Bagaimana sih membuat sebuah cerita yang feel-nya sampai bisa ngena dihati pembaca?

    4. Bagi mbak Uti sebagai seorang penulis, reviewer itu apa? Sahabat? Musuh? Juri yang bikin sebal, atau apa?

    5. Apa yang mbak Uti coba tonjolkan dalam novel ini? Apakah dari segi plot, setting, karakter para tokohnya yang kuat, atau penggunaan diksinya sehingga novel ini lebih istimewa dari yang lainnya?

  38. Leny .H. says:

    Nama: Leny .H.
    Twitter: @Lenny66677291
    link share: https://mobile.twitter.com/Lenny66677291/status/660474641383747584?p=v

    #AskAuthor
    1. Sejak kapan sih mbak Uti mulai suka menulis dan kemudian memutuskan tuk jadi penulis?
    2. Ada waktu atau tempat khusus nggak buat nulis?
    3. Siapa sih orang yg paling berpengaruh dalam hidup mbak Uti dan memotivasi untuk jadi penulis?
    4. Darimana sih mbak Uti mendapatkan inspirasi menulis novel berlabuh di lindoya ini dan mengapa mengambil latar tempat Lindoya, apakah ada kenangan tersendiri yg berkesan?
    5. Apakah ada pesan khusus yang ingin mbak Uti sampaikan melalui novel berlabuh di lindoya ini?

    Trima kasih…

  39. Leny H says:

    nama: Leny H
    twitter: @Lenny66677291
    link share: https://mobile.twitter.com/Lenny66677291/status/660474641383747584?p=v

    1. Sejak kpn sih mbak uti mulai suka menulis dan kemudian memutuskan tuk jadi penulis?
    2. Ada waktu atau tempat khusus nggak sih mbak tuk nulis?
    3. Siapa orang yg paling berpengaruh dlm hisup mbak dan sekaligus memotivasi mbak tuk nulis?
    4. Darimana sih mbak mendapatkan inspirasi tuk menulis novel berlabuh dilindoya ini dan mengapa mbak memilih Lindoya sebagai latar tempatnya, apakah karena ada kenangan tersendiri yang berkesan?
    5. Apakah ada pesan khusus yang ingin mbak sampaikan kepada pembaca melalui novel berlabuh di lindoya ini?

    Terima kasih..

  40. Pramestya Ambangsari says:

    Nama: pramestya
    Twitter: @p_ambangsari
    Link : https://.twitter.com/p_ambangsari/status/660485152829640704

    1. Bagaimana prosesnya sehingga mbak Uti bisa dapet cerita dengan tema, plot, dan setting tempat yg terbilang unik ini?

    2. Bagian cerita mana yg membutuhkan mood dan feeling paling kuat?

    3. Kenapa Norwegia?

    4. Pesan apa yang ingin mbak Uti sampaikan di novel ini?

    5. Waktu menggambarkan karakteristik tokoh Sam dan Rasmus, mbak Uti kebayang sosok siapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s