Love at the Rooftop

love at the rooftop

Love at the Rooftop

Oleh Hana Sutresno

Penyunting: Novalya Putri

Penyelaras akhir: Hegar Purna Purina

Tata letak: Helen Lie

Ilustrasi cover: Dewi Citra

Penerbit Bhuana Sastra

137 hlm

Sebuah kotak rahasia tersimpan dalam hati Jill, kotak yang bercerita tentang cintanya pada Vian. Hanya Tuhan yang tahu, betapa Jill sangat mencintai partner bertengkar semasa SMA-nya itu.

Setelah delapan tahun, mereka bertemu lagi dalam acara bulanan penghuni apartemen mereka di rooftop. Sekarang Vian adalah tetangga sebelahnya. Mereka pun kembali akrab, dan tetap sering bertengkar seperti dulu.

Kini, haruskah Jill jujur tentang kotak rahasia di dalam hatinya itu? Atau, ia membiarkan kota itu tetap berada di sudut hatinya setelah tahu bahwa Hilly, sahabatnya, jatuh cinta dengan Vian?

Jill yang seapartemen dengan sahabat-sahabatnya Alena dan Hilly juga mendapati teman satu sekolahannya dulu separtemen juga dengannya,Vian. Mereka bertemu diacara yang selalu diadakan oleh penghuni apartemen di Rooftop apartemen mereka.

Ternyata Jill sejak dulu menyukai Vian begitupun sebaliknya tapi tidak ada yang tahu, bahwa mereka saling suka. Jadi perasaan mereka tetap mereka simpan satu sama lain. Mereka bahkan sering bertengkar. Karena mereka kini bertetangga, mereka jadi sering ketemu dan pergi bersama-sama. Itu membuat perasaan mereka masing-masing semakin kuat. Dan lagi-lagi, mereka tidak mampu mengutarakannya.

Sampai…. Hilly, sahabat Jill mengatakan bahwa tiba-tiba dia menyukai Vian. Disamping itu, seseorang dari masa lalu Jill juga tiba-tiba muncul dan ingin berbaikan dengan Jill, ingin memulai dari awal lagi hubungan mereka.

Kalau cinta pernah masuk ke dalam hati, susaj dihapus. Apalagi kalau kita sudah lama mencintai orang itu. Kamu pikir hati ini ada tomnol delete? Masalah hati, kan nggak semudah itu. Perlu waktu lama untuk melupakan yang sudah perah tercatat di sana – hlm 70

Lalu Jill harus bagaimana? Dia mencintai Vian, dia sudah tidak mencintai mantan pacarnya itu, tetapi Hilly menyukai Vian.

Namun, apakah aku sudah mampu melepas Vian? Sosoknya sudah melekat begitu lama di hatiku, sperti plester yang menempel pada kulit. Bila dicabut paksa, ia akan membawa bulu-bulu halus juga. Mencabut Vian pasti akan terasa sakit… karena ada bagian hati yang ikut terbawa – hlm 87

Bagaimana Jill harus bertindak?

***

Sebenarnya ini bukan jenis bacaan saya sih, hehe. Tapi memang lagi ingin baca yang ringan-ringan jadi saya baca, ini juga pemberian Kak Atria. Terima kasih banyak Kak At….

Bacaan ini cocok banget deh buat yang pengen lagi baca-baca santai. Buku ini tokohnya bukan anak-anak SMA tapi gaya menulis penulisnya cocok banget untuk Teenlit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s