Bukan Saya, Tapi Mereka yang Gila!

bukan sata tapi mereka yang gila

Bukan Saya, Tapi Mereka yang Gila!

© Stefani Hid

Editor: Sitok Srengenge

Cetakan Pertama: Februari 2004

Penerbit KataKita

183 hlm

Tak ada yang bisa hidup sendiri. Siapa pun yang ingin hidup sendiri ia harus menjadi binatang atau dewa. Jika bukan keduanya, ia adalah seorang filsuf.

Aku bukan binatang, aku bukan dewa. Aku juga bukan filsuf. Mungkin setengah filsuf.

Kelahiranku adalah suatu masalah. Aku hidup untuk menerima masalah. Jelas aku tiak bahagia. Tapi aku menikmatinya. Aku menyebut diriku setengah mashokis. Mashokisme biasanya diikuti sadism. Tapi aku tidak sadis. Aku orang paling baik yang pernah ada.

Mamaku pernah berkata bahwa aku dilahirkan sebagai orang baik. Jadi ia percaya aku akan memiliki kehidupan yang baik. Papaku tercinta pernah bilang, bukan perfeksi yang dicari dalam hidup, santailah, carilah kebahagiaan. – hlm 56

Nian hidup dengan segala permasalahan. Dia mengidap suatu penyakit yang membuat dia selalu merasa kahawatir, takut dan depresi. Dia bisa menelan berbutir-butir obat jika penyakitnya itu kumat. Dia seorang yang sangat individualisme. Ayahnya yang seorang dokter juga punya penyakit seperti itu, mungkin keturunan. Karena itulah dia berpisah dengan mamanya. Hidup Nian menjadi tidak terurus, dia selalu seperti merasa hidup sendirian. Dan dia sering dianggap gila, apalagi jika penyakitnya kumat.

Sampai dia bertemu dengan seoarang bapak anggota dewan dalam acara wawancara. Dia emamng gila dan nekad, dia pun menjalin hubungan dengan pria yang berbeda 20 tahun dengannya. Dia tidk peduli pria yang bernama Keken itu sudah punya anak dan istri, tidak peduli dia hanya bisa bertemu dua minggu sekali. Keken juga jatuh cinta dengan anak kecil itu.

Bukan hanya kamu yang berdosa, aku juga. Dari pertama aku tahu kamu sudah berkeluarga. Tapi aku menginginkanmu. Aku hanya datang terlambat – hlm 107

Nian juga punya teman bernama Putri, dia juga gila, begitulah anggapan dia sendiri karena dia seorang lesbi. Dia berpacaran dengan banyak perempuan. Dia merasa sangat cocok dengan Nian, mereka sama-sama gila.

Lalu bagaimana kehidupan cinta Nian, akankah dia selamanya menjadi wanita simpanan?

***

Oke, buku ini sedikit gila, hehe. Buku ini berisi adegan dewasa yaa, adik-adik, *duh yang tua. Hahaha. Tapi saya suka, saya suka dengan tipe tulisan cerdas seperti ini, banyak istilah-istilah yang membuat kita jadi tahu setelah membacanya. Konflik ceritanya juga tidak biasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s