Amora Menolak Cinta

IMG20160208110351-01

Amora Menolak Cinta

© Rainy Amanda

Diterbitkan oleh Amanda Bahraini (Penerbit AB)

Cetakan pertama, September 2015

viii + 238 hlm; 14,85 x 21 cm

Amora:

Kalian percaya cinta? Aku tidak. Menurutku, cinta hanyalah khayalan para penyair renaissance yang kurang kerjaan. Jantung mereka berdebar, dan mereka artikan itu sebagai cinta. Bibir mereka bergetar dan mereka artikan itu cinta. Mereka susah tidur, susah makan, dan mereka artikan itu sebagai cinta. Bahkan yang kelewat posesif dan main tangan mengartikan tindakan mereka sebagai cinta, padahal itu semua hanyalah reaksi kimia otak yang mempengaruhi kerja organ-organ tubuh kita. Bedah sedikit, suntik sedikit, hilangkan kupu-kupu dalam perut yang mereka elu-elukan. Apa istimewa?

Tapi kenapa semua orang masih saja memuja cinta?

Yang orang bilang jatuh cinta itu cuma reaksi kimia dari otak yang mempengaruhi kerja organ-organ tubuh kita – hlm 1

Amora, mahasiswi baru jurusan biologi, sangat menyukai pelajaran hormon dan itu sampai ke masalah cinta. Erin temannya yang sudah sering jatuh dan putus cinta, sudah sering kali dinasihati olehnya bahwa cinta itu hanya pengaruh hormone dan tidak lebih. Pelajaran hormone ini semakin menjadi ketika Erin putus cinta dengan Shinji, cowok yang sangat popular karena kegantengannya dan merupakan teman satu jurusan Amora.

Tanpa Amora sadari, keterlibatannya dengan hubungan Erin dan Shinji membuatnya masuk ke dalam masalah. Karena Amora dan Shinji masih mahasiswa baru di jurusan yang sama, mereka sering bertemu dan itu tiba-tiba membuat Shinji dan Amora menjadi dekat. Mulai dari pertengkaran-pertengkaran kecil tentang hormon, mereka semakin dekat. Pikiran Amora yang mengatakan Shinji adalah playboy juga hilang.

Kemudian kedekatan Shinji dan Amora menjadi topik yang selalu diperbincangkan sampai ke telinga Erin yang masih mencintai Shinji, sementara Amora mati-matian menyembunyikan dan menghindar dari Shinji.

Lalu bagaimana nasib persahabatan Amora dan Erin? Apakah Amora tetap menolak cinta Shinji yang diam-diam mulai disukainya juga?

***

Waktu pertama kali melihat sampul buku ini, saya langsung suka. Sampulnya simple tapi keren. Buku ini diterbitkan mbak Rainy dengan system self publishing. Awalnya, ceritanya rada membosankan karena alurnya rada lambat. Tapi lembar demi lembar ternyata mengasyikkan juga. Saya suka karena bisa tahu hormon-hormon yang menyangkut cinta. Hihi.

Saya juga suka konflik yang ada di bagian-bagian terakhir, konflik yang terjadi dan mengungkapkan kenapa Amora sampai benci dengan kata cinta. Di bagian akhir juga ada yang bikin terharu, kalau menyangkut soal keluarga saya biasanya cepat terharu. Hihi.

Advertisements

2 thoughts on “Amora Menolak Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s