Renjana Dyana

dyana

Renjana Dyana

©2015, Adimodel

Desain, ilustrasi, dan cover oleh Adimodel

Editor: Alodila

Penerbit PT Elexmedia Komputindo

Cetakan pertama: Mei 2015

297 hlm

ISBN: 978-602-02-6449-3

Gairah adalah cinta yang tersulut api.

Aku menginginkan api itu dalam cintaku. Aku ingin api yang benar-benar membakar, bukan hanya sekadar menghangatkan. Aku ingin api yang ke dalamnya aku rela terjun mengobarbankan diri, demi sebuah kenikmatan.

Mencintaimu adalah satu-satunya hal yang membatku hidup. Mencintaimu membuatku tergila-gila, tetapi juga membuatku sembuh dari kegila-gilaanku. Kau penawar sekaligus racun bagiku.

Tetapi api gairah itu menyilaukan mata. Membuatku rapuh dan jatuh ke dlaam lubang hitam yang menghisapku begitu liar. Aku merasa seperti orang bodoh, yang selalu kembali dan kembali kepada rasa sakit yang tak pernah kuizinkan pergi.

Kau akan selalu kembali kepada orang yang kau sayangi, sampai kau terbangun dari mimpi-mimpi yang mengelabui hati. Dan saat itulah, cinta berubah menjadi sebilah pisau yang menikam dalam kegelapan.

Namaku Dyana. Gairah-gairahku ingin menguasaimu dalam seluruh mimpiku dengan segenap hidupku.

Katanya hidup ini pilihan. Kita bisa memilih sendiri hidup apa yang akan kita jalani. Tetapi pada kenyataannya, kadang kita tidak bisa memilih . kadang kita harus menjalani apa yang ada. Dan kadang yang ada itu tidak memuaskan. Tidak membahagiakan – hlm 19

Begitu pula dengan Dyana, dia harus menerima dan menjalani apa adanya hidupnya. Disaat umurnya empat belas tahun, hidupnya yang aman-aman saja dengan ibunya tiba-tiba harus berubah setelah beliau meninggal. Dia adalah salah satu wanita yang tidak percaya akan tuhan dan tidak pernah berdoa, pun dia juga tidak percaya apa itu takdir dan cinta. Sampai dia menemukan sepasang mata yang ingin terus dilihatnya.

Dyana adalah wanita yang hidupnya mengalir dan bebas, dia tidak mau mengabdikan dirinya kepada hanya satu lelaki. Dia akan bebas bercinta dengan siapa saja, berbeda ditiap malamnya tanpa memusingkan status hubungan. Sampai dia bertemu pertama kali dengan seorang pria yang membuatnya malah tidak bisa berkutik.

Konon, pertemuan pertama adalah kesempatan. Kesempatan yang mengujimu apakah kau berani mengambil tindakan atau tidak. Kesempatan yang memancngmu untuk bertindak atau diam saja. Kesempatan yang seolah mengatakan, “Aku hanya datang sekali ini saja. Aku tidak akan datang lagi nanti, atau besok, atau entah kapan lagi. Aku tidak akan datang lagi kepadamu sama sekali.” – hlm 26

Laki-laki itu dicarinya disetiap sudut tetapi tidak pernah dia dapatkan. Belum pernah sebelumnya dia merasakan hal seperti ini. Dyana, wanita yang sama sekali tidak percaya takdir akhirnya luluh ketika dia bertemu laki-laki yang dicarinya untuk kedua kalinya dan dia pun mengenali Dyana.

Pertemuan kedua adalah hal yang menegaskan agar kau bisa meyakinkan dirimu,meyakinkan kalau pertemuan pertamabukanlah sembari lalu saja. Meyakinkan kalau pertemuan pertama itu ada maksudnya. Dan alam semesta dengan sengaja memain-mainkan perasaanmu agar kau berharap pada pertemuan kedua – hlm 34

Dan… pertemuan kedua itu menjadi pertemuan ketiga, keempat dan seterusnya. Sampai Dyana benar-benar tahu bahwa dia benar-benar mencintai laki-laki yang bernama Petra itu, menginginkannya melebihi dari apa pun dan ingin bersamanya selamanya.

Dyana, perempuan yang sangat tangguh dan tidak pernah merasa patah hati. Itu sebelum dia bertemu Petra, dia bisa saja bercinta dengan siapa saja – dengan lelaki atau dengan perempuan – Dyana akhirnya merasakan itu ketika dilihatnya Petra tidur dengan wanita yang bukan dirinya. Dyana mencoba bunuh diri lagi, yah lagi, karena itu pernah dia lakukan ketika masih belia.

Bertemu dengan banyak pria tidk membuatku mnejadi lebih pintar. Sepintar apapun seseorang, jika sedang jatuh cinta, ia akan menjadi orang yang paling bodoh. Sehebat apapun teori dan idealism yang kau pegang, semua akan hancur jika hatimu jatuh ke sebuah lubang bernama cinta – hlm 199

Lalu, apa yang membuat Dyana memiliki sifat seperti itu? Apakah dia mampu menghalau rasa sakit hati yang diciptakan Petra?

***

Kisah Dyana dituliskan dengan alur maju mundur, bab-bab awal membuat saya pusing dan bosan, tapi karena diksi-diksi yang digunakan mas Adimodel adalah diksi yang saya suka, saya dengan mudah kelembar-lembar selanjutnya dan mulai memahami apa yang terjadi di kehidupan Dyana.

Kehidupan Dyana dideskripsikan dengan sangat menegangkan, menegangkan lahir batin, hehehe. Meskipun ini bukan dark romance pertama yang saya baca, yang tokohnya akan gila seks dan pada akhirnya tidak segan untuk bunuh diri, saya bilang mas Adimodel ini sukses karena tetap membuat saya deg-degan dan emosi ingin tahu apa yang akan terjadi kepada Dyana.

Dan, saya suka karena disetiap bab ada saja yang membuat cerita itu tetap menjadi misteri dan akan terungkap di bab selanjutnya, itu membuat saya tidak ingin berhenti membaca karena penasaran. Dan, yah saya mendapat banyak kosa kata baru dalam novel ini, dan saya suka itu (lagi)

Terima kasih kepada mas Adimodel untuk mempercayakan novelnya untuk saya review, saya tunggu lagi novel selanjutnya (untuk direview, hehe) saya penasaran nih dengan gaya penulisan mas Adimodel, karena jujur ini buku pertamanya yang saya baca.

Advertisements

3 thoughts on “Renjana Dyana

  1. AA. Muizz says:

    Saya ikut mendaftar untuk me-review, tapi sepertinya saya belum beruntung. Hehe. 🙂
    Sepertinya, ini novel dengan bahasa puitis, ya. Kadang membosankan kalau baca novel seperti ini, tapi kalau sudah dapat menikmatinya, akan susah buat move-on sebelum benar-benar menuntaskannya. 😀

    • dhaniramadhani says:

      oh ikut daftar juga. Yah, semoga lain kali dapat yah, jangan patah semangat untuk mencoba.

      Iya, memang novel ini lebih mengutamakan diksi dan memang bosan di awal, tapi selanjutnya sudah bikin penasaran. heheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s