Hetty Feather: Jangan Lupa Masa Kecilmu

hetty

HETTY FEATHER

By Jacqueline Wilson

© Jacqueline Wilson, 2009

Cover illustrations and inside artwork © Nick Sharratt, 2009

All rights reserved

HETTY FEATHER

Alih bahasa: Deci Natalia

Editor: Reita Ariyanti

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Jakarta, Maret 2012

464 hlm; 20 cm

ISBN: 978 – 979 – 22 – 8231 – 3

Perhatian! Perhatian!

Bersiaplah membaca kisah menakjubkan HETTY FEATHER.

Terkesiap waktu ia ditelantarkan saat masih bayi. Terbelalak dengan keberaniannya mewujudkan mimpi. Kagum pada perjuangannya mencari ibu kandung.

Bayi mungil telah terlahir ke dunia dan pada awal kehidupannya, dia mulai bekerja keras untuk tetap hidup. Ibu yang mengandungnya membawanya ke penampungan bayi, dan dari situlah awal mula kehidupannya yang penuh drama dimulai.

Hetty Feather, begitu dia dinamakan. Meski ibu kandungnya menelantarkannya, dia amat beruntung menemukan pengasuh yang amat baik. Dia tumbuh dengan sehat dan memiliki banyak saudara yang menyayanginya. Namun, wataknya yang penuh imajinasi membuatnya dicap anak nakal. Ibu asuhnya merawatnya bak anak kandung, menyayanginya penuh kasih dan memberinya pelajaran berupa cambukan jika tidak mendengarkan perintah. Dan itu menumbuhkan karakternya.

Dia sangat dekat dengan saudaranya Jem. Jem adalah anak laki-laki yang bijaksana dan mampu menjaga adik-adik asuhnya dengan sangat baik. Mereka bermain-main di hutan. Jem selalu mendukung apapun yang dilakukan Hetty, walau tak jarang memarahinya ketika salah.

Suatu hari pikiran Hetty terganggu ketika mendatangi sebuah sirkus. Dia amat sangat terobsesi dengan pemainnya yang bernama Madame Adeline. Hetty berpikir bahwa dia adalah ibu kandungnya, bermodal dengan keyakinan bahwa warna rambut mereka sama, yaitu merah terang. Juga perasaan hangat ketika Madam Adeline menjulukinya bintang kecil. Hetty yang merindukan sosok Ibu kandung nyaris gila ketika mencoba mengejar rombongan sirkus yang sudah berpindah tempat. Dan Ibu asuhnya amat marah dengan kelakuannya. Tapi ada saja hal yang membuat Hetty selalu kembali kepelukan Ibu asuh yang dipanggilnya Mama itu.

Aku meringkuk rapat pada Mama. Mungkin dia tidak memiliki pesona bintang seperti Madame Adeline, mungkin bicaranya kasar, mungkin dia menyabetku keras-keras karena kenakaanku, tapi dia satu-satunya ibu yang kukenal dan aku masih sangat menyayanginya – hlm 137

Aku menghambur ke dada Mama, melingkarkan kedua lenganku ke lehernya. Semua pikiranku tentang Madame Adeline mencongklang keluar dari kepalaku di atas kuda poni putih itu. Saat itu aku memeluk satu-satunya ibu yang kuinginkan – hlm 163

Setelah Hetty merasa sudah menemukan semuanya di rumah Mama, Jem yang menyanginya, saudara-saudara yang bisa diajaknya berbagi dan bercerita, Papa yang bisa dijadikan tempat mengadu, Hetty harus dipulangkan ke Foundling Hospital. Ya, jika menginjak usia lima, anak-anak yang diasuh Mama akan dikembalikan ke tempat asalnya. Tentu Hetty menolak keras untuk berpisah, namun ada Jem yang selalu bijak dan mampu menenangkannya.

Kisah sedih Hetty tidak berhenti di situ, di Foundling Hospital dia baru benar-benar mendapatkan penderitaan. Kamu bisa membayangkan hidup di panti asuhan yang berdisiplin ketat, tidak sesuai dengan kepribadian Hetty. Dia menjadi onar dan membuat para Mathron dan Suster kepayahan. Hetty malah memilih kabur dan mencari rombongan sirkus. Mencari Ibu kandungnya masih terukir jelas dalam perencanaannya.

Akankah Hetty menemukan ibu kandungnya dan hidup bahagia, selayaknya yang anak-anak harus rasakan?

Kami tidak bisa apa-apa tanpa Mama. Dia selalu di sana, sebagai bagian dari pondok seperti atap dan keempat dindingnya. Kami semua kacau tanpa dia – hlm 44

Ah, terharu dibagian ini. Benar banget, apalah artinya kita, anak, tanpa sosok ibu? Kamu bisa bayangkan bagaimana kehidupan Hetty kecil. Tapi yah dia beruntung punya Mama, Jem dan saudara-saudaranya yang lain.

Saya suka sekali Hetty, gadis lincah yang punya imajinasi tinggi. Dia nakal tetapi penuh perasaan dan selalu meminta maaf ketika benar-benar salah, juga sangat menyayangi Mama dan saudara-saudaranya dan tidak akan berniat melupakan mereka walau hidup di panti asuhan. Terlihat benar usahanya dalam petikan berikut:

Aku sudah tinggal begitu lama dip anti asuhan ini sehingga dunia luar sudah memudar seperti mimpi. Aku cukup sering membayangkan pondok asuhku dulu tapi aku menambahkan banyak sekali detail sehingga sekarang aku tidak tahu mana yang nyata dan mana yang bukan – hlm 313

Saya lebih-lebih suka pada Jem, anak laki-laki yang sangat manis perilakunya dan benar-benar bijak. Tapi diusianya yang masih kecil, dia amat sangat lucu dengan pemikiran-pemikirannya. Saya suka banget waktu Jem berusaha membujuk Hetty ketika memberontak saat dipulangkan.

“Kau akan menemukan banyak teman di sana. Kau akan belajar banyak di sekolah dan tahun-tahun akan berlalu begitu cepat, kemudian, ketika kau sudah dewasa, aku akan mencarimu, ingat? Lalu kita nyaris tak akan ingat kita pernah terpisah. Aku janji kita akan bersama dan hidup bahagia selamanya, seperti dalam dongeng.” – hlm 145

“Aku mendapatkannya dari kerja serabutan. Aku akan bekerja mencari banyak enam penny untukmu. Lalu, ketika kau sudah lebih besar, aku bisa mengajakmu ke sirkus dengan layak.” – hlm 147

Karya-karya Jacqueline Wilson selalu bagus dan tetap menjadi kesukaan saya. Terima kasih banyak kepada penerjemah karena dialah yang membuat buku ini menjadi lebih enak dibaca. Bagi kamu yang suka Child Literature, kamu nggak boleh ketinggalan baca kisah Hetty.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s