Abarat: Days of Magic, Nights of War

abarat

Abarat: Days of Magic, Nights of War

By Clive Barker

Copyright © 2004 by Clive Barker

All rights reserved

Abarat: Siang-Siang Magis, Malam-Malam Peperangan

Alih Bahasa: Tanti Lesmana

PT Gramedia Pustaka Utama

508 hlm, 23 cm

Petualangan-petualangan Candy Quackenbush di Abarat kini semakin aneh dan menegangkan. Christopher Carrion, sang Penguasa Tengah Malam tengah mengirim kaki tangannya untuk menangkap Candy. Kenapa? Apa yang dikehendaki Carrion dari gadis asal Minnesota ini? Dan kenapa Candy mulai merasa bahwa Abarat bukanlah dunia yang asing baginya? Dia bahkan bisa mengucapkan kata-kata bertuah entah kapanpernah dipelajarinya.

Ini misteri besar. Dan Carrion bersama neneknya yang jahat, Mater Motley, curiga bahwa siapapun Candy sebenarnya, dia bisa menghancurkan rencana-rencana mereka menguasai abarat.

Kini teman-teman Candy mesti berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Candy dari cengkraman Carrion, dan Candy mesti memecahkan misteri masa lalunya sebelum kekuatan Malam dan Siang berperang dan Tengah Malam Total melingkupi seluruh kepulauan itu.

Sebentar lagi pecah perang yang penghabisan. Dan Candy harus menentukan pilihan-pilihan yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Kalau terlalu menyakitkan untuk pergi, maka tinggallah – hlm 382

Haduh, sebenarnya sinopsisnya hampir mencakup isi cerita deh. Saya tidak pernah pandai meresensi buku fantasy – buku yang sangat saya sukai- karena ingin rasanya membeberkan semua. Hahaha.

Ini buku kedua dari seri Abarat, di mana Candy yang telah datang ke Abarat dan membuat semacam kekacauan bagi negeri itu menjadi buronan. Dia menjadi buronan sang Penguasa Tengah Malam, Carrion. Carrion menganggap Candy bukanlah gadis biasa, dia gadis yang hebat dan mampu membuatnya terancam. Carrion bermaksud untuk menguasai negeri Abarat, menjadikannya negeri gelap gulita, selamanya.

Candy sendiri tidak tahu menahu mengapa dia menjadi ancaman bagi Carrion dan sekutu-sekutunya dan menjadikannya buronan, dia juga menjadi heran, ditengah pengejarannya ada saja makhluk-makhluk Abarat yang menolongnya. Dia bahkan mampu menolong dirinya sendiri dengan mengucapkan mantra sihir negeri Abarat, dia tidak tahu darimana dia belajar, tapi mulutnya fasih mengatakannya.

Dalam pengejaran Carrion, Candy terus memikirkan keganjalan-keganjalan yang didapatinya, bertanya-tanya apakah dia ada di Abarat bukan suatu kebetulan.

Suatu musibah terjadi, dan sampai ke negeri Candy yang asli, tempat dimana keluarganya tinggal. Itu terjadi karena Candy ingin pulang dan tidak ingin berada di Abarat lagi. Candy akan tetap pergi atau tinggal di Abarat menghentikan kekacauan yang dibuat Carrion?

Lalu bagaimana dengan keluarga Candy?

***

Bukan hanya ilustrasinya yang membuat buku ini menjadi salah satu buku kesukaan saya, tapi juga ceritanya yang seperti benar-benar ada! Sebagai pencinta fantasy, kamu harus baca Abarat, sayang buku ketiganya aduhaaai sekali harganya *kemudian tunggu sampai diskon* hahaha.

Disini, kamu tidak akan hanya disuguhkan oleh ketegangan-ketengan yang ditimbulkan Carrion dan makhluk-makhluk aneh Abarat, tetapi juga kisah cinta yang menurut saya adalah pilu. Yah, pokoknya kamu harus baca.

*kemudian kembali galau mikirin buku ketiganya*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s